Notification

×

Iklan

Iklan

Komnas PA Soroti Bullying pada PS, Korban Disebut Minder karena Makan Kadang Hanya Sekali Sehari

1 Apr 2026 | 20:25 WIB Last Updated 2026-04-01T14:37:18Z

Bullying Diduga latar belakang kematian PS, Siswa di Simanindo Ini Kadang Hanya Makan Sekali dan Gagal Libur ke Rumah Ompung (31/3- Ferndt/gb)

GREENBERITA.com–Komnas Perlindungan Anak (PA) Kabupaten Samosir mendalami penyebab meninggalnya seorang pelajar SMA berinisial PS (15) yang ditemukan t3was bvnvh d1ri di Desa Hutaginjang, Kecamatan Simanindo, Minggu (29/3/2026) lalu.


Dari hasil kunjungan langsung ke rumah duka, terungkap adanya dugaan bullying yang berawal dari curahan kondisi ekonomi keluarga di media sosial.


Hal itu terungkap ketika Komnas Perlindungan Anak (PA) Kabupaten Samosir melakukan kunjungan kepada keluarga almarhum anak SMA di Desa Hutaginjang, Kecamatan Simanindo. pada Selasa, (31/3/2026) lalu.


Kunjungan Komnas PA dipimpin Ketuanya Ria Gurning. Selain menyampaikan ucapan dukacita mendalam sembari memberikan bantuan, pihaknya juga ingin mengetahui lebih jauh tentang meninggalnya PS (15 tahun).


Kepada Komnas PA Kabupaten Samosir, kedua orangtua korban bercerita dengan jujur tanpa ada tekanan.

Dari penuturan keluarga, kematian PS disebut bermula dari kondisi ekonomi keluarga yang terindikasi memicu bullying dari teman-teman korban, terutama melalui ejekan yang menyebut nama ayahnya langsung, sementara di adat Batak penyebutan nama orang tua sangat tabu dikalangan remaja.


"Ini bermula dari Ibu korban bercerita dimedsos dengan keadaan ekonomi yang menyampaikan tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah," ujar Ketua Komnas PA Samosir, Ria Gurning menirukan pernyataan orang tua korban.


Sembari memberikan penguatan, Ria Gurning bersama seluruh tim memberikan nasihat supaya jangan pernah menumpahkan keluh kesah di media sosial yang berujung kesedihan sehingga mempengaruhi keadaan psikis anak-anak.


"Nasihat kami kepada mama korban juga didukung oleh Ayah Korban dan langsung meminta untuk di hapus, dan setelah kami cek memang sudah dihapus," ujar Ria Gurning.


Menurut keterangan ibu korban, PS juga kerap merasa minder karena tidak mampu mengikuti kebiasaan teman-teman sekolahnya dalam hal makanan.


"Biasanya makan tiga kali sehari tapi kami cuma makan dua kali bahkan kadang sekali sehari, itupun pakai Indomie telur saja," kembali Ria Gurning menyampaikan pernyataan Ibu Korban yg didampingi suaminya TS.


Pada liburan Idul Fitri, korban sempat meminta izin pergi ke Medan untuk menemui kakek dan neneknya (Ompung). Namun keinginan itu tidak dipenuhi orang tuanya lantaran tidak memiliki biaya.


"Akhirnya selama liburan Idul Fitri tersebut, korban hanya diam di kamar dan tidak pergi kemanapun sampai ditemukan gantung diri oleh kedua orangtuanya," jelas Ria Gurning sembari menambahkan korban memiliki satu adek perempuan dan terlihat dalam keadaan sehat.


Dari keterangan pengurus desa setempat, keluarga ini memang kembali menerima bantuan dari pemerintah hingga saat ini setelah pada 2023 dan 2024 sempat tidak menerima bantuan.


Komnas PA Samosir juga meminta kepada ibu korban agar jujur dan tidak mengarang cerita terkait pernyataan di beberapa media yang berbeda-beda antara yang lebih menekankan himpitan ekonomi dan sebaliknya.


"Ada yang menyampaikan tidak benar himpitan ekonomi dan sebaliknya, tapi semua itu tidak lepas dari pengelolaan keuangan yang seharusnya bantuan tersebut untuk kebutuhan anak-anak, dan himpitan ekonomi akan terjadi saat kita tidak menempatkan kebutuhan primer sebagai utama," jelas Ria Gurning.


Ia juga meminta semua pihak untuk mendoakan keluarga korban agar tetap kuat dan semangat menjalani hari-hari ke depan.


"Dan kepada jajaran Pemerintah saya memohon untuk tetap memantau dan mengevaluasi kembali bantuan yang diberikan dengan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih," harap Ria Gurning.


Menyikapi kejadian tersebut, Komnas PA Kabupaten Samosir berencana melaksanakan sosialisasi stop bullying di lingkungan masyarakat dan sekolah.


"Harapan saya cukuplah hanya Putra korban yang mengalami himpitan ekonomi yang berujung bullying dan kurangnya pengawasan dari orang tua, segoyanya setiap anak harus diajak cerita sambil menanyakan bagaimana keadaan sekolah nya dan pergaulan nya," pungkas Ria Gurning yang didampingi Pengurus PA Samosir.**(Ferndt)