Notification

×

Iklan

Iklan

Mendikdasmen dan Rico Waas Kompak Ajak Siswa SMPN 1 Medan Berani Bermimpi Jadi Pemimpin Indonesia

14 Sep 2026 | 18:37 WIB Last Updated 2026-09-14T11:37:18Z

Dari SMPN 1 Medan, Mendikdasmen dan Rico Waas Bicara Masa Depan Indonesia 2045 (14/9- Ferndt/gb)
GREENBERITA.com- Pesan tentang masa depan Indonesia 2045 menggema di halaman UPT SMP Negeri 1 Medan, Jalan Bunga Asoka, Senin (14/9/2026). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengajak para siswa bersungguh-sungguh belajar, sementara Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong mereka berani bermimpi dan tidak takut gagal.


Pesan itu disampaikan Abdul Mu’ti saat bertindak sebagai pembina Upacara Pengibaran Bendera sekaligus mengikuti Senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat bersama para siswa.


Kehadiran Abdul Mu’ti bersama Rico Waas membuat suasana sekolah berbeda dari biasanya. Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari upacara hingga senam bersama.


Di hadapan para siswa, Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa mereka merupakan generasi yang akan menentukan wajah Indonesia pada 2045. Karena itu, para pelajar diminta bersungguh-sungguh dalam belajar, menghormati orang tua dan guru, menjaga kerukunan, serta mencintai Indonesia.


“Bagaimana wajah Indonesia 2045, kalianlah yang menentukan. Karena itu, saya mengajak kalian semua untuk senantiasa menunaikan ikrar pelajar yang sudah tadi kita bacakan bersama-sama,” kata Abdul Mu’ti.


Abdul Mu’ti kemudian mengajak para siswa membiasakan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam kehidupan sehari-hari, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur tepat waktu.


Menurutnya, kebiasaan positif tersebut harus dilakukan secara disiplin dan konsisten karena keberhasilan tidak diraih secara instan.


“Lakukan kebiasaan-kebiasaan itu secara disiplin, secara konsisten. Karena banyak hal yang hebat yang bisa kita raih tidak bisa terjadi secara instan. Semuanya memerlukan proses, semuanya memerlukan waktu,” ujarnya.


Pesan tersebut kemudian diwujudkan melalui Senam 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Abdul Mu’ti dan Rico Waas ikut bergerak bersama para siswa sehingga suasana pagi di lingkungan sekolah berlangsung semarak dan penuh energi.


Setelah senam, Abdul Mu’ti dan Rico Waas juga berinteraksi langsung dengan para siswa melalui sesi tanya jawab. Keduanya memberikan motivasi agar para pelajar berani bermimpi, tekun belajar dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.


Rico Waas secara khusus mengajak siswa memiliki cita-cita tinggi dan tidak takut menghadapi kegagalan. Menurutnya, kegagalan merupakan bagian dari proses belajar dan memperbaiki diri.


“Jangan takut gagal, anak-anak. Bisa saja dalam perjalanan hidup kita, kita menemukan kegagalan. Tapi pelajaran apa yang paling penting adalah kegagalan itu bukan gagal dan kita bersedih, tapi kita gagal dan harus bangkit kembali,” ujar Rico.


Kunjungan Rico ke SMP Negeri 1 Medan juga memiliki makna tersendiri. Sebab, sekolah tersebut merupakan tempat dirinya pernah menimba ilmu.


Ia pun mendorong para siswa agar terus berusaha dan menjadikan setiap pengalaman, termasuk kegagalan, sebagai pijakan untuk meraih prestasi yang lebih baik.


“Yang terpenting adalah gagal, perbaiki, suatu saat kita akan memiliki prestasi yang lebih baik lagi,” katanya.


Rico bahkan menitipkan pesan agar para siswa kelak mampu berdiri di tempat yang sama sebagai pemimpin dan memberikan kontribusi bagi Kota Medan.


“Satu janji yang harus kalian sebutkan adalah suatu saat anak-anakku semuanya harus bisa menggantikan Bapak berdiri di sini, menjadi pemimpin-pemimpin di kota ini,” ujarnya.


Tak hanya kepada siswa, Abdul Mu’ti juga menitipkan pesan kepada para guru. Ia meminta guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi teladan sekaligus mendampingi siswa dalam mengembangkan bakat dan potensinya.


“Bapak Ibu guru adalah orang tua bagi anak-anak kita. Bapak Ibu guru adalah teladan bagi anak-anak kita. Guru sering kali disebut dengan ungkapan digugu dan ditiru,” katanya.


Abdul Mu’ti mengajak para guru mendidik dengan penuh cinta dan kasih sayang melalui prinsip asah, asih, dan asuh serta sistem Among yang diperkenalkan Ki Hajar Dewantara.


Ia juga mengingatkan pentingnya membangun sekolah sebagai lingkungan yang aman, sehat, bersih dan nyaman. Sekolah, katanya, harus menjadi rumah kedua bagi siswa, tempat mereka belajar, bertumbuh dan meraih prestasi bersama.


“Mari kita jadikan sekolah kita ini sebagai rumah kita yang kedua, di mana kita semua saling berbagi dan kita semua menumbuhkan semangat untuk maju bersama-sama, semangat untuk meraih prestasi bersama-sama,” katanya.


Kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa bagi keluarga besar UPT SMP Negeri 1 Medan. Upacara bendera yang berlangsung khidmat berpadu dengan keceriaan senam bersama serta interaksi langsung dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dan Wali Kota Medan.


Turut hadir Direktur Sekolah Menengah Pertama Maulani Mega Hapsari, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Ahmad Barli Mulia Nasution, Kepala UPT SMP Negeri 1 Medan Hj. Rohani, serta para guru dan siswa.**(Gb-ferndt01)