Notification

×

Iklan

Iklan

Lima Uskup dan 200 Pastor Takjub di Sibeabea, Patung Yesus Jadi Magnet Wisata Religi Samosir

21 Sep 2026 | 12:41 WIB Last Updated 2026-09-21T06:12:55Z

Patung Yesus Kristus Sang Penyelemat di Bukit Sibeabea dikunjungi 5 Uskup dan 200 Pastor dari Seluruh Keuskupan di Indonesia serta Timor Leste yang dipimpin Uskup Medan Mgr. Kornelius Sipayung (17/9- fando/gb)
GREENBERITA.com- Pesona alam Danau Toba berpadu dengan kemegahan Patung Yesus Kristus Sang Penyelemat di Bukit Sibeabea, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, menarik perhatian lima uskup dan sekitar 200 pastor dari berbagai keuskupan di seluruh Indonesia serta Timor Leste.


Rombongan tersebut mengunjungi kawasan Bukit Sibeabea pada Kamis (17/9/2026) sebagai bagian dari rangkaian Musyawarah Nasional ke-XV Unio Indonesia (Munas Unindo) yang berlangsung di Pematangsiantar pada 14-18 September 2026.


Rombongan dipimpin langsung oleh Uskup Keuskupan Agung Medan Mgr. Kornelius Sipayung, OFM. Cap. Munas Unio Indonesia merupakan pertemuan tingkat nasional bagi para imam diosesan atau pastor projo atau imam praja dari seluruh keuskupan di Indonesia dengan mengusung tema persaudaraan imam dan spiritualitas digital.


Uskup Keuskupan Medan Mgr. Kornelius Sipayung menyambut baik sambutan hangat pembina dan pengurus Yayasan Jadilah Terang Danau Toba sebagai pengelola Bukit Sibeabea yang dipimpin Tokoh Nasional dari Tanah Batak, Sudung Situmorang dan Alamson Situmorang.


Uskup Keuskupan Agung Medan Mgr Kornelius Sipayung sampaikan salam sukacita bagi seluruh masyarakat Indonesia dan mengajak untuk melakukan wisata ke Patung Kristus Sang Penyelemat di Bukit Sibeabea, Samosir
Menurut Uskup Medan, keberadaan Yayasan Jadilah Terang Danau Toba telah turut memancarkan pesona Sibeabea sebagai kawasan wisata religi dan budaya Pulau Samosir ke tingkat nasional melalui Bukit Sibeabea.


"Terimakasih kepada pembina dan pengurus Yayasan Jadilah Terang Danau Toba yaitu Bapak Sudung Situmorang dan Alamson Situmorang, kami dari para uskup dan pastor dari seluruh Indonesia mengucapkan terimakasih atas penyambutan dan keramahtamahan menerima para hamba Tuhan sehingga kami semuanya bersukacita," ujar Mgr Kornelius Sipayung.


Ia bahkan berjanji akan mempromosikan Bukit Sibeabea ke seluruh dunia. Tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai wisata religi untuk semakin mengenal kebaikan dan karya keselamatan Yesus Kristus Sang Penyelemat.


"Patung ini adalah yang tertinggi di Indonesia melewati Patung Yesus yang di Brazil, dengan tinggi 61 meter dengan filosofi 6 hari kerja dan 1 hari memuji Tuhan," jelas Mgr Kornelius Sipayung dihadapan 4 uskup dan ratusan pastor yang hadir di Bukit Sibeabea.


Mgr Kornelius juga menjelaskan bahwa Patung Yesus Kristus Sang Penyelemat diresmikan dan diberkati langsung oleh Paus Fransiskus ketika datang ke Indonesia beberapa waktu lalu.


"Objek wisata ini sangat viral dan sering terjadi antrian ribuan mobil dan motor untuk masuk ke Bukit Sibeabea ini, dan kalangan wisatawan datang dari berbagai agama dan kepercayaan untuk menikmati keindahan Bukit Sibeabea ini," ungkapnya.


Dalam kunjungan tersebut hadir Uskup Keuskupan Tanjung Karang, Uskup Keuskupan Maumere, Uskup Keuskupan Padang dan Uskup Keuskupan Semarang.

Para Uskup dan Pastor se-Indonesia Lakukan photo bersama persis di depan Patung Kristus Sang Penyelemat
Turut hadir Reverendus Dominus Bernard Sijabat selaku Ketua Unio Keuskupan Agung Medan/Pastor Paroki Santa Maria Bunda Karmel sebagai Ketua Pelaksana Munas Unio Indonesia Tahun 2026, serta Reverendus Dominus Sudi Monang Sinaga-Pastor Paroki Gembala Yang Baik Lubukpakam sebagai Sekretaris 1 Unio Indonesia Tahun 2026.


Setelah menikmati keindahan alam dan pesona religi Patung Yesus Kristus Sang Penyelemat serta berfoto bersama, rombongan disambut dengan snack ringan berupa makanan dan minuman khas Batak.

Terlihat Para Uskup dan Pastor menikmati Snack ringan khas Batak yaitu Lappet, Pisang dan Kopi Samosir sembari Nikmati Keindahan Bukit Sibeabea
"Terimakasih atas kehadiran seluruh rombongan uskup dan para pastor dari seluruh Indonesia, kami berdoa perjalanan wisata religi semuanya dilindungi Tuhan Yesus sampai kembali ketempat pelayanan nya," ujar Manager Operasional Bungaran Pasaribu.


Kunjungan tersebut semakin bernuansa religius dengan iringan musik rohani dari saxophone, terompet dan gitar. Alunan musik itu mengiringi rombongan uskup dan pastor sekaligus menguatkan suasana iman akan keagungan alam ciptaan Tuhan di Pulo Samosir.**(Gb-ferndt01)