GREENBERITA.com- Anggota Komisi XIII DPR RI Rapidin Simbolon menegaskan pembangunan kawasan Danau Toba harus menempatkan masyarakat desa sebagai pelaku utama, bukan sekadar penerima dampak. Ia mengingatkan, desa selama ini menjadi penopang utama kehidupan ekonomi dan sosial di kawasan strategis tersebut.
Anggota Komisi XIII DPR RI Rapidin Simbolon tegaskan pembangunan kawasan Danau Toba harus tempatkan masyarakat desa sebagai pelaku utama, bukan sekadar penerima dampak (18/6- Ferndt/gb)
Pesan itu disampaikan Rapidin dalam kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Pangururan, Kamis (18/6/2026).
Mantan Bupati Samosir itu menilai desa merupakan fondasi pembangunan nasional yang tidak boleh dilemahkan melalui kebijakan yang mengurangi ruang gerak pemerintah desa.
“Desa menentukan ekonomi kecamatan. Kecamatan menentukan ekonomi kabupaten. Kabupaten menentukan ekonomi provinsi, dan provinsi menentukan ekonomi nasional,” kata Rapidin.
Ia menyebut kepala desa merupakan pihak yang paling memahami kebutuhan masyarakat serta arah pembangunan yang dibutuhkan wilayahnya.
Karena itu, menurut Rapidin, anggaran desa harus diperkuat agar mampu menjadi penggerak ekonomi lokal, terutama sektor pertanian dan pariwisata yang menjadi kekuatan utama kawasan Danau Toba.
Politikus PDI Perjuangan itu juga menyoroti pembangunan Danau Toba yang menurutnya perlu dievaluasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Rapidin mengenang sejumlah terobosan saat memimpin Kabupaten Samosir, termasuk pengembangan kawasan waterfront city hingga pembukaan berbagai destinasi wisata baru yang kala itu mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Namun, ia menilai sejumlah program yang sebelumnya berhasil menggerakkan ekonomi masyarakat kini tidak lagi menunjukkan geliat yang sama.
“Yang harus menjadi pertanyaan, apakah pembangunan hari ini benar-benar dirasakan masyarakat? Apakah pertumbuhan wisata terjadi merata atau hanya terkonsentrasi di titik-titik tertentu?” ujarnya.
Menurut Rapidin, pembangunan tidak boleh hanya berhenti pada proyek dan investasi, tetapi harus menghasilkan kesejahteraan yang dapat dinikmati masyarakat lokal.
Ia pun meminta para kepala desa agar tidak ragu menyampaikan aspirasi serta kondisi nyata yang terjadi di lapangan.
“Jangan takut menyampaikan yang benar. Desa harus menjadi pusat inovasi pembangunan. Pertanian dan pariwisata harus mampu mengangkat ekonomi masyarakat,” katanya.
Rapidin menegaskan masa depan Danau Toba tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran pemerintah pusat maupun banyaknya proyek yang dibangun, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat sebagai penggerak pembangunan.
“Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton di kampung halamannya sendiri,” kata Rapidin.
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan 128 kepala desa se-Kabupaten Samosir yang mengikuti kegiatan penguatan relawan kebajikan Pancasila.
Bagi Rapidin, penguatan nilai Pancasila di tingkat desa bukan hanya berbicara soal ideologi, tetapi juga memastikan pembangunan berjalan adil, memberi ruang kepada rakyat, serta menjaga Danau Toba sebagai sumber kehidupan masyarakat Batak dan Indonesia.**(Gb-ferndt01)















