Notification

×

Iklan

Iklan

Banjir Besar Kepung Tebing Tinggi, Ribuan Rumah Terendam di 26 Kelurahan

28 Nov 2025 | 16:13 WIB Last Updated 2025-11-28T09:13:33Z

Ribuan Rumah Terendam, Banjir Kepung 26 Kelurahan di Tebing Tinggi (27/11- photo rustam/gb)

GREENBERITA.com– Curah hujan ekstrem yang mengguyur hulu sungai dan Kota Tebing Tinggi selama tiga hari memicu luapan tiga sungai utama hingga menyebabkan banjir besar yang merendam ribuan rumah warga pada Kamis (27/11/2025) pagi.


Hujan dengan intensitas tinggi di hulu selama tiga hari berturut-turut dan di Kota Tebing Tinggi mengakibatkan Sungai Padang, Sungai Bahilang dan Sungai Sibarau meluap.


Data yang diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tebing Tinggi pada Kamis (27/11/2025) sore, banjir kali ini terdampak di lima kecamatan, tepatnya di 26 Kelurahan dengan rincian 4.993 Kepala Keluarga (KK), 4.024 rumah dan 12.766 jiwa.


Untuk di Kecamatan Tebing Tinggi Kota, dampak banjir ini terjadi di enam Kelurahan, meliputi :


Kelurahan Badak Bejuang Lingkungan II, IV, VI, VII, ketinggian air mencapai 80 - 150 cm, mengakibatkan 150 KK, 111 rumah dan 396 jiwa serta fasilitas umum Pasar Inpres terdampak banjir.


Kelurahan Bandar Utama Lingkungan I dan II, terdapat 658 KK, 383 rumah dan 1230 jiwa terendam air dengan ketinggian 80-150 cm.


Kelurahan Pasar Baru Lingkungan I dan II, terdapat 61 KK, 53 rumah dan 126 jiwa serta fasilitas umum Masjid Al-Mukhlis dengan ketinggian air 80 cm.


Kelurahan Tebing Tinggi Lama Lingkungan III, terdapat 30 KK, 25 rumah dan 105 jiwa serta fasilitas umum Musholla dengan ketinggian air 50-70 cm.


Kelurahan Pasar Gambir Lingkungan V, terdapat 20 KK, 15 rumah dan 60 jiwa dengan ketinggian air 70 cm.


Kelurahan Mandailing Lk. I, II, III, IV, V dan VI, ketinggian air 40 - 90 cm sehingga mengakibatkan 1.500 KK, 1.000 rumah dan 3.000 jiwa serta fasilitas umum Musholla dan Masjid.


Untuk di Kecamatan Rambutan, banjir ini merendam pemukiman warga di lima Kelurahan, yakni :


Kelurahan Sri Padang Lingkungan I, berdampak kepada 65 KK, 50 rumah dan 105 jiwa dengan ketinggian air 50 - 60 cm.


Kelurahan Lalang Lingkungan III dan IV, terdapat 45 KK, 30 rumah, 123 jiwa dengan ketinggian air 30-50 cm.


Kelurahan Karya Jaya Lk. I, II, III dan IV, terdapat 69 KK, 67 rumah, 261 jiwa dengan ketinggian air 20-50 cm.


Kelurahan Mekar Sentosa Lingkungan II, 45 KK, 45 rumah dan 150 jiwa.


Kelurahan Tanjung Marulak Lingkungan I, terdapat 40 KK, 35 rumah dan 90 jiwa dengan ketinggian air 30 - 40 cm.



Untuk Kecamatan Bajenis, banjir ini terjadi di lima Kelurahan, antara lain :


Kelurahan Bandar Sakti Lingkungan II, III, V dan VI, terdapat 219 KK, 180 rumah dan 892 jiwa serta fasilitas umum Pasar Sakti dengan ketinggian air 30 - 100 cm.


Kelurahan Bulian Lingkungan II, III, V dan VI, terdapat 302 KK, 302 rumah dan 1145 jiwa dengan ketinggian air 40 - 70 cm.


Kelurahan Berohol Lingkungan I dan II, terdapat 118 KK, 125 rumah, 335 jiwa dengan ketinggian air 40 - 50 cm.


Kelurahan Durian Lingkungan I dan IV, terdapat 62 KK, 56 rumah dan 199 jiwa dengan ketinggian air 70 cm.


Kelurahan Pinang Mancung Lingkungan I, terdapat 15 KK, 15 rumah dan 45 jiwa dengan ketinggian air 50-60 cm.



