Notification

×

Iklan

Iklan

Pemberdayaan Sintua HKBP, Kapolres Samosir: Pandemi Covid-19 Meninabobokan Iman Jemaat

8 Apr 2022 | 17:58 WIB Last Updated 2022-04-08T10:58:06Z

 

Ephorus HKBP Pdt Dr Robinson Butarbutar Menyampaikan Apresiasi kepada Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon,(8/4/2022)



SAMOSIR,GREENBERITA.com- Pada awal terjadinya pandemi di tahun 2020, Kapolres Samosir menyatakan banyak umat Tuhan yang tidak dapat beribadah, ataupun bila beribadah hanyalah dilakukan dengan virtual akibat pembatasan kegiatan yang diterapkan oleh Pemerintah dalam mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di Indonesia. 


Pernyataan itu disampaikan Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon, SH., MH ketika tampil sebagai narasumber dalam kegiatan Pemberdayaan Sintua HKBP Distrik VII Samosir di Hotel Vantas, Sialanguan, Kecamatan Pangururan, Sumatera Utara pada Jumat, (8/4/2022). 


"Dan hal ini tentunya kita sadari atau tidak, langsung atau tidak langsung telah meninabobokan Iman kita karena terlena dengan keadaan oleh akibat pandemi Covid-19 tersebut," tegas Josua Tampubolon. 


Namun saat ini jemaat dapat bersyukur bahwa keadaan tersebut telah lebih baik dari sebelumnya karena langkah-langkah dan strategi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia yang salah satunya adalah percepatan Vaksinasi Covid-19 di berbagai daerah di seluruh Indonesia.


"Khusus bagi Kabupaten Samosir, saya mau menyampaikan bahwa Kabupaten kita saat ini merupakan peringkat pertama pencapaian vaksinasi Covid-19 dari seluruh Kab/Kota se Sumatera Utara, dibuktikan dengan penghargaan yang diberikan oleh Dinkes Provinsi Sumatera Utara kepada Dinas Kesehatan kita dan penghargaan (reward) dari Kapolda Sumut kepada Polres Samosir untuk kategori capaian vaksinasi umum 70% tercepat di jajaran Polda Sumut dan Kategori Capaian Vaksinasi Lansia dan Anak tercepat," ujar Josua Tampubolon. 


Bahkan pada Senin, tanggal 22 Februari 2022 yang lalu, Polres Samosir juga menerima penghargaan "PRESISI REWARD" dari Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (LEMKAPI) atas keberhasilan capaian Vaksinasi di wilayah Kabupaten Samosir.


"Semua ini tentunya bisa tercapai berkat kerjasama dari seluruh pihak dan elemen masyarakat, termasuk amang/inang semua yang ada di sini selaku Tokoh agama di lingkungan masing-masing untuk mensosialisasikan percepatan vaksinasi ini kepada masyarakat," ucap Kapolres Samosir. 


Berdasarkan data dari Dinkes Samosir per tanggal 7 April 2022, capaian Vaksinasi Dosis 1 di Samosir telah mencapai 116.627 orang (98,0%), dosis 2 sebanyak 108.757 (91,36%) dan dosis 3 (booster) sebanyak 49.902 (58,3%).


"Demi mempercepat vaksinasi Covid-19 di Samosir, kami butuh dukungan dari semua pihak karena kami tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dari amang/inang, kita semua yang ada di sini," pinta Kapolres Samosir. 


Menurut rencana, pada Sabtu tanggal 16 April 2022, Polres Samosir bekerjasama dengan HKBP Distrik VII Samosir berencana akan mengadakan vaksinasi khusus kaum lansia HKBP.


"Jadi sekali lagi mohon dukungannya dari kita semua yang ada di sini dengan mensosialisasikan kepada warga Gereja kita yang belum divaksinasi dosis 1, 2 dan 3 agar segera divaksinasi demi kesehatan kita bersama," pungkas Kapolres Samosir AKBP Josua Tampubolon. 


Terkait urgensi kegiatan Pemberdayaan Sintua di HKBP, Kapolres Samosir menyatakan bahwa dalam Gereja HKBP, para penatua (sintua) merupakan salah satu pelayan tahbisan (partohonan), yang tugasnya cukup holistik (utuh) dan menyeluruh dalam mendukung dan bekerjasama dengan pelayan penuh waktu (fulltimer). 


"Namun implementasi para parhalado (sintua) akan tugas dan tanggungjawab sebagaimana yang digariskan masih belum terasa," tegas AKBP Josua Tampubolon. 


Dia menyatakan bahwa Sintua memang perlu mendapatkan pemberdayaan dalam pelaksanaan tugasnya. 


"Maka untuk itu diperlukan suatu upaya pemberdayaan Sintua agar apa yang menjadi tugas dan tanggungjawab yang diamanatkan dapat dirasakan manfaatnya bagi peningkatan kualitas iman warga gereja (umat)," harap Kapolres Samosir. 


Kapolres Samosir menyinggung bahwa saat ini seluruh dunia masih dilanda oleh pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan akan berakhir, serta jemaat yang diperhadapkan dengan kehidupan yang sudah memasuki era Revolusi Industri 4.0.


"Hal ini tentunya menjadi tantangan dalam kemajuan kehidupan kerohanian Gereja Tuhan," jelas AKBP Josua Tampubolon. 


Kita dapat melihat dan merasakan kualitas keimanan Gereja Tuhan akhir-akhir ini sudah semakin menurun. Maka peran serta dari penatua sangatlah dibutuhkan untuk meningkatkan kembali kualitas iman dari warga Gereja di lingkungannya masing-masing.


"Tentunya hal ini bukanlah segampang kita membalikkan telapak tangan kita, karena hal tersebut tentunya harus dimulai dari diri kita sendiri khususnya Bapak/Ibu yang mengambil tugas pelayanan di Gereja," tambah Kapolres Samosir. 


Seorang pelayan gereja harus memiliki wibawa dalam melakukan pelayanan dalam gereja agar pelayanan yang diberikan kepada anggota jemaat bisa diterima dengan baik, dihargai, dan dihormati oleh anggota jemaat.


"Seorang pelayan gereja (penatua) juga  harus bisa menjadi saksi dan terang dalam perkataan, tindakan dan perbuatan di lingkungan gerejanya. Tidak hanya saat menjalankan tugas pelayanan pada hari Minggu saja, namun setiap saat dalam kehidupannya harus bisa dan mampu menteladani cara hidup yang diajarkan oleh Tuhan Yesus Kristus," ujarnya.



(Gb-ferndt01)