
Besuk Suami Berujung Ricuh, Ucapan Petugas Lapas Samosir Picu Emosi Keluarga (25/2- Joshua/gb)
GREENBERITA.com–Ketegangan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Samosir, Sumatera Utara, Rabu (25/2/2026), saat keluarga seorang warga binaan terlibat adu argumen dengan petugas. Insiden itu kembali menyeret perhatian publik pada kasus meninggalnya seorang warga binaan bermarga Siregar yang dikenal dengan nama Army pada 6 Oktober 2025.
Peristiwa bermula ketika AN (28) datang untuk membesuk suaminya yang sedang menjalani masa tahanan dan dijadwalkan bebas pada 27 Februari 2026.
Saat mengurus izin besuk, AN mengaku dipersulit oleh salah seorang petugas lapas, Boby Sembiring, hingga terjadi perdebatan.
Menurut AN, petugas sempat mengeluarkan ucapan yang dinilai tidak pantas.
“Saya berhak memberikan waktu besuk atau tidak, saya orang hebat,” ujar AN menirukan perkataan petugas tersebut.
AN juga menyebut Boby sempat mengatakan bahwa suaminya telah ditetapkan sebagai tersangka dan berstatus tahanan Polres terkait kasus meninggalnya Army pada Oktober 2025.
“Katanya suami saya sudah tersangka dan sudah tahanan Polres soal kasus kematian Army, padahal surat penahanannya tidak ada,” ungkap AN.
Ucapan tersebut membuat AN tersinggung dan memanggil orang tua serta sejumlah kerabatnya ke Lapas Pangururan. Suasana di area lapas sempat memanas dan berlangsung selama beberapa jam.
Situasi mulai mereda setelah Boby Sembiring menyampaikan permohonan maaf dan klarifikasi kepada pihak keluarga.
“Saya meminta maaf atas kekhilafan saya dan tidak bermaksud mempersulit pihak keluarga untuk membesuk,” ujarnya.
Ia juga mengakui bahwa surat penahanan terhadap suami AN belum ada. Setelah permohonan maaf tersebut, pihak lapas memberikan kesempatan kepada AN untuk membesuk suaminya.
Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dan membubarkan diri dalam keadaan kondusif. Peristiwa ini kembali memunculkan ingatan publik terhadap kasus meninggalnya Army di dalam lapas beberapa bulan lalu, sekaligus menyoroti pentingnya etika pelayanan dan komunikasi petugas terhadap keluarga warga binaan.**(gb-ferndt 01)















