Notification

×

Iklan

Iklan

Miris, Bayi Perempuan Dibuang di Perkebunan Simalungun

27 Apr 2020 | 16:47 WIB Last Updated 2020-08-26T06:03:47Z
SIMALUNGUN. GREENBERITA.com || Kepolisian Sektor (Polsek) Perdagangan, menyelidiki kasus bayi yang ditemukan di area perkebunan PT Sipef, Nagori Kerasaan II, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Minggu, 26 April 2020.

Kepala Polsek Perdagangan Ajun Komisaris Polisi Supendi, mengatakan bayi tersebut ditemukan dalam kondisi dibalut selendang bercorak batik dan tali pusarnya masih terlihat.


"Kita masih fokus penanganan perkaranya, bayi terlihat sehat. Bayi diduga masih baru, karena tali pusarnya masih menempel," ucapnya, yang dilansir dari Tagar.id . Senin, 27 April 2020.

Dikatakannya, bayi berjenis kelamin perempuan dengan panjang 50 sentimeter, berat 3.200 gram, dan tali pusar sepanjang 5 sentimeter. Kata dia, bayi pertama kali ditemukan salah seorang warga setempat bernama Fajar, 30 tahun.

"Saat itu, Fajar sedang mencari lidi dan ia mendengar suara bayi sedang menangis," ujar Supendi.

Mendengar tangisan itu, sebutnya, Fajar kemudian mencari dan menemukan bayi mungil itu. Fajar lalu mengabarkan temuan bayi itu kepada sekuriti kebun PT Sipef. 

"Saat ini bayi sudah berada di Puskesmas Kerasaan untuk mendapat perawatan medis," ujar Supendi.

Kepala Puskesmas Kerasaan dr Bontur Manurung, ketika dihubungi membenarkan pihaknya tengah menangani bayi tersebut. Bontur memastikan kondisi bayi sehat. "Usia masih di bawah tujuh hari, menurutku cantik," katanya.

Bontur menambahkan, pihaknya saat ini tengah fokus menangani kesehatan bayi dan tetap berkoordinasi dengan kepolisian, kecamatan, dan dinas sosial, bagaimana kelanjutan nasib bayi.

"Saya serahkan ke pihak yang lebih kompeten, apa keputusan mereka kita ikuti," ungkapnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Wasin Sinaga, mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun tengah menindaklanjuti temuan bayi itu. 

"Yang pastinya Pemkab Simalungun menelusuri atau menindaklanjuti tentang status anak itu, siapa sebenarnya orangtuanya," ujar Wasin.

Penemuan bayi ramai dibicarakan, terutama di media sosial. Disinggung jika ada warga atau pihak lain ingin mengadopsi, Wasin menyerahkan keputusan kepada pimpinannya. Sementara ini, belum ada keterangan resmi dari Dinas Sosial Kabupaten Simalungun. 

(gb/ars-rel)