
Update korban dari Polda Sumut (photo ist/gb)
GREENBERITA.com– Polda Sumatera Utara merilis data terkini bencana banjir terbesar yang melanda wilayah tersebut, dengan jumlah korban dan pengungsi mencapai puluhan ribu sejak bencana terjadi pada 24 November 2025.
Usai turun langsung untuk menanggulangi dampak bencana banjir di wilayahnya, Kepolisian Daerah (Polda) Sumut menyampaikan update korban bencana banjir terbesar di Sumatera Utara tersebut.
Sejak 24 hingga 29 November 2025 tercatat terjadi 488 kejadian bencana alam mulai dari tanah longsor, banjir, pohon tumbang, hingga angin puting beliung di Sumatera Utara.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Ferry Walintukan yang menegaskan ribuan orang menjadi korban atas tragedi tersebut.
"1.076 korban serta 28.427 pengungsi," ujar Ferry pada Sabtu, 29 November 2025 dirilis dari tempo.
Ferry merincikan, terdapat 147 warga meninggal, 32 luka berat, 722 luka ringan, dan 174 yang masih hilang. "Wilayah paling terdampak berada di Kabupaten Tapanuli Tengah dengan 691 korban, termasuk 47 meninggal dan 51 masih dalam pencarian," ucap Ferry.
Di Kota Sibolga tercatat 33 korban meninggal dan 56 orang dinyatakan hilang.
"Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Mandailing Natal juga mengalami peningkatan jumlah longsor dan banjir yang memaksa ribuan warga mengungsi," kata Ferry.
Ferry menyatakan, 3.553 personel Polda Sumut telah diturunkan untuk membantu proses penanggulangan bencana tersebut.
Menurut dia, seluruh jajaran bahkan telah bergerak sejak hari pertama bencana terjadi karena situasi kemanusiaan menjadi fokus utama kepolisian.
"Personel kami turun melakukan pencarian dan penyelamatan, evakuasi korban, membuka akses yang terputus, serta memastikan seluruh bantuan bisa sampai ke masyarakat,” tutur Ferry.
Kepolisian juga turut membantu memberikan akses internet kepada warga di lokasi bencana. Polda Sumatera Utara menggunakan 5 Starlink dan 60 HT Harris dengan 1 Mobil Repeater dan 1 Mobil Komob juga 1 Drone untuk menyediakan akses internet.
Polda Sumatera Utara juga terus berkoordinasi dengan instansi lainnya dalam menanggulangi situasi bencana tersebut.
"Bersama BNPB, Basarnas, TNI, Pemda, relawan, dan seluruh unsur terkait, kepolisian memastikan koordinasi berjalan efektif," kata Ferry.
Kabid Humas Polda Sumut ini menyatakan pihaknya berkomitmen untuk hadir dan membantu masyarakat terdampak bencana hingga kondisi benar-benar pulih.
"Seluruh personel tetap siaga penuh karena cuaca masih berpotensi hujan di banyak wilayah,” kata Ferry.
Cuaca ekstrem mengakibatkan banjir dan tanah longsor di sejumlah kota dan kabupaten di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh selama beberapa hari terakhir.
Per 28 November 2025, BNPB mencatat total 174 orang meninggal dan 12.546 kepala keluarga mengungsi akibat bencana ini.**(Gb-reel/ferndt)




