Petani Keluhkan Layanan, Ober Gultom: Direktur RSUD Samosir Fokuslah Pelayanan -->

VIDEO

Petani Keluhkan Layanan, Ober Gultom: Direktur RSUD Samosir Fokuslah Pelayanan

angga sagala
Minggu, 26 September 2021

RSUD HADRIANUS SINAGA

SAMOSIR, GREENBERITA.com -
Para petani Samosir yang bergabung dalam Serikat Tani Kabupaten Samosir (STKS) berkumpul dan berdiskusi merayakan Hari Tani ke-61 di Puro Coffe and Resto di Kompleks Kantor Praeses HKBP Distrik VII Samosir, Pangururan pada Jumat, 24 September 2021.


Didampingi KSPPM, STKS mengundang para jurnalis untuk berdiskusi dan menyampaikan persoalan yang terjadi ditengah para petani Samosir saat ini.


Isu kelangkaan pupuk dan teknologi pertanian, kesehatan serta isu pendidikan dan bibit serta irigasi menjadi topik-topik diskusi yang disampaikan para petani yang hadir sebagai pembicara.


Dibidang kesehatan, STKS menyatakan ada masyarakat Palipi yang tidak bisa di vaksin karena alasan kesehatan, ketika dia hendak berobat ke RS, dia ditolak karena tidak memiliki surat vaksin.


"Padahal para Disabilitas mengalami kesulitan untuk hadir di tempat vaksin," ujar Narisa Simanjuntak, seorang petani dari Kecamatan Ronggurnihuta.


Dia juga menyinggung Program Jaminan Kesehatan Daerah di Kabupaten Samosir di APBD Samosir 2020 yang mencapai anggaran 3,4 Miliar rupiah.


"Tentunya dengan anggaran yang cukup besar ini dapat dirasakan oleh masyarakat petani Samosir sebagai penerima bantuan iuran," harap Narisa Simanjuntak.


Perempuan yang aktif di STKS ini meminta manajemen RSUD Hadrianus Sinaga menghentikan tindakan diskriminasi terhadap pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS.


"Stop tindakan diskriminasi terhadap peserta BPJS dengan lebih mengutamakan pelayanan terhadap pasien mandiri, karena BPJS juga dibayar negera dari pajak rakyat," ujar Narisa Simanjuntak.


Menyikapi ini, seorang tokoh perantau Samosir, Ir Ober Gultom MT secara tegas meminta Direktur RS Hadrianus Sinaga untuk hanya fokus dalam melayani masyarakat khususnya petani Samosir.


"Kepala rumah sakit itu fokus aja urusin kesehatan masyarakat," ujar Ober Gultom ketika berbincang dengan Greenberita pada Sabtu, 25 September 2021.


Dia bahkan meminta Direktur RSUD Hadrianus Sinaga jangan ngurusin proyek apalagi berpolitik.


"Cukup fokus aja meningkatkan pelaysnan masyarakat serta meningkaykan kelas rumah sakit (Hadrianus Sinaga, red)," tambah Ober Gultom.


Secara tegas Ober Gultom juga menyatakan bahwa layanan BPJS adalah gratis dan sama tingkat pelayanannya dengan pasien mandiri.


"Jangan lagi ada diskriminasi kepada para petani, karena saya yakin itu target pro perubahan yang diusung Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom dan Wabup Samosir Martua Sitanggang," pungkasnya.


Sementara itu, ketika dikonfirmasi greenberita melalui 2 nomor selulernya, Direktur RSUD Hadrianus Sinaga tidak dapat dihubungi.


Greenberita menghubungi KTU RSUD Hadrianus Sinaga, Hara Galingging dan menyatakan pihaknya tetap fokus melayani warga Samosir.


Ketika dikonfirmasi terkait tudingan Direktur RSUD Hadrianus Sinaga bermain proyek, Hara Sigalingging berdalih itu tidaklah benar.


"Artinya yang disebutkan orang orang itu tidak peduli saya, seluruh pemenang kegiatan itu sudah saya evaluasi sesuai dengan tahun tahun lalu pengalaman saya dan yang tidak bisa berkomitmen tidak saya kami kasih menang," terang Hara Sigalingging.


Ketika dikonfirmasi apakah ada penjelasan dari Direktur RSUD Hadrianus Sinaga kepada perusahaan yang tidak dimenangkan.


"Memang tidak kita kasih surat kepada perusahaan perusahaan itu bahwa mereka tidak kita menangkan," pungkas Hara Sigalingging.


Sebelumnya diberitakan STKS Samosir minta momentum Peringatan HTN ini membawa semangat perubahan nasib kaum tani dengan penyediaan tanah bagi petani. 

"Kami akan tetap bertekad untuk berjuang dan meningkatkan peran petani di semua bidang secara teroganisir dalam Serikat Tani Kabupaten Samosir (STKS), yang merupakan kelanjutan dari Organisasi Forum Petani Samosir Sekitarnya (Fortase) yang didirikan pada 18 April 2005 di tengah-tengah semangat perubahan yang bercita-cita untuk mewujudkan Petani Mandiri, Sejahtera dan Berdaulat," ujar Ketua STKS Samosir, Esbon Siringoringo.


"Kami berharap agar para petani yang menjadi profesi terbanyak yaitu sekitar 80 persen di Samosir mendapatkan perhatian dari pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan kami,"' tambahnya.


Hadir dalam kegiatan tersebut Angel Manihuruk dari KSPPM, Zefri Siboro, Jonter Simbolon, Tiurina Simbolon, Kaslem Situmorang, Paler Sitanggang, Nurita Simbolon, Narisa Simanjuntak dari STKS dan Pdt Samuel Sihombing dari Puro Coffe and Resto.

(GB-ferndt01)

Loading...