Notification

×

Iklan

Iklan

Wamenkes Pastikan Revitalisasi, Pembangunan Cathlab RSUD Hadrianus Sinaga di Samosir Dimulai

23 Jul 2026 | 16:47 WIB Last Updated 2026-07-23T09:47:36Z

Resmikan Pembangunan Cathlab, Wamenkes RI nyatakan RSUD Hadrianus Sinaga Masuk Daftar 400 Rumah Sakit yang Direvitalisasi (22/7- Ferndt/gb)
GREENBERITA.com- Pemerintah Kabupaten Samosir memperkuat layanan kesehatan dengan memulai pembangunan gedung Catheterization Laboratory (Cathlab) di RSUD Hadrianus Sinaga. Proyek yang didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan senilai Rp1,49 miliar lebih itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Menteri Kesehatan RI Benyamin Paulus Octavianus bersama Bupati Samosir Vandiko T. Gultom dan Direktur Dekonsentrasi Tugas Pembantuan dan Kerja Sama Kementerian Dalam Negeri Elfin Elyas, Rabu (22/7/2026).


Selain meresmikan dimulainya pembangunan Cathlab, kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan juga dirangkaikan dengan percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) di Sumatera Utara melalui penguatan implementasi Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Republik Indonesia, termasuk integrasi skrining TB dalam Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).


Wakil Menteri Kesehatan RI Benyamin Paulus Octavianus menegaskan pembangunan Cathlab merupakan bagian dari kesinambungan program pembangunan kesehatan nasional yang terus dilanjutkan pemerintah.


Menurutnya, pemerintah saat ini menjalankan berbagai program prioritas, mulai dari pembangunan rumah sakit, penanganan penyakit jantung, kanker, stroke, gagal ginjal, hingga percepatan eliminasi Tuberkulosis dan pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis sebagai langkah preventif untuk menekan angka penyakit.


"Program-program baik yang telah dirintis sebelumnya terus kami lanjutkan. Di era Presiden Prabowo, kami memperkuatnya dengan pemberantasan Tuberkulosis dan Program Cek Kesehatan Gratis agar masyarakat lebih sehat dan penyakit dapat dicegah sejak dini," ujar Benyamin.


Ia juga menyampaikan kabar baik bagi masyarakat Samosir. RSUD Hadrianus Sinaga masuk dalam daftar sekitar 400 rumah sakit daerah di Indonesia yang akan direnovasi oleh Kementerian Kesehatan.


"Rumah sakit ini sudah cukup tua dan membutuhkan peremajaan. RSUD Hadrianus Sinaga menjadi salah satu rumah sakit yang akan kami renovasi agar pelayanan kesehatan semakin baik," katanya.


Benyamin menargetkan pembangunan Cathlab dapat diselesaikan pada tahun ini sehingga mulai beroperasi pada tahun depan.


"Saya akan memantau langsung progres pembangunannya. Tahun depan Cathlab ini harus sudah beroperasi sehingga masyarakat Samosir yang mengalami penyakit jantung tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah," tegasnya.


Selain pembangunan fasilitas kesehatan, Benyamin juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan. Ia berharap pengelolaan BLUD rumah sakit dilakukan secara efisien sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan pegawai tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Samosir.


"Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, kami mengucapkan selamat datang di Negeri Indah Kepingan Surga, titik awal peradaban Batak. Kehadiran Bapak Wakil Menteri menjadi kehormatan sekaligus kebanggaan bagi kami. Bangunan Cathlab ini sudah lama kami nantikan karena menjadi kebutuhan penting untuk melengkapi pelayanan kesehatan masyarakat," ujar Vandiko.


Dijelaskannya, sebelum pembangunan Cathlab, RSUD Hadrianus Sinaga telah memperoleh bantuan pembangunan ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dari Kementerian Kesehatan. Karena itu, ia tetap berharap dukungan pemerintah pusat dapat terus berlanjut melalui penyediaan peralatan PICU dan peralatan medis Cathlab setelah gedung selesai dibangun.


"Setelah gedung ini selesai, kami berharap Kementerian Kesehatan dapat membantu penyediaan peralatan Cathlab sehingga pelayanan jantung di Samosir benar-benar dapat berjalan maksimal," katanya.


Ia optimistis dukungan Kementerian Kesehatan akan semakin memperkuat pelayanan kesehatan di Samosir, terutama karena daerah tersebut merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dengan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 2,4 juta orang.


Vandiko juga mengusulkan pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), penambahan puskesmas di kawasan Tele sebagai pintu masuk Kabupaten Samosir, serta dukungan peralatan untuk Puskesmas Ambarita yang telah selesai direnovasi.


"Kami percaya, melalui kunjungan Bapak Wakil Menteri, pelayanan kesehatan di Kabupaten Samosir akan semakin mendapat perhatian sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ungkap Vandiko.


Di akhir acara, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyerahkan ulos kepada Wakil Menteri Kesehatan RI Benyamin Paulus Octavianus dan rombongan sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan adat Batak. Prosesi mangulosi tersebut menjadi simbol penghargaan sekaligus doa agar Wakil Menteri Kesehatan senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan dalam menjalankan amanah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di Indonesia, terutama memberi perhatian bagi Kabupaten Samosir.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut, istri Wakil Menteri Kesehatan RI Ny. Linda Octavianus Taroreh, Ketua Tim Kerja Tuberkulosis Triya Novita, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Sunarto, Direktur Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan Dede Mulyadi, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Muhammad Faisal Hasrimy, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir Dina Hutapea, Kepala Dinas Kominfo Samosir Immanuel Sitanggang, Direktur RSUD Hadrianus Sinaga Iwan H. Sihaloho, serta jajaran pimpinan OPD dan tamu undangan lainnya.**(Gb-ferndt01)