GREENBERITA.com- Keluhan terhadap pelayanan pasien BPJS Kesehatan di RSUD Rantau Prapat mencuat. Sejumlah warga mengeluhkan lamanya antrean pengambilan obat bagi pasien rawat jalan hingga keterlambatan pemindahan pasien dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) ke ruang perawatan akibat keterbatasan kamar.
Antrean Obat hingga Dua Hari di IGD, Pelayanan BPJS RSUD Rantau Prapat dikeluhkan warga (6/8- risan/gb/
Informasi tersebut didapat dari masyarakat Labuhan Batu ketika Greenberita menerima dua keluhan masyarakat terkait pelayanan BPJS Kesehatan di RSUD Rantau Prapat. Keluhan tersebut meliputi lamanya antrean pengambilan obat bagi pasien rawat jalan serta keterlambatan pemindahan pasien dari Instalasi Gawat Darurat (IGD) ke ruang perawatan karena keterbatasan kamar.
Pada kasus pertama, keluhan disampaikan Resbin Sihite, warga Jalan Ampera Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu, yang merupakan pasien BPJS Rawat Jalan. Ia mengaku harus menunggu sekitar 2–3 jam untuk memperoleh obat setelah selesai menjalani pemeriksaan dokter.
"Saya sudah selesai berobat, tetapi harus menunggu sekitar dua hingga tiga jam baru mendapatkan obat. Antreannya cukup panjang," ungkap Resbin Sihite dengan nada sedih, (6/8/2026).
Sementara itu, keluhan lainnya disampaikan Ibu Demsi Simanungkalit (60), warga Tanjung Haloban, Bilah Hilir. Ia mengaku harus menunggu selama dua hari di ruang IGD sebelum akhirnya dipindahkan ke ruang perawatan.
Menurut informasi yang diterima keluarga pasien, keterlambatan tersebut terjadi karena seluruh ruang perawatan sedang penuh, sehingga pasien harus tetap menjalani perawatan sementara di IGD hingga tempat tidur tersedia.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena IGD pada prinsipnya merupakan unit pelayanan untuk menangani pasien dalam kondisi gawat darurat, sementara pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan harus menunggu ketersediaan tempat tidur di ruang perawatan.
Greenberita telah melakukan konfirmasi sebagai bagian dari pemberitaan yang berimbang kepada Fedriana Casanova sebagai Kabid Pelayanan RSUD Rantau Prapat namun sampai berita ini dinaikkan tetap bungkam tanpa memberikan jawaban.
Greenberita juga mencoba menghubungi dr. Yudha sebagai Wakil Direktur Pelayanan RSUD Rantau Prapat, namun hingga berita ini diterbitkan, kedua pejabat tersebut belum memberikan tanggapan atau jawaban resmi alias bungkam diri.
Warga Labuhan Batu berharap pihak RSUD Rantau Prapat dapat memberikan penjelasan mengenai penyebab antrean obat BPJS Rawat Jalan yang dikeluhkan pasien karena ditemukan rata-rata waktu tunggu pelayanan farmasi setiap hari selalu mengantri sangat lama dan lambatnya pemindahan pasien dari IGD ke ruang perawatan.
Keluhan warga tersebut diharapkan mendapat perhatian serius dari manajemen RSUD Rantau Prapat, khususnya untuk memastikan pelayanan pasien BPJS berjalan optimal dan waktu tunggu pelayanan tidak berlarut-larut.**(Gb-ferndt01)















