Notification

×

Iklan

Iklan

BPK Temukan Masalah Dana Parkir Dishub Rp1,3 Miliar, Walikota Rico Waas Janji Tindaklanjuti

8 Sep 2026 | 17:13 WIB Last Updated 2026-09-08T10:13:41Z

Walikota Medan Rico Waas Pastikan Temuan BPK di OPD Pemko Medan Ditindaklanjuti (8/9- Ferndt/gb)
GREENBERITA.com- Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memastikan seluruh temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Medan akan ditindaklanjuti. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pembenahan dan memastikan pengelolaan pemerintahan berjalan profesional.


Salah satu temuan yang menjadi perhatian yakni di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan terkait dana deposit pengelolaan parkir senilai Rp1,3 miliar yang diduga belum disetor ke kas daerah.


"Saya rasa nanti bisa dicek. Nanti dari Sekda dan juga Inspektorat bisa ditelaah di mana temuannya," kata Rico Waas saat diwawancarai wartawan terkait tindaklanjut temuan BPK di Dishub Kota Medan, usai rapat paripurna di Kantor DPRD Medan, Selasa (8/9/2026).


Rico Waas menegaskan, tindak lanjut terhadap seluruh temuan pada masing-masing dinas atau OPD merupakan kewajiban Pemerintah Kota Medan. Menurutnya, langkah tersebut sekaligus menunjukkan profesionalisme Pemko Medan dalam melakukan pembenahan internal.


"Dan semua OPD harus siap diperiksa oleh Inspektorat terkait apa-apa saja yang masih kurang," ucapnya tegas.


Terkait adanya tiga pengelola parkir yang menerapkan sistem Split Payment tanpa menggunakan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Rico Waas menilai persoalan tersebut perlu dievaluasi. Ia mengatakan evaluasi terhadap Dishub Kota Medan telah dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.


"Beberapa hari lalu sudah dipanggil Dinas Perhubungan untuk mengevaluasi apa-apa saja yang menjadi problematika di lapangan, agar nanti bisa dievaluasi dengan baik," katanya.


Selain persoalan di Dishub, Rico Waas juga menyinggung penanganan masalah aset di Dinas Pendidikan Kota Medan. Ia memastikan proses penanganan masih dilakukan secara intensif, termasuk menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat.


"Ini sedang dalam penjajakan kasusnya. Saya bilang, jangan hanya mengacu kepada satu oknum. Apabila nanti ada oknumnya, harus dilihat lagi siapa-siapa saja yang berkomplot. Jadi, jangan berhenti kepada satu titik. Harus bisa secara menyeluruh, karena saya tidak ingin lagi terjadi seperti ini ke depannya. Ini harus kita benahi secara total," pungkasnya.**(Gb-ferndt01)