Notification

×

Iklan

Iklan

Di Tengah Gotong Royong Massal, Keluhan Narkoba Emak-emak Jermal 15 Bikin Walikota Medan Bereaksi

15 Agu 2026 | 19:51 WIB Last Updated 2026-08-15T12:51:57Z

Dari Gotong Royong Massal ke Perang Narkoba, Walikota Medan Rico Waas Janji Tak Tinggal Diam (15/8- Ferndt/gb)
GREENBERITA.com- Keluhan warga soal maraknya peredaran narkoba di kawasan Jermal 15 Ujung mencuat saat Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung menyapa masyarakat dalam gotong royong massal serentak di 21 kecamatan, Sabtu (15/8/2026).


Dalam kegiatan yang digelar menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut, Rico Waas tidak hanya memantau kebersihan lingkungan, tetapi juga mendengar langsung berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi warga.


Gotong royong massal tersebut merupakan bagian dari gerakan Indonesia Asri. Rico Waas mengunjungi salah satu lokasi kegiatan di Jalan Keramat Indah, Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai.


Selain membersihkan lingkungan, kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon di seluruh wilayah kecamatan. Rico Waas bersama Anggota DPRD Medan Afif Abdillah, pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan dan Camat Medan Denai memantau langsung aktivitas warga yang turut didukung sejumlah alat berat.


Pelaksanaan gotong royong di kecamatan lain juga dipantau Rico Waas melalui layar monitor.


"Hari ini kita kembali gotong royong dan menyapa warga. Bedanya, hari ini dilaksanakan serentak di 21 kecamatan yang dipimpin oleh para camat. Ini dilakukan dalam rangka menyambut 17 Agustus sekaligus menggerakkan pasukan dan masyarakat untuk membersihkan daerah masing-masing," jelas Rico Waas.


Dalam sesi sapa warga, berbagai persoalan disampaikan kepada Wali Kota, mulai dari banjir dan drainase, penanganan sampah, lampu penerangan jalan umum (LPJU), ketersediaan air bersih, bantuan pemerintah hingga administrasi kependudukan (Adminduk).


Namun, persoalan narkoba menjadi salah satu keluhan yang mendapat perhatian serius. Megawati Harahap (76), pensiunan Dinas Kesehatan Kota Medan yang tinggal di Jermal 12, secara terbuka meminta pemerintah dan aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap sarang narkoba di kawasan Jermal 15 Ujung.


"Mohon sama Bapak Wali Kota, ini (narkoba di Jermal 15 Ujung) untuk segera dibersihkan! Kami ibu-ibu di sini sangat-sangat mengharapkan. Anak-anak kami takut kena narkoba, kami sering kehilangan anak, rupanya sudah di sana," ujar Megawati yang disambut teriakan setuju dan tepuk tangan riuh dari ratusan emak-emak yang hadir.


Menurut Megawati, peredaran narkoba tidak hanya mengancam mental generasi muda, tetapi juga diduga menjadi pemicu meningkatnya kriminalitas di lingkungan permukiman. Ia menyebut aksi pencurian barang hingga kekhawatiran terhadap anak gadis akibat pengaruh pergaulan bebas narkoba sudah sangat mengkhawatirkan.


Menanggapi keluhan tersebut, Rico Waas menegaskan narkoba merupakan persoalan yang harus dihadapi bersama. Pemko Medan, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI untuk melakukan penindakan secara berkala dan berkesinambungan.


"Narkoba ini musuh bersama kita. Dari keluarga, kita wajib melarang dan mengawasi anak-anak kita. Pemko Medan bersama aparat kepolisian dan TNI tidak akan tinggal diam dan terus mendorong agar pembongkaran serta penindakan narkoba, seperti di kawasan Jermal 15, dilakukan secara terus-menerus," Jelas Rico Waas.


Selain narkoba, persoalan pelayanan administrasi kependudukan turut dikeluhkan warga. Menanggapi pembatasan antrean pelayanan, Rico Waas menegaskan warga yang sudah mendapatkan nomor antrean harus tetap dilayani.


“Kalau sudah masuk antrean ini harus dilayani. Tolong Pak Kadis, bereskan permasalahannya. Jangan membatas-batasi dan jangan membuat aturan sendiri pada anggota Bapak,” tegas Rico Waas


Rico Waas menjelaskan, Pemko Medan telah mengembalikan pelayanan administrasi kependudukan seperti KTP dan KK ke tingkat kecamatan guna mencegah penumpukan warga di satu lokasi. Ia memastikan tidak ada pembatasan dalam pengurusan dokumen kependudukan dan seluruh pelayanan diberikan secara gratis.


Ia menegaskan program Sapa Warga menjadi sarana pemerintah untuk menyerap langsung persoalan masyarakat di tingkat kelurahan dan kecamatan.


"Fungsi Sapa Warga ini adalah menyerap langsung aspirasi masyarakat. Kami juga menitipkan pesan kepada camat dan lurah untuk terus mendengar dan bergerak cepat merespons setiap permasalahan warga," ucap Rico Waas.


Di akhir pertemuan, Rico Waas mengajak masyarakat menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengibarkan bendera Merah Putih.


Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan ekonomi dan pembangunan Kota Medan.**(Gb-ferndt01)