Notification

×

Iklan

Iklan

Dua Siswa Dugaan Keracunan MBG Karo Dirujuk ke RSCM Jakarta, Gibran Minta Ditangani Langsung

13 Sep 2026 | 22:06 WIB Last Updated 2026-09-13T15:06:56Z

Pasca Didatangi Wapres Gibran, Dua Siswa Dugaan Keracunan MBG Karo kini menjalani Perawatan di RSCM Jakarta (12/9- Ferndt/gb)
GREENBERITA.com- Dua siswa asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG), kini menjalani penanganan medis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Keduanya, Agnesia Paruliana br Silitonga dan Febiona Purba, dibawa ke Jakarta setelah kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Berastagi.


Kepastian kedua korban telah mendapatkan penanganan medis di RSCM disampaikan Humas RSCM Jakarta, Sylvia.


"Pasien sudah diterima dan mendapatkan penanganan oleh tim medis RSCM," kata Humas RSCM Jakarta, Sylvia, Minggu (13/9/2026) seperti dikutip dari detik.


Namun, pihak RSCM belum dapat mengungkapkan kondisi medis terkini kedua pasien kepada publik.


Sylvia mengaku tak dapat menyampaikan ke publik mengenai kondisi pasien saat ini. Dia menjelaskan kondisi medis kedua pasien merupakan bagian dari privasi.


"Namun, terkait kondisi medis secara detail, kami belum dapat menyampaikannya karena merupakan bagian dari privasi dan kerahasiaan pasien," ucapnya.


Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan seluruh biaya pengobatan siswa yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) ditanggung pemerintah hingga mereka dinyatakan pulih.


Hal itu disampaikan Gibran saat mengunjungi para siswa yang menjalani perawatan di RS Efarina Etaham, Kabanjahe, Jumat (11/9/2026).


"Kedatangan saya kemari untuk memastikan anak bapak ibu bisa sembuh dan bersekolah kembali. Mendapatkan pelayanan kesehatan dan obat-obatan terbaik. Tadi saya datangi satu-satu, apa saja yang diperlukan. Apakah butuh rujukan ke Jakarta atau Medan, semua pasti kami penuhi," ucap Gibran pada Jumat (11/9-2026) di RS Efarina Etaham, Kabanjahe.


Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution kemudian membenarkan bahwa dua siswa tersebut dibawa ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan langsung dan pemantauan dari Wapres Gibran.


"Sebenarnya kalau secara penanganan medis dari tim dokter yang membawa ke Jakarta juga menyampaikan tim medis kita yang di Medan itu mumpuni, namun kemarin Bapak Wakil Presiden menyampaikan agar ada penanganan langsung, dimonitor langsung sama Bapak Wapres. Jadi anak yang memang terindikasi medis dan traumanya lebih tinggi dari teman-teman yang lain, Pak Wapres minta langsung dibawa ke Jakarta," kata Gubsu Bobby, Sabtu (12/9).


Bobby menegaskan pemulihan kedua korban tidak hanya menyangkut kondisi fisik, tetapi juga aspek mental dan psikis. Karena itu, ia meminta masyarakat maupun media tidak memperburuk kondisi para korban melalui pemberitaan maupun aktivitas di media sosial.


"Cuma saya minta tolong kepada kita semua, yang perlu dipulihkan bukan hanya kesehatan medis tapi juga mentalnya dan juga psikis. Jadi saya minta tolong sekali ke media, permintaan anaknya juga kepada kami, jangan terlalu di-blow up karena salah satu hasil pemeriksaan ada 4 poin, poin keempat itu anak kita ini mentalnya terganggu karena siber bullying, seolah-olah mencari perhatian, ini mengganggu mental anak-anak kami," tegasnya.**(Gb-ferndt01)