Kelangkaan Pupuk di Samosir, Kadis Pertanian: Pupuk Bersubsidi Hanya Untuk 9 Komoditas Strategis -->

VIDEO

Kelangkaan Pupuk di Samosir, Kadis Pertanian: Pupuk Bersubsidi Hanya Untuk 9 Komoditas Strategis

Selasa, 06 September 2022

GREENBERITA.com- Kelangkaan Pupuk yang terjadi dihampir semua kabupaten di Indonesia termasuk Kecamatan Pangururan di Kabupaten Samosir menjadi perhatian seluruh masyarakat khususnya para petani. 

Kepala Dinas Ketapang dan Pertanian Kabupaten Samosir Dr Tumiur Gultom menyatakan hal itu terjadi pasca keluarnya Permentan Nomor 10 Tahun 2022 tentang kebijakan terkait tata cara alokasi dan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi. 

"Mengklarifikasi pemberitaan tentang kelangkaan pupuk terjadi pasca keluarnya Permentan Nomor 10 Tahun 2022, sehingga pupuk bersubsidi ditujukan hanya untuk sembilan komoditas strategis," ujar Dr Tumiur Gultom pada rilis yang diterima greenberita pada Minggu, 4 September 2022.

Menurutnya, Permentan Nomor 10 Tahun 2022 telah mengeluarkan kebijakan terkait tata cara alokasi dan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di sektor pertanian sebagai langkah menghadapi gejolak kenaikan harga pangan dan energi global.

"Yang mana pupuk bersubsidi ditujukan untuk Sembilan komoditas strategis saja antara lain padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kopi dan kakao sehingga untuk komoditas lainnya dihapus dari daftar eRDKK sebagai penerima pupuk bersubsidi, " jelas Tiur Gultom. 

Dikatakannya, berdasarkan laporan dari petugas Dinas Pertanian sebagai penginput eRDKK, bahwa untuk tahun 2022 komoditi tanaman jagung tidak bisa dientri ke dalam aplikasi eRDKK,.

"Sehingga kebutuhan pupuk untuk tanaman jagung di entri ke menu tanaman pangan lainnya di dalam aplikasi, maka sejak tanggal 06 Juli 2022 sekaitan dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022 kebutuhan pupuk untuk tanaman pangan lainnya di hapus dari aplikasi dan menjadi Nol," ujar Tiur Gultom. 

Pihak Dinas Ketapang dan Pertanian Kabupaten Samosir mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara untuk melaporkan hal tersebut supaya aplikasi penginputan eRDKK dibuka kembali untuk dilakukan perbaikan data.

"Namun sampai hari ini server aplikasi belum dibuka," jelasnya. 

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Samosir juga telah menyurati Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi untuk usulan Realokasi Kebutuhan Pupuk Bersubsidi untuk sektor pertanian antar Kecamatan di Kabupaten Samosir.


(Gb-ferndt01)

Loading...