Notification

×

Iklan

Iklan

Lantik Tiga Pejabat, Gubsu Bobby Gebrak Disbudparekraf: Jangan Sekadar Seremonial, Kejar Wisatawan

18 Sep 2026 | 21:26 WIB Last Updated 2026-09-18T14:26:10Z

Gubsu Bobby Afif Nasution didampingi Wagubsu Surya, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor melantik dan ambil sumpah janji jjabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprovsu, di Aula TRN Rumdis Gubernur, Medan, Jumat (18/9- Ferndt/gb)
GREENBERITA.com- Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta tiga pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik segera bekerja dengan target pembangunan yang terukur dan berbasis data.


Penegasan itu disampaikan Bobby saat melantik tiga pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Jumat (18/9/2026).


Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan berlangsung di Aula TRN, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan.


Tiga pejabat yang dilantik yakni Terang Dewi Susantri Ujung sebagai Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rudi Hadian Siregar sebagai Kepala Biro Umum Setdaprov Sumut, serta Evan Botung Daulay sebagai Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut.


"Harapan kami, anda bisa menjalankan amanah, tugas dengan sebaiknya. Karena jabatan itu nantinya harus anda pertanggungjawabkan, terutama di hadapan Tuhan Yang Maha Esa," ujar Gubernur didampingi Wakil Gubernur Surya, Pj Sekdaprov Timur Tumanggor serta seluruh pimpinan OPD Pemprov Sumut.


Dalam sambutannya, Bobby menekankan pentingnya target capaian pembangunan di setiap sektor. Khusus sektor pariwisata, pemerintah diminta melakukan intervensi yang tepat agar jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Sumut terus meningkat.


"Saya berharap selesai pelantikan, bagaimana bisa meningkatkan jumlah wisatawan melalui berbagai event. Bukan harus seremonial, yang terpenting berbasis data yang akurat, apa yang harus diintervensi oleh Pemprov Sumut," jelas Gubernur Bobby Nasution.


Menurut Bobby, pengembangan sektor pariwisata tidak cukup hanya dengan menggelar berbagai kegiatan. Diperlukan perencanaan yang baik, target capaian yang jelas serta kolaborasi lintas OPD, termasuk dukungan pembangunan infrastruktur.


"Jumlah wisatawan kita ini sangat rendah, 200 ribu (kunjungan) per tahun. Sedangkan di tempat lain, bahkan provinsi di negara tetangga angkanya bahkan di atas 2 Juta, dan kita hanya 10 persennya. Targetnya juga bukan hanya jumlah kunjungan, tetapi berapa lama wisatawan itu tinggal, dimana semua OPD juga mendukung Disbudparekraf," jelas Gubernur Bobby Nasution.


Sementara kepada Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Evan Botung Daulay, Bobby meminta penguatan kolaborasi dengan dunia industri, sektor pertanian dan perikanan, serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).


Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk merespons berbagai keluhan masyarakat, terutama terkait stabilitas harga bahan pokok.


"Perhatikan indikator makro ekonomi, dan jadilah orang tua bagi BUMD serta jangan mempersulit rencana bisnis," ujar Bobby.


Sedangkan kepada Kepala Biro Umum Setdaprov Sumut Rudi Hadian Siregar, Bobby menekankan pentingnya efisiensi penggunaan anggaran dalam setiap kegiatan.


Belanja pemerintah, menurutnya, harus memperhatikan efektivitas, manfaat, dan kebutuhan kerja.


"Untuk kita semua, tolong jauhi korupsi, pungli atau hal yang merugikan masyarakat, merugikan keuangan negara. Apalagi beberapa waktu lalu kita baru dengar paparan dari KPK," sebut Gubernur.


Senada dengan pesan tersebut, Kepala Disbudparekraf Sumut Terang Dewi Susantri Ujung mengatakan akan menjalankan tugas sesuai instruksi Gubernur Sumut Bobby Nasution.


Pihaknya juga akan menyusun rencana pembangunan dan target capaian yang terukur, terutama untuk pelaksanaan program pada tahun anggaran 2027.**(Gb-ferndt01)