
Oleh Ephorus HKBP Pdt Dr Victor Tinambunan
GREENBERITA.com–Dunia hari-hari ini bergerak dalam kegelisahan. Perang meletus di berbagai penjuru, berita duka datang silih berganti, dan masa depan terasa samar.
Kita harus jujur mengakui: kita tidak mengetahui secara lengkap apa yang sesungguhnya terjadi di balik semua peristiwa ini, dan kita pun tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari. Banyak hal berada di luar jangkauan pengetahuan dan kendali kita.
Namun satu hal dapat kita duga dengan cukup jelas: ego manusia, kepentingan diri, dan kebencian sering kali menjadi bara yang menyulut api konflik.
Ketika manusia menempatkan diri sebagai pusat segalanya, damai menjadi korban pertama.
Di tengah ketidakpastian itu, iman Kristen memanggil kita untuk tidak larut dalam ketakutan, apalagi keputusasaan, melainkan bersikap dengan kebijaksanaan dan kedewasaan rohani.
Pertama, kita dipanggil untuk berdoa sungguh-sungguh.
Doa bukan pelarian, melainkan pengakuan bahwa dunia ini ada di tangan Tuhan. Dalam doa, kita menyerahkan apa yang tidak mampu kita pahami dan kendalikan, seraya memohon damai, hikmat, dan belas kasih Allah bagi dunia yang terluka.
Kedua, reaksi kita harus cerdas dan dewasa.
Di tengah hiruk-pikuk informasi, provokasi, dan narasi kebencian, orang beriman dipanggil menjadi penyejuk, bukan penyulut. Kita menghadirkan kata-kata yang mencerahkan, sikap yang menenangkan, dan kesaksian hidup yang membangun harapan—bukan ikut memperkeruh suasana atau keadaan.
Ketiga, kita perlu bersiap menghadapi kemungkinan yang buruk.
Bersiap bukan berarti hidup dalam ketakutan, melainkan hidup dalam kewaspadaan yang bertanggung jawab. Iman tidak meniadakan akal sehat. Kita belajar merencanakan, saling menguatkan, dan menumbuhkan solidaritas, sambil tetap percaya bahwa Tuhan menyertai umat-Nya di segala keadaan.
Akhirnya, iman Kristen mengajarkan kita untuk hidup di antara realitas dunia yang rapuh dan pengharapan akan Allah yang setia. Dunia boleh tidak pasti, tetapi kasih Tuhan tetap teguh. Dan di sanalah kita berdiri: berdoa, bersikap bijaksana, dan berjaga dengan iman.**
( _Penulis saat ini melayani sebagai Ephorus HKBP di Pearaja)_










