![]() |
| Dari Balik Jeruji, Aipda Saut Simanjuntak dorong Pembinaan Humanis ala Polres Samosir (21/2- photo Ferndt/gb) |
GREENBERITA.com–Di tengah sorotan publik terhadap pendekatan penegakan hukum yang kerap dinilai keras, Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polres Samosir justru menghadirkan wajah lain pembinaan. Melalui penggalian talenta seni, pembinaan terhadap para tahanan tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga pada pemulihan mental dan pembentukan karakter yang lebih manusiawi.
Pejabat sementara (PS) Kasat Tahti Polres Samosir, AIPDA Saut H. Siahaan, menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang humanis bagi para tahanan di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polres Samosir.
Melalui kegiatan penggalian talenta seni, para tahanan diberikan ruang untuk mengekspresikan kemampuan dan kreativitas mereka sebagai bagian dari proses pembinaan selama menjalani masa penahanan.
Kegiatan ini dilakukan dengan memfasilitasi tahanan yang memiliki minat dan bakat di bidang seni, seperti menggambar, melukis, dan kerajinan tangan. Selain mengisi waktu luang, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mengurangi kejenuhan, menekan stres, serta menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab pada diri para tahanan.
Pendekatan ini menegaskan bahwa pembinaan di RTP Polres Samosir tidak semata-mata bersifat represif, melainkan berupaya membuka ruang refleksi dan pengembangan diri bagi para tahanan. Seni diposisikan sebagai medium rehabilitatif yang mampu menyalurkan energi negatif ke arah yang lebih konstruktif.
AIPDA Saut H. Siahaan menyampaikan bahwa pembinaan di RTP tidak hanya berfokus pada pengawasan dan keamanan, tetapi juga pada upaya membangun mental dan karakter tahanan agar lebih positif.
“Setiap orang memiliki potensi, termasuk para tahanan. Dengan memberikan wadah yang tepat, diharapkan mereka dapat menyalurkan energinya ke hal-hal yang bermanfaat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan prinsip Polri yang Presisi, khususnya dalam pendekatan humanis dan berkeadilan. Diharapkan, melalui pembinaan seni ini, para tahanan dapat memperoleh pengalaman positif yang kelak menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Respons positif pun datang dari para tahanan yang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka merasa dihargai sebagai manusia seutuhnya, bukan sekadar objek penahanan, sehingga proses pembinaan dinilai lebih bermakna.
Apresiasi juga datang dari internal kepolisian. Salah satu perwira senior di lingkungan Polres Samosir, Kompol Marlan Silalahi, memberikan penilaian positif terhadap kreativitas AIPDA Saut Siahaan dalam memberdayakan para tahanan.
"Saya sudah mengenal Aipda Saut Siahaan sejak lama dan pernah bersama di Intel Polres Samosir, saya menilainya seorang bintara yang baik dan kreatif," ujar Marlan Silalahi.
Kapolsek Onanrunggu ini melihat seorang Aipda Saut Siahaan adalah seorang yang terus berusaha dalam kehidupannya.
"Usai berdinas, Saut Siahaan juga saya lihat seorang yang mandiri dan membuka usaha sampingan tanpa mengganggu jam dinas,saya sangat mengapresiasi sosok beliau," tambah Marlan Silalahi.
Dirinya juga menilai sosok Saut Siahaan adalah sosok yang takut akan Tuhan dan aktif melayani di gereja dengan segenap potensi yang dipunya untuk memuliakan nama Nya.
"Saya dukung kreatifitasnya sebagai sebuah upaya menghadirkan program-program pembinaan yang edukatif, produktif, dan bermakna di lingkungan RTP," pungkas Marlan Silalahi.**(gb-ferndt01)