Untuk Kecamatan Padang Hilir, banjir melanda di tiga Kelurahan, yaitu :


Kelurahan Tambangan Hulu Lingkungan I, II, III dan IV, terdapat 119 KK, 112 rumah dan 341 jiwa dengan ketinggian air 10 - 30 cm.


Kelurahan Satria Lingkungan IV, terdapat 80 KK, 93 rumah dan 210 jiwa dengan ketinggian air 50-70 cm.


Kelurahan Tebing Tinggi, dengan ketinggian air 10 cm.



Sementara untuk di Kecamatan Padang Hulu, terdampak di tujuh kelurahan yang ada, antara lain :


Kelurahan Pabatu Lingkungan I, II dan II, terdapat 54 KK, 78 rumah dan 219 jiwa dengan ketinggian air 60 - 100 cm.


Kelurahan Lubuk Baru Lingkungan III, terdapat 31 KK, 30 rumah dan 97 jiwa dengan ketinggian air 50 cm.


Kelurahan Persiakan Lingkungan I, III dan V, terdapat 311 KK, 248 rumah dan 702 jiwa dengan ketinggian air 30 - 70 cm.


Kelurahan Padang Merbau Lingkungan III, IV dan V, terdapat 13 KK, 14 rumah dan 38 jiwa dengan ketinggian air 50-120 cm.


Kelurahan Lubuk Raya Lingkungan V, terdapat 34 KK, 30 rumah, 150 jiwa dengan ketinggian air 55 cm.


Kelurahan Tualang Lingkungan II, III, IV dan VI, terdapat 710 KK, 710 rumah dan 2130 jiwa dengan ketinggian air 60-100 cm.


Kelurahan Bandar Sono Lingkungan III, IV, V, VI, VII dan VIII, terdapat 242 KK, 217 rumah dan 615 jiwa dengan ketinggian air 30 - 55 cm.



Kepala Pelaksana BPBD Tebing Tinggi, Chairun Nasrin Nasution, ST, M.Si mengungkapkan terjadinya banjir di kota Tebing Tinggi Provinsi Sumatera Utara disebabkan intensitas hujan yang sangat tinggi dari hulu Sungai Bahilang dan Sungai Padang yaitu Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), sehingga mengakibatkan meluapnya air Sungai Padang, Sungai Bahilang dan Sungai Sibarau dan menimbulkan banjir di berbagai kawasan di Kota Tebing Tinggi.


Air naik dan mulai menggenangi wilayah Kota Tebing Tinggi pukul 06.00 WIB. Sekitar kira-kira pukul 09.00 WIB, banjir kiriman ini mengakibatkan terjadinya tanggul penahan Sungai Padang jebol di Kelurahan Bandar Utama Kecamatan Tebing Tinggi Kota.


"Hingga saat ini kondisi air Sungai Padang masih naik, begitu pula dengan kondisi air sungai Bahilang dan sungai Sibarau juga masih naik serta kondisi cuaca di wilayah Kota Tebing Tinggi saat ini juga masih hujan, sehingga menyebabkan sebagian wilayah Kota Tebing Tinggi masih terendam banjir," ungkapnya.


Lanjut Chairun Nasrin, dalam bencana banjir ini tidak terdapat korban jiwa. Personel BPBD Tebing Tinggi tetap melakukan koordinasi dengan Camat, Lurah, Kepala Lingkungan, OPD dan instansi terkait dan telah mendirikan tenda posko serta melakukan evakuasi terhadap korban bencana banjir dan terus mendata jumlah korban terdampak bencana banjir.


Ia juga menyampaikan terus melakukan koordinasi dengan BWSS II melalui PDA di area aliran Sungai Padang dan Sungai Bahilang untuk mengetahui kondisi dan kenaikan debit air Sungai Padang dan Sungai Bahilang mulai dari daerah hulu sampai ke daerah Hilir sungai Padang (Bendungan Bajayu), serta melakukan koordinasi dengan PDA Sipispis, PDA Bah sumbu, PDA Bah Hilang, PDA Sibarau, PDA Berohol, PDA Tebing Tinggi, koordinator operator pintu Bendung Bajayu dan koordinator operator pintu Bendung Sibarau.


"Kami akan terus memantau informasi dari BMKG mengenai laporan cuaca yang di terima secara bertahap dengan melakukan personil BPBD stanby di kantor BPBD Kota Tebing Tinggi serta terus memantau kenaikan debit air sungai di wilayah yang terdampak banjir," sebutnya.



---


Jika ingin dibuatkan versi lebih pendek, alternatif judul, atau versi untuk media daring, silakan beritahu saya.**(Gb-rustame07)