Notification

×

Iklan

Iklan

Wali Kota Hadiri Perayaan Tri Suci Waisak 2568 BE di Vihara Samiddha Bhagya Pematangsiantar

23 Mei 2024 | 18:03 WIB Last Updated 2024-05-26T07:52:04Z

Perayaan Tri Suci Waisak 2568 BE/2024 diharapkan menjadi momen membangkitkan semangat mencintai dan peduli kepada sesama, termasuk seluruh ciptaan Tuhan, dengan menjaga kelestarian dan keseimbangan alam.



GREENBERITA.com- Perayaan Tri Suci Waisak 2568 BE/2024 diharapkan menjadi momen untuk membangkitkan semangat agar selalu mencintai dan peduli kepada sesama. Bukan hanya kepada manusia, namun juga kepada seluruh ciptaan Tuhan dengan menjaga kelestarian dan menjaga keseimbangan alam.


Demikian disampaikan Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti Dewayani SpA saat menghadiri  Perayaan Tri Suci Waisak 2568 BE/2024, di Vihara Samiddha Bhagya Jalan Thamrin Kota Pematangsiantar, Rabu (22/05/2024) malam.


Menurut dr Susanti, Perayaan Tri Suci Waisak jangan sekadar seremonial setiap tahunnya. Namun merupakan salah satu wujud keyakinan dan bakti umat Buddha. Selain itu, perayaan Waisak untuk memeringati momen-momen penting di dalam kehidupan Sang Buddha Sidharta Gautama dengan tiga peristiwa penting. Ketiga peristiwa tersebut yaitu, kelahiran Sang Buddha, Sang Buddha mendapatkan penerangan, dan wafatnya Sang Buddha.


"Mari kita bersama-sama merenungkan dan berkomitmen agar ajaran momen ini diharapkan menjadi pengingat nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh Sang Buddha tentang toleransi dan tentunya ini nanti akan diimplementasikan serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari," ajak dr Susanti. 


Kepada umat Buddha, dr Susanti mengharapkan momen perayaan Waisak diharapkan juga dapat membangkitkan semangat untuk selalu mencintai sesama dan peduli kepada sesama. Bukan hanya kepada sesama manusia, namun juga kepada seluruh ciptaan Tuhan. Salah satunya dengan menjaga kelestarian dan menjaga keseimbangan alam.


dr Susanti pun mengucapkan Selamat Merayakan Tri Suci Waisak 2568 BE/2024 kepada seluruh umat Buddha, khususnya di Kota Pematangsiantar. 


"Perayaan Tri Suci Waisak sebagai momentum menjadi ajang refleksi spiritual yang mendalam bagi umat Buddha, untuk memaknai perayaan ini dengan penuh kasih sayang dan keseimbangan batin," tambahnya.


Dalam kesempatan tersebut, dr Susanti juga menyampaikan, Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar baru saja menerima capaian meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran (TA) 2023 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Utara (Sumut). Dengan capaian tersebut, katanya, Kota Pematangsiantar telah tiga kali berturut-turut meraih Opini WTP.


"Dan baru kali ini Kota Pematangsiantar  meraih pencapaian yang sangat baik," sebut dr Susanti.


dr Susanti mengungkapkan rasa syukur atas capaian luar biasa tersebut. Katanya, capaian keberhasilan yang diraih merupakan wujud nyata dari kerja sama semua pihak, baik unsur pemerintahan, legislatif, dan terutama seluruh masyarakat Kota Pematangsiantar, termasuk umat Buddha di Pematangsiantar yang selalu mendukung, berkolaborasi, dan bersinergi dalam membangun daerah demi terwujudnya Kota Pematangsiantar Sehat, Sejahtera, dan Berkualitas untuk Pematangsiantar Bangkit dan Maju.


Sebelumnya, Ketua Majelis Vihara Samiddha Bhagya Erbin Chandra mengatakan,  merupakan suatu anugerah dr.Susanti bersama Ketua Dekranasda H Kusma Erizal Ginting SH, dan Sekda Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi dapat menghadiri Malam Perayaan Waisak yang mereka gelar.


"Ibu Wali Kota kalau ada waktu luang pasti menyempatkan hadir bersama-sama dengan kita. Kami mengucapkan terima kasih atas support dan dukungannya untuk acara malam ini, sehingga acara ini dapat kita laksanakan. Meskipun sederhana namun kiranya dapat bermanfaat bagi umat Buddha," terangnya. 


Erbin Chandra juga mengatakan, di perayaan Waisak tahun ini, pihaknya memilih mengadakan ritual berdoa bersama, dan kegiatan ini diikuti umat Buddha di Kota Pematangsiantar. Selain itu, juga menghadirkan UMKM dan kuliner di Kota Pematangsiantar sebagai wujud dalam mengembangkan UMKM. 


Dilanjutkan Erbin Chandra, Waisak memperingati tiga peristiwa penting, yaitu lahirnya Siddharta Gautama, Siddharta mencapai Budha dan kemudian Sidharta Gautama meninggal dunia


Di dalam Perayaan Waisak tersebut,  dr Susanti bersama Erizal Ginting, Kapolres Pematangsiantar AKBP Yogen Heroes Baruno SH SIK, Danki Brimob Pematangsiantar AKP Ronny Sario SH MH, Staf Ahli Dra Happy Oikumenis Daily, dan Ketua Maju Bumi Candra secara spontan memberikan surprise kepada Sekda Pematangsiantar Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi yang sedang berulang tahun.


Tampak hadir, Ketua Perwakilan Umat Buddha (Walubi) Pematangsiantar-Simalungun Susanto, Ketua Lembaga Keagamaan Buddha Indonesia (LKBI) Susanto Wijaya, Biksu Pranidana, Ketua Cen Fo Cong Kasogatan At Lian, Ketua Guang Ci Li Pohon, Camat Siantar Barat Herwan AR Saragih, Ketua Panitia Jimmy, Muda/Mudi Persaudaraan Pemuda Vihara Samiddha Bhagya, dan umat Buddha. 



(Gb-Riswan06)