![]() |
| Ombang Siboro Desak Pemkab Samosir Perketat Pengawasan Wisata Perkemahan Bukit Holbung dari Dugaan Lokasi Mesum Tidak Senonoh (19/9- Fando/gb) |
Ombang Siboro yang juga mantan Asisten I Pemkab Samosir mengatakan, menjaga perspektif pariwisata yang baik merupakan tanggung jawab seluruh stakeholder kepariwisataan.
"Pariwisata itu adalah sebuah persepsi untuk para pelaku dan wisatawan, sehingga bila persepsi itu sudah jelek, akan sulit bagi dinas terkait memperbaikinya kembali," tegas Ombang Siboro ketika berbincang dengan Greenberita pada Sabtu, 19 September 2026.
Mantan Kadis Pariwisata Kabupaten Samosir ini sepakat bahwa lokasi pariwisata harus tertib dari perkemahan yang bisa berpotensi menjadi tempat perbuatan tidak senonoh dan mesum dari wisatawan yang berkemah dimanapun.
"Kalau kita ke lokasi wisata di sekitar Aceh, wisatawan yang bukan muhrimnya dilarang untuk berdua bahkan walau hanya bergandengan tangan, dan itu makanya kami memperlakukan wisata Batu Hoda tidak dibuka malam hari untuk menghindari hal tersebut, jadi kami berharap pemerintah Kabupaten Samosir harus segera menertibkan tempat seperti itu dengan tegas," ujar Ombang Siboro.
Menanggapi keluhan tersebut, Kadis Pariwisata Samosir melalui Kabid Promosi Wisata Sani Nainggolan mengaku telah mengetahui informasi yang beredar dan menyebut pihaknya sebelumnya telah melakukan edukasi kepada pelaku usaha wisata di kedua kawasan tersebut.
"Kita sudah mendengar Informasi tersebut dan pernah melakukan edukasi kepada pelaku usaha wisata disana, tapi kami meminta surat resmi dari masyarakat sekitar supaya kami bisa membentuk tim untuk melakukan razia operasi yustisial bersama Satpol PP," tegas Sani Nainggolan.
Operasi yustisial adalah tindakan penegakan hukum resmi yang disertai dengan proses peradilan atau sanksi hukum, seperti sidang tipiring atau tindak pidana ringan terhadap pelanggaran hukum, peraturan daerah atau ketertiban umum.
Sebelumnya, Praktisi Hukum Nasional Andar Situmorang mendesak Pemerintah Kabupaten Samosir segera turun tangan menertibkan aktivitas perkemahan di sekitar kawasan wisata Bukit Holbung dan Bukit Cinta, Kecamatan Harian.
Desakan itu disampaikan menyusul adanya dugaan lokasi perkemahan tersebut digunakan pasangan yang bukan suami istri sah untuk melakukan perbuatan tidak senonoh.
Pernyataan tersebut disampaikan tegas Andar Situmorang kepada Greenberita pada Sabtu, 19 September 2026 di Pangururan Kabupaten Samosir.
"Secara tegas saya minta kepada Bupati Samosir melalui Dinas Pariwisata untuk melakukan pengecekan lapangan dan menutup langsung perkemahan mesum dan tidak senonoh yang bukan pasangan sah," ujar Andar.
Pengacara kondang di Jakarta ini juga menerima laporan seringnya pasangan sejoli terlihat berpakaian hampir tanpa busana di lokasi tersebut.
"Halo Pak Bupati, tolong perintahkan Satpol-PP anda untuk menertibkan tempat itu supaya jangan jadi tempat maksiat, jangan hanya anda gunakan Satpol PP anda untuk menggusur pedagang di Tele dan diduga menganiaya anak dibawah umur," tegas Andar Situmorang.
Andar meminta Pemkab Samosir tidak membiarkan kawasan wisata tersebut berkembang menjadi lokasi yang dinilai dapat merusak citra pariwisata Samosir.
Pernyataan Andar Situmorang didukung oleh masyarakat setempat yang juga praktisi jurnalis di salah satu media.
"Pengamatan kami serta informasi yang kami terima memang sering dikeluhkan warga tempat itu jadi tempat perbuatan tidak senonoh, sering bermalam muda mudi dan pasangan yang bukan suami istri, kami minta dinas segera menertibkannya dan membuat aturan tegas disana supaya jangan negatif pandangan orang dengan lokasi tersebut," pinta Parlindungan Simarmata, masyarakat setempat yang juga praktisi jurnalis disalah satu media.**(Gb-ferndt01)








