Dendam Lama dan Tanah Warisan Jadi Motif Pembunuhan Rianto Simbolon -->

VIDEO

Dendam Lama dan Tanah Warisan Jadi Motif Pembunuhan Rianto Simbolon

Green Berita
Jumat, 14 Agustus 2020

SAMOSIR,GREENBERITA.com- Kepolisian Resor Samosir melakukan konferensi pers atas kasus pembunuhan sadis Rianto Simbolon (41) di Mapolres Samosir, Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Sumatera Utara, pada Jumat, 14 Agustus 2020.

Dari keterangan empat orang pelaku pembunuhan, ternyata dendam lama dan masalah warisan tanah menjadi motif para pelaku melakukan pembunuhan sadis kepada korban.

"Betul, dari hasil penyelidikan kami ada juga terkait dendam lama bahwa diungkapkan dia, kakeknya (pelaku, red) dibunuh oleh kakeknya (korban, red) sewaktu pelaku masih kecil," ujar Kapolres Samosir AKBP Muhammad Saleh.

Namun menurut Kapolres Samosir, yang lebih utama adalah masalah tanah warisan dari kakek  korban dan pelaku yang masih satu marga dan hubungan fam yang sangat dekat.

"Yang lebih dalam adalah masalah tanah warisan dari kakek mereka," jelasnya.

Ketika hal tersebut dikonfirmasi kepada pengacara korban, Dwi Sinaga, SH.,MH mengatakan hal tersebut tidak diketahuinya.

"Masalah dendam lama itu belum pernah kami dengar selama ini, justru sekitar 14 tahun lalu salah satu pelaku P Snr (40) pernah membacok pelaku dan mengenai telapak tangan korban," jelas Dwi Sinaga.

Konferensi Pers terkait kasus pembunuhan berencana ini juga dihadiri Wakapolres Samosir Kompol Affandi, Kepala Satuan (Kasat) Reskrim AKP Suhartono, Kanit Pidum Ipda Evan serta anggota Satreskrim Polres Samosir.

Sebelumnya diberitakan, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Samosir melakukan penangkapan atas empat pelaku pembunuhan sadis Rianto Simbolon hanya dalam kurang dari 24 jam.

Pembunuhan tersebut terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.30 Wib dan Reskrim Polres telah melakukan penangkapan kepada para pelaku sekitar pukul 17 Wib.

"Ini berdasarkan kejelian dan hasil olah TKP dan termasuk peran serta masyarakat yang mau memberikan informasi-informasi kepada petugas," pungkas AKBP. Muhammad Saleh. *** (gb-elim09)

Loading...