Baru Setahun Dibangun, Tali Air di Desa Turpuk Malau Samosir Sudah Rubuh

VIDEO

Baru Setahun Dibangun, Tali Air di Desa Turpuk Malau Samosir Sudah Rubuh

Green Berita
Kamis, 31 Oktober 2019

Baru Setahun di Bangun, Pembangunan Tali Air pada Pembukaan Jalan di Desa Turpuk Malau Kecamatan Harian Sudah Roboh dan Tidak Dapat Digunakan
HARIAN,GREENBERITA.com- Pembukaan jalan dengan menggunakan anggaran dana desa sebesar Rp. 274 juta rupiah di Desa Turpuk Malau Kecamatan Harian, Samosir Sumatera Utara diduga asal jadi, bahkan gorong-gorong ditiga titik dan tali air disamping jalan kondisi bangunannya saat ini amburadul tanpa urukan dan tali air pun telah rubuh dan ambruk.

Lebih ironisnya lagi, pembukaan jalan dengan dana desa itu ternyata tidak berfungsi padahal baru setahun dibuka, bahkan saat ini jalan masuk dan jalan keluar sudah tidak ada. 


Hal ini disampaikan Anggota BPD (Badan Permusyawaratan Desa) Turpuk Malau kepada greenberita pada Rabu, (30/10/2019). Menurutnya bahkan saat ini ditengah jalan itu sudah ditanami jagung oleh warga karena tidak difungsikan.

"Ada anggaran desa tahun 2018 sebesar Rp. 274 juta untuk pembukaan jalan di Malau. Namun dana yang besar ini sangat mubazir dan sia-sia karena jalan yang baru dibuka tahun lalu itu tidak berfungsi dan saat ini tertutup karena jalan masuk dan jalan keluar tidak ada dan hanya ditengah. Karena tidak difungsikan untuk jalan, warga kembali menanami tanahnya dengan jagung," ujar Saor Tampubolon. 

Pada saat pembangunan pun,kepala desa secara sepihak melakukan pergantian Ketua TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) yang sebelumnya dipilih secara musyawarah dalam rapat desa. TPK sendiri bertugas dalam pengawasan pekerjaan, pengadaan barang dan pekerja proyek dana desa.

Sementara itu, Ketua LSM KPPPI Kabupaten Samosir menyayangkan pembangunan yang merugikan uang rakyat ini dan meminta aparat hukum dapat segera menindaklanjuti laporan BPD Desa Turpuk Malau tersebut.

"Kita sangat menyayangkan pembukaan pembangunan jalan yang sia-sia karena tidak berfungsi ini. Sayang sekali uang negara ratusan juta yang mubazir itu, seharusnya dapat digunakan rakyat desa itu untuk kegiatan lainnya. Karenanya saya berharap aparat hukum dapat menindaklanjuti masalah ini segera," ujar Ranto Limbong, Ketua LSM KPPPI Samosir .


Karena tidak berfungsi, pembukaan jalan yang dibangun 2018 akhirnya ditutup warga
Kedepannya, Ranto Limbong juga meminta warga desa tersebut untuk cerdas memilih calon kepala desa yang diduga melakukan kerugian atas uang negara sehingga tidak terulang lagi kedepannya.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Kajari Samosir melalui Kasi Intel Aben Situmorang, SH mengatakan akan menindaklanjuit masalah ini karena Kejaksaan melalui TP4D yang melakukan pendampingan kegiatan ini.

"Kami terima laporan ini dan akan menindaklanjutinya dengan melakukan pulbaket atas data yang ada dilapangan dan menelusuri kerugian negara disana," tegas Aben Situmorang.


Tonton Wawancara Greenberita dengan Anggota BPD Turpuk Malau,Kecamatan Harian:

Loading...