GREENBERITA.com- Upaya menekan penyebaran Tuberkulosis (TBC) di Kota Medan diperkuat dengan strategi penemuan kasus secara aktif hingga tingkat rumah tangga. Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Puskesmas Medan Labuhan melakukan penelusuran (tracing) TBC terhadap 100 warga di Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan.
Kepala Puskesmas Medan Labuhan dan Lurah Sei Mati Turun ke Lapangan, 100 Warga Diburu untuk Tracing TBC (11/8- Ferndt/gb)
Kegiatan tersebut digelar di halaman Gereja HKBP Sei Mati, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, sekaligus dirangkai dengan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Aksi lapangan ini dipimpin langsung Kepala Puskesmas Medan Labuhan, dr. Imelda Iriana br Purba, didampingi Lurah Sei Mati, Yogi Frasetya Wahyu, S.E.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas komitmen Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam mendukung program penekanan angka TBC nasional. Penegasan tersebut sebelumnya disampaikan saat peninjauan layanan TBC di RSUP H. Adam Malik bersama Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, dan Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. Akhmad Wiyagus, pada Selasa (21/7/2026) lalu.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata Pemko Medan terhadap program prioritas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang menargetkan pelacakan 100 persen kontak erat dan keluarga pasien Tuberkulosis (TBC) demi mempercepat eliminasi TBC nasional.
Dalam kegiatan itu, petugas kesehatan memeriksa 100 warga yang hadir untuk mendeteksi potensi penularan sejak dini. Strategi "jemput bola" diterapkan guna menemukan kasus tersembunyi (active case finding) di tingkat rumah tangga.
Melalui penelusuran tersebut, warga yang teridentifikasi sebagai kontak erat penderita TBC mendapatkan pendampingan medis intensif. Pendampingan meliputi pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT), pemeriksaan lanjutan, hingga penanganan pengobatan gratis dari puskesmas sampai dinyatakan sembuh total.
Langkah ini menegaskan pendekatan Pemko Medan yang tidak hanya menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan, tetapi aktif mendatangi masyarakat untuk memutus mata rantai penularan TBC sejak dini.**(Gb-ferndt01)















