Notification

×

Iklan

Iklan

Gelar Malam Budaya Batubara di PRSU, Bupati Baharudin Beberkan Ambisi Sejahterakan Nelayan

23 Jul 2026 | 16:55 WIB Last Updated 2026-07-23T09:55:38Z

Debus hingga Atraksi Api Hipnotis Ribuan Pengunjung Malam Budaya Batu Bara PRSU, Baharudin beberkan Program untuk Nelayan (21/7- Ferndt/gb)
GREENBERITA.com- Ribuan pengunjung memadati panggung Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 di Medan, Selasa (21/7/2026) malam, untuk menyaksikan Malam Pesona Budaya Kabupaten Batu Bara. 


Atraksi debus yang menegangkan, tari tradisional, hingga penampilan 13 etnis sukses menghipnotis penonton dan menjadi salah satu suguhan budaya paling menyita perhatian.


Berbagai sajian seni tradisional lainnya yang sarat nilai budaya ditampilkan, selaih atraksi debus,l ada juga tari kreasi multietnis.


Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian beserta istri, Wakil Bupati Syafrizal beserta istri, serta unsur Forkopimda dan jajaran OPD Pemkab Batu Bara terlihat larut berbaur bersama ribuan pengunjung.


"Seni atau budaya Batubara yang di tampilkan selain tarian, ada juga penampilan tarian budaya melayu dan banya kegiatan lain, saya sangat bersyukur karena kita sudah melihat banyak seni yang di tampilkan pada malam pertunjukan ini," ujar Bupati Batuba Baharudin Siagian.


Dirinya menegaskan tekad nya untuk mensejahterakan para nelayan dengan program pembuatan kolam di daerah dengan tatanan indah bagi wisatawan diatas lahan sekitar 80 hektar.


"Kita harap kan, Bapak Presiden dan Ibu Siti Hediati Hariyadi, atau Titiek Soeharto dapat hadir melakukan panen perdana di Kabupaten Batubara," pungkas Baharudin.


Penampilan Malam Pesona Seni dan Budaya Kabupaten Batu Bara diawali dengan tari persembahan Melayu, kemudian dilanjutkan dengan penampilan kesenian debus.


Seni debus menjadi salah satu ikon kebudayaan khas Melayu yang paling menyita perhatian. Kesenian ini memadukan keahlian fisik, olah batin, dan kepiawaian menantang bahaya.


Pengunjung terlihat menahan napas saat atraksi debus menampilkan aksi melukai diri menggunakan pisau, makan kaca, jarum, hingga atraksi api tanpa terluka.


Namun, di balik ketegangannya, debus bukanlah sekadar pertunjukan sensasional. Debus mengandung nilai-nilai historis, spiritual, dan filosofis yang sangat mendalam bagi identitas Melayu dan bangsa.


Usai atraksi debus, suasana berubah lebih tenang melalui persembahan Tari Putri Betenun yang mengisahkan tradisi menenun kain.

Melalui tarian tersebut digambarkan kelincahan, ketekunan, dan keceriaan para gadis dalam memintal serta menenun benang hingga menjadi selembar kain songket yang indah.


Kain songket memiliki sejarah panjang sejak zaman Kedatukan dan menjadi kebanggaan sekaligus identitas masyarakat Melayu Kabupaten Batu Bara.


Malam budaya Batu Bara semakin semarak dengan penampilan tari kreasi multietnis yang menampilkan gerakan dinamis mewakili filosofi masing-masing suku.

Seluruh penari yang mewakili 13 etnis di Kabupaten Batu Bara mengenakan pakaian adat lengkap sesuai etnis masing-masing. 


Penampilan tari kreasi multietnis ini mengisyaratkan kehidupan yang damai dengan toleransi yang sangat tinggi antarmasyarakat di Kabupaten Batu Bara.


Setelah menampilkan berbagai seni budaya, Malam Pesona Kabupaten Batu Bara diakhiri dengan penampilan enerjik dan meriah dari artis viral asal Batu Bara, Rahman.**(Gb-ferndt01)