Notification

×

Iklan

Iklan

Sumut Bidik Layanan Kesehatan Global, RS Internasional Disiapkan Pangkas Berobat ke Luar Negeri

19 Jun 2026 | 19:27 WIB Last Updated 2026-06-19T12:27:01Z

 Pemerintah provinsi Sumatera Utara melalui BUMD PT. Dhirga Surya lakukan penandatanganan MoU dengan PT. Murni Sadar, Tbk (RSU Murni Teguh) di Kantor Gubernur Sumut tentang kerja sama pembangunan dan operasional Rumah Sakit bertaraf internasional di Provinsi Sumut, Jumat (19/6- dokdiskominfoSU/gb)
GREENBERITA.com- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mulai membuka langkah besar menghadirkan rumah sakit bertaraf internasional di daerah. Melalui PT Dhirga Surya Sumatera Utara, Pemprov Sumut resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Murni Sadar Tbk (RS Murni Teguh) terkait rencana pembangunan dan operasional fasilitas kesehatan berstandar global tersebut.


Penandatanganan MoU dilakukan oleh Direktur Utama PT Dhirga Surya Ari Wibowo dan Presiden Direktur PT Murni Sadar Tbk (RS Murni Teguh) Mutiara, serta disaksikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Basarin Yunus Tanjung dan Kepala Dinas Kesehatan Sumut Faisal Hasrimy.


Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat 7, Lantai 8, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (19/6/2026).


Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut Basarin Yunus Tanjung mengatakan, kerja sama tersebut menjadi awal untuk merealisasikan pembangunan rumah sakit bertaraf internasional di Sumatera Utara.


“Nota kesepahaman ini berlaku selama enam bulan sebagai tahap awal menuju Perjanjian Kerja Sama (PKS). Karena itu diperlukan keseriusan seluruh pihak untuk menyusun peta jalan yang jelas hingga terwujudnya kerja sama yang konkret,” ujarnya.


Basarin menyebut, rencana pembangunan rumah sakit tersebut telah melalui kajian dan pembahasan panjang. Kehadirannya diharapkan mampu mengambil peluang besar dari tingginya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang selama ini banyak mengalir ke luar negeri.


“Setiap hari enam sampai sembilan penerbangan dari Sumatera Utara ke negara tetangga untuk tujuan pemeriksaan kesehatan maupun pengobatan. Kenapa pasar ini tidak kita kelola sendiri sehingga uang masyarakat tidak mengalir ke luar negeri. Namun potensi ini perlu dibarengi peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah, sehingga masyarakat tidak perlu lagi keluar negeri untuk mendapatkan pelayanan yang setara,” katanya.


Menurut Basarin, Pemprov Sumut juga terus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan melalui berbagai kegiatan peningkatan kompetensi, termasuk kemudahan dalam pengadaan peralatan kesehatan melalui skema kerja sama operasional (KSO).


“Mudah-mudahan dalam waktu enam bulan ini MoU tidak diperpanjang, namun bisa ditingkatkan menjadi Perjanjian Kerja Sama (PKS). Dan ini menjadi konsen juga Bapak Gubernur untuk menghadirkan rumah sakit kelas internasional di Sumut,” ujarnya.


Sementara itu, Direktur Utama PT Dhirga Surya Sumatera Utara Ari Wibowo menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Sumut.


“Kami menyambut gembira kerja sama ini. Harapan kami, dalam enam bulan ke depan seluruh persyaratan, kajian, dan administrasi yang diperlukan dapat diselesaikan sehingga dapat segera ditingkatkan menjadi Perjanjian Kerja Sama,” ujarnya.


Ari menegaskan, PT Dhirga Surya akan terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar pembangunan rumah sakit tersebut dapat segera diwujudkan.


“Kami optimistis proyek ini dapat menjadi kebutuhan sekaligus kebanggaan masyarakat Sumatera Utara serta menjadi wajah baru sektor kesehatan di daerah,” tambahnya.


Presiden Direktur PT Murni Sadar Tbk Mutiara juga menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan rumah sakit bertaraf internasional tersebut.


“Tujuan utama kerja sama ini adalah meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat Sumatera Utara. Kami berharap dalam waktu enam bulan seluruh tahapan perencanaan dapat diwujudkan dan dilanjutkan ke tahap kerja sama yang lebih konkret,” katanya.


Ia menambahkan, penguatan tenaga medis akan menjadi perhatian penting melalui pelatihan dan kolaborasi dengan tenaga ahli internasional.


“Kami ingin masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan berstandar internasional tanpa harus berobat ke luar negeri. Melalui penguatan sumber daya manusia, teknologi, dan kolaborasi yang baik, cita-cita ini bisa kita wujudkan,” ujarnya.**(Gb-ferndt01)