Notification

×

Iklan

Iklan

Dari Makam Nommensen, Seruan Meneladani Pengabdian Sang Rasul Bangso Batak

20 Jun 2026 | 12:35 WIB Last Updated 2026-06-20T05:35:09Z

Effendi Simbolon ziarah ke makam Nommensen, sebut Nomensen Bukan Sekadar Misionaris, Tapi Rasul Bangso Batak (19/6- Ferndt/gb)
GREENBERITA.com- Di tengah guyuran hujan yang melanda Kecamatan Sigumpar, Kabupaten Toba, Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen sekaligus politisi nasional, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, tetap melaksanakan ziarah dan kebaktian di Makam I.L. Nommensen, Jumat (19/6/2026).


Kegiatan tersebut digelar bersama Panitia Nasional Perayaan 165 Tahun Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) sebagai bentuk penghormatan terhadap Ingwer Ludwig Nommensen, tokoh misionaris asal Jerman yang dikenal luas sebagai "Rasul Bangso Batak".


Meski cuaca kurang bersahabat, rangkaian kegiatan berlangsung khidmat. Effendi Simbolon bersama rombongan mengikuti kebaktian dan doa bersama di kompleks makam yang menjadi salah satu situs sejarah penting bagi masyarakat Batak.


Dalam kesempatan itu, Effendi Simbolon menegaskan bahwa I.L. Nommensen memiliki peran besar dalam perjalanan sejarah Bangso Batak. Ia menyebut Nommensen bukan hanya seorang misionaris, tetapi juga apostel atau rasul bagi Bangso Batak.


Menurutnya, pengaruh Nommensen tidak hanya terlihat dalam perkembangan gereja, tetapi juga pada kemajuan pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial masyarakat Batak hingga saat ini.


Sebagai politisi yang telah lama berkecimpung dalam dunia keBangsoan dan pembangunan, Effendi Simbolon menyebut nilai-nilai pengabdian yang diwariskan Nommensen masih sangat relevan untuk diteladani para pemimpin masa kini.


"Semangat pengorbanan, pelayanan tanpa membeda-bedakan, serta keberpihakan kepada pendidikan yang ditunjukkan Nommensen menjadi contoh bagi setiap pemimpin dalam membangun masyarakat," ujarnya.


I.L. Nommensen lahir di Nordstrand, Jerman, pada tahun 1834 dan tiba di Tanah Batak pada tahun 1862 sebagai utusan lembaga misi Rheinische Missionsgesellschaft (RMG). Dengan pendekatan yang menghargai budaya lokal, Nommensen berhasil membangun hubungan yang erat dengan masyarakat Batak dan meletakkan dasar perkembangan Kekristenan yang kemudian melahirkan HKBP sebagai salah satu gereja terbesar di Indonesia.


Selain pelayanan keagamaan, Nommensen juga dikenal mendorong perkembangan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Warisan pemikirannya terus hidup, salah satunya melalui Universitas HKBP Nommensen yang kini menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka di Sumatera Utara.**(Gb-ferndt01)