Notification

×

Iklan

Iklan

DPRD Samosir Absen di Pembukaan Festival Tao Toba Joujou, Pengamat Soroti Etika Birokrasi Pemkab

7 Agu 2026 | 15:44 WIB Last Updated 2026-08-07T08:44:23Z

Pemerhati Pembangunan Kabupaten Samosir Jabiat Sagala sebut Ada Masalah Etika Birokrasi di Balik Undangan ke DPRD Hadiri Festival Tao Toba Joujou (7/8-ferndt)
GREENBERITA.com- Absennya seluruh pimpinan dan anggota DPRD Samosir pada pembukaan Festival Tao Toba Joujou 2026 memicu sorotan. Ketidakhadiran lembaga legislatif itu disebut bukan karena mengabaikan agenda daerah, melainkan diduga dipicu penyampaian undangan yang dilakukan secara mendadak hanya beberapa jam sebelum acara berlangsung.


Festival Tao Toba Joujou yang kembali digelar untuk keempat kalinya di Kabupaten Samosir merupakan agenda besar yang mempertemukan sektor budaya, pariwisata, UMKM, hingga pertanian. Namun, dari pengamatan jurnalis, tidak ada satu pun pimpinan maupun anggota DPRD Samosir dan DPRD Sumut yang menghadiri pembukaan festival di Waterfront City Pangururan, Kamis (6/8/2026). Kondisi ini berbeda dengan pelaksanaan event sebelumnya, mengingat eksekutif dan legislatif merupakan dua pilar utama pemerintahan.


Menyikapi hal tersebut, Pemerhati Pemerintahan Kabupaten Samosir Jabiat Sagala menyampaikan keprihatinannya terhadap sistem birokrasi di lingkungan eksekutif yang dinilainya tidak profesional.


"Bila memang undangan tersebut diberikan pagi hari kepada DPRD Samosir, sementara acara pada sore harinya, sungguh itu pola birokrasi yang kurang beretika," ujar Jabiat Sagala kepada wartawan pada Jumat (7/8/2026).


Mantan Sekda Samosir itu menilai penyampaian undangan yang hanya beberapa jam sebelum acara mencerminkan kurangnya penghargaan antara dua lembaga utama pemerintahan.


"Undangan yang hanya beberapa jam sebelum kegiatan, menunjukkan rasa penghormatan yang kurang antara 2 lembaga pilar utama pemerintahan ini yaitu Pemkab Samosir dan DPRD Samosir," tegasnya.


Menurutnya, ketidakhadiran DPRD Samosir dalam kondisi tersebut merupakan hal yang wajar karena agenda kedewanan telah lebih dahulu dijadwalkan.


"Karena kita yakin sebelumnya DPRD Samosir sudah merancang agenda untuk kegiatan legislatif, sehingga hal yang wajar bila mereka tidak dapat menghadiri nya, dan kita heran dan menyayangkan bila eksekutif mengirim kan undangan hanya beberapa jam sebelum acara padahal Toba Jou-jou sudah diagendakan jauh hari," pungkas Mantan Kadis Pendidikan Samosir ini.


Sebelumnya, Ketua DPRD Sumut Nasib Simbolon juga membenarkan pihaknya menerima undangan, namun dalam waktu yang sangat singkat.


"Benar Ada, kemarin (Kamis pagi, red), Last minute padahal agenda AKD DPRD sudah berjalan," ujar Nasib Simbolon ketika dikonfirmasi Greenberita pada Jumat (7/8).


Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Samosir Sarochel Tamba. Ia menyebut seluruh agenda perjalanan dinas anggota dewan telah ditetapkan sebelum undangan diterima.


"Undangan hadir pada Kamis pagi hari, sementara perintah perjalanan dinas sudah ditandatangani ketua kepada seluruh dewan, kalau disampaikan 2-3 hari sebelum kegiatan, pasti DPRD menghadirinya," ujar Sarochel yang merupakan Ketua Partai Nasdem Samosir.


Sementara itu, Festival Tao Toba Joujou 2026 resmi dibuka oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putera melalui petikan simbolis benang pada tenun ulos di Segmen V Waterfront City Pangururan, Kamis (6/8/2026).


Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan yang merajut kolaborasi budaya, pariwisata, UMKM, dan sektor pertanian selama empat hari. Proses penenunan ulos akan berlangsung sepanjang festival hingga benang terakhir dipotong pada penutupan. Ulos dihadirkan bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga identitas yang memiliki nilai ekonomi dan menjadi sumber penghidupan masyarakat kawasan Danau Toba.


Mengusung tema "Merajut Warisan, Menggerakkan Ekonomi: Sinergi Penguatan Potensi Daerah untuk Akselerasi Pariwisata Danau Toba", Festival Tao Toba Joujou menjadi wujud kolaborasi pelestarian budaya dan penguatan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.**(Gb-ferndt01)