Notification

×

Iklan

Iklan

Pj Sekda Timur Tumanggor Serukan Sinergi Lawan Rabies, Sumut Bidik 15 Ribu Vaksinasi Hewan

26 Sep 2026 | 18:11 WIB Last Updated 2026-09-26T11:11:41Z

Pj Sekretaris Daerah Sumut Timur Tumanggor buka Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day (WRD) Tahun 2026 di Lapangan Astaka Medan Sport Center, Deliserdang, Sabtu (26/9- fando/gb)
GREENBERITA.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) memperkuat upaya membangun sektor peternakan yang produktif dan berdaya saing sekaligus meningkatkan perlindungan masyarakat dari penyakit rabies.


Komitmen tersebut ditegaskan melalui Bulan Bakti Peternakan dan World Rabies Day (WRD) 2026 yang digelar di Lapangan Astaka Medan Sport Center, Jalan William Iskandar, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (26/9/2026).


Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Timur Tumanggor mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan hewan, peternak, pelaku usaha, komunitas dan masyarakat untuk mendukung target Indonesia bebas rabies pada 2030.


“Peternakan yang maju, masyarakat sehat. Kita ingin mendorong peternakan di Sumatera Utara naik kelas melalui peningkatan kualitas bibit, pakan yang sehat, hilirisasi, serta penguatan kesehatan hewan dan masyarakat,” katanya.


Timur menegaskan, Bulan Bakti Peternakan dan WRD bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bentuk komitmen bersama dalam membangun sektor peternakan sekaligus meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat.


“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama, berkolaborasi, dan mencurahkan tenaga serta pikirannya sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik,” ujarnya.


Menurut Timur, sektor peternakan berperan penting dalam pembangunan Sumut karena menghasilkan pangan bergizi seperti daging, telur dan susu, sekaligus menjadi sumber penghidupan, membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan perekonomian masyarakat.


Karena itu, pembangunan peternakan diarahkan agar semakin produktif, berdaya saing, ramah lingkungan dan mampu meningkatkan kesejahteraan peternak. Peningkatan produksi juga harus dibarengi penguatan kesehatan hewan, keamanan pangan asal hewan serta kesejahteraan hewan.


Untuk pengendalian rabies, Timur mengatakan kolaborasi diperlukan antara pemerintah, tenaga kesehatan hewan, organisasi profesi, pemerintah kabupaten/kota, komunitas pecinta hewan hingga pemilik hewan peliharaan.


Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan pelayanan kesehatan hewan, perluasan cakupan vaksinasi dan edukasi masyarakat guna memperkuat kontribusi Sumut terhadap target Indonesia bebas rabies pada 2030.


“Sinergi antara pemerintah, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat harus terus diperkuat, karena tantangan di sektor peternakan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja,” katanya.


Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumut Chalikul Bahri mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, rangkaian WRD bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan rabies dan kesejahteraan hewan.


“Rabies adalah penyakit yang dapat dicegah, tetapi tetap memerlukan kewaspadaan, kedisiplinan, dan kerja sama dari semua pihak,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut Fariz Haholongan Hutagalung mengatakan Bulan Bakti Peternakan berlangsung pada 26–27 September 2026.


Sejumlah kegiatan digelar, di antaranya kontes hewan kesayangan, khususnya anjing dan kucing, yang memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Utara. Pemprov Sumut juga menyediakan pelayanan pengobatan dan vaksinasi hewan secara gratis serta pengendalian populasi melalui kastrasi dan sterilisasi kucing maupun anjing.


Dalam rangka WRD 2026, Pemprov Sumut melaksanakan vaksinasi rabies massal dengan target 15.000 ekor hewan. Langkah tersebut ditujukan untuk memperluas perlindungan terhadap hewan sekaligus menjaga keselamatan masyarakat.


“Selain vaksinasi, Bulan Bakti Peternakan juga diisi dengan pembagian 50 ribu butir telur serta kegiatan makan telur bersama sebanyak 10 ribu telur secara gratis kepada masyarakat,” katanya.


Turut hadir sejumlah pimpinan OPD Sumut, Kepala Balai Veteriner Medan Arif Hakim, para kepala daerah secara daring, akademisi, pelaku usaha peternakan serta komunitas pecinta hewan.**(Gb-fando01)