Notification

×

Iklan

Iklan

PHRI Nilai Pemkab Samosir Lambat Tangani Pencegahan Covid-19

22 Mar 2020 | 20:20 WIB Last Updated 2020-03-22T13:28:59Z
SAMOSIR,GREENBERITA.com- Para pelaku wisata di Kabupaten Samosir yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyayangkan lambatnya kinerja Pemerintah Kabupaten Samosir melakukan penanganan pencegahan penularan Virus Corona atau Covid 19 di lokasi wisata yang ada di Samosir.

Hal itu disampaikan Ketua PHRI Kabupaten Samosir Annette Horschma Sialagan ketika dikonfirmasi tagar pada Minggu, 22 Maret 2020.

"Kita sayangkan tidak adanya pemeriksaan segera suhu tubuh disetiap pintu masuk Samosir di setiap kapal dan fery, harusnya mula-mula ada isu Corona tindakan pencegahan itu harus segera dilakukan. Kita disini di pulau beruntung, sebenarnya sangat gampang kita melakukan isolir dan pencegahan di pintu masuk dan harusnya itu dilakukan sudah lama ya," ujar Annete.

Menurut Annette, di lokasi yang banyak wisatawannya seperti Tomok dan Tuktuk sampai saat ini tidak ada pemeriksaan apapun untuk melakukan pencegahan Virus Corona.

"Saya dapat informasi disini sudah cukup banyak penduduk lokal yang sakit batuk dan flu terutama anak-anak sekolah sebelum sekolah diliburkan kemarin, kita juga sayangkan karena tidak ada tes kit di Samosir untuk memastikan itu," tambahnya.

Lokasi wisata milik pemerintah pun belum ada dlakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi para pendatang dan petugas pun tidak menanyakan asal wisatawan, apakah dari daerah KLB (kejadian luar biasa) seperti Jakarta dan lainnya.

"Mana ada pemeriksaan itu, padahal di daerah lain tempat yang ramai sudah di tutup seperti karoeke, kafe hiburan malam tapi disini (Samosir,red) masih buka dan masih bisa berkumpul disiut," pungkas Annette.

Persoalan ketiadaan masker dan Hand Sanitizer yang sulit di dapat di Samosir juga menjadi salah satu kekesalan Annete. "Masker dan hand sanitizer susah dicari dan bahkan surat edaran pun tidak ada kita terima sebagai pengurus PHRI, hanya dari WA saja," pungkasnya.

Untuk mengakali ketiadaan Hand Sanitizer ini, Annette sebagai Ketua PHRI Samosir telah membuat senidiri sebuah campuran yang aman untuk digunakan sebagai Hand Sanitizer dan telah membagikan kiat ini kepada pemilik hotel di Samosir.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Sekretaris Daerah Jabiat Sagala sebagai Ketua Gugus Tugas Penanganan Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Samosir, menyatakan akan mulai melakukan tindakan pencegahan di pintu masuk mulai Senin,23 Maret 2020.

"Besok itu (23/3/2020), kita mulai rencana aksi bahkan untuk objek wisata yang kita punya mau ditutup dulu untuk sementara selama 2 minggu dari mulai besok," ujar Jabiat Sagala.
Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Samosir, Jabiat Sagala
Bagi lokasi wisata yang non-pemerintah, Pemkab Samosir hanya bisa menghimbau dengan menyiapkan fasilitas yang standard. "Contohnya seperti Pantai Batu Hoda, kita akan minta menyiapkan alat pegukur suhu tubuh infra red dan hand sanitizer yang standar," tegasnya.

Untuk upaya pencegahan masuknya Virus Corona melalui para pendatang dipintu-pintu masuk ke Samosir, Pemkab Samosir hanya baru dapat menyiapkan alat pengukur suhu dan pemeriksaan untuk sementara hanya di 6 titik dari 10 titik yang ada di Samosir.

"Karena terbatasnya alat pengukur suhu tersebut, dan kami sudah cari dipasar tapi sulit didapat," ujarnya.

Pemeriksaan sementara ada di Tele, Pelabuhan Simanindo, Pelabuhan Tomok, Pelabuhan Ambarita, Pelabuhan Pariwisata dan Pelabuhan Lopo Parindo.

Untuk di Tele, petugas akan melakukan pemeriksaan di Menara Pandang Tele selama 24 jam dengan pembagian tiga ship setiap harinya. "Petugasnya ada Polri, TNI dan Pemkab Samosir," pungkasnya.

(gb-andrey regar)