Notification

×

Iklan

Iklan

Banjir Bandang Musnahkan Rumah, Wapres Gibran Serahkan 40 Sertifikat Huntap ke Warga Sibolga

4 Sep 2026 | 15:53 WIB Last Updated 2026-09-04T08:53:32Z

Gubsu Bobby Nasution dampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau dan menyerahkannya sertifikat rumah Hunian Tetap (Huntap) bagi keluarga korban bencana di Kelurahan Aek Parombunan Kota Sibolga, Jumat (4/9- Ferndt/gb)
GREENBERITA.com- Puluhan warga terdampak banjir bandang di Sibolga kini memiliki kepastian hak atas hunian yang menjadi tempat tinggal baru mereka. Sebanyak 40 sertifikat hak milik hunian tetap (huntap) diserahkan Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution, Jumat (4/9/2026).


Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan saat Wapres Gibran didampingi Gubernur Bobby meninjau kawasan huntap di Parombunan, Sibolga. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan warga terdampak bencana memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.


Dalam kunjungan tersebut, Gibran dan Bobby juga meninjau pembangunan sejumlah hunian tetap yang masih dalam proses pengerjaan.


Di kawasan huntap Parombunan, terdapat 40 unit hunian tetap yang telah selesai dibangun dan ditempati warga. Selain itu, sejumlah unit huntap lainnya masih dalam tahap pembangunan.


Wapres Gibran dan Gubernur Bobby juga menyapa masyarakat yang telah menempati hunian tetap serta mendengarkan aspirasi mereka. Kehadiran Wapres di kawasan tersebut mendapat sambutan antusias dari warga yang ingin melihat dan menyapa secara langsung.


Salah seorang warga yang telah menempati hunian tetap, Merlina, mengungkapkan rasa syukurnya karena telah mendapatkan rumah. Rumah sebelumnya hancur total dan tidak dapat ditempati akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut tahun lalu.


Setelah rumahnya hancur, Merlina bersama keluarganya sempat mengontrak rumah agar dapat melanjutkan kehidupan sehari-hari. Kini, ia telah menempati salah satu unit huntap yang disediakan melalui kolaborasi pemerintah dan Yayasan Buddha Tzu Chi.


“Perasaan senang karena kami punya rumah yang bisa ditempati untuk selamanya. Biarpun kami mengharapkan yang sebelumnya bagaimananya, tapi kami bersyukur sudah ada tempat teduh dari yang sesudah bencana,” kata Merlina.


Senada dengan Merlina, Aina, warga yang telah menempati hunian tetap, juga menyampaikan terima kasih karena telah mendapatkan tempat tinggal. Rumahnya sebelumnya juga hancur dan tidak dapat ditempati akibat banjir bandang tahun lalu.


“Alhamdulillah sudah ada tempat tinggal, sebelumnya rumah kami hancur karena banjir,” kata Aina.**(Gb-ferndt01)