Notification

×

Iklan

Iklan

Long Beach, Sebuah Ide Brilian Pembangunan Spot Wisata Kompromis di Danau Toba

25 Feb 2022 | 16:49 WIB Last Updated 2023-05-26T09:47:13Z




Pembangunan infrastruktur pantai yang connecting antara satu spot wisata yang dinamakan Long Beach disepanjang pantai Danau Toba menjadi sebuah solusi nyata yang kompromis bagi pengembangan destinasi wisata. 


Selain pembangunan spot wisata di Danau Toba, Long Beach juga sebuah upaya kearifan lokal bagi masyarakat adat untuk membenahi perkarangan masing-masing. 


Kenapa harus demikian? 

Selama ini, masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba sering melakukan pembangunan yang membelakangi Danau Toba karena menilai fungsi ekonomi tidak terlihat di sana. 


Namun, dengan pembangunan Long Beach di sepanjang Danau Toba di Kabupaten Samosir, akan membuka pemikiran masyarakat adat sehingga berlomba untuk memperbaiki perkarangan masing-masing untuk lebih indah sehingga wisatawan yang melewati Long Beach tersebut akan tertarik singgah dan menikmati hidangan yang disiapkan masyarakat tersebut yang akan berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan rakyat nya. 


Kenapa disebut Kompromis? 

Karena pembangunan infrastruktur wisata Long Beach Samosir ini  tentunya memerlukan keterlibatan warga secara aktif dan rela guna kepentingan yang jauh lebih besar. 


Camat Pangururan Robintang Naibaho Melakukan Sosialisasi Kompromis Kepada Warga Sekitar Pantai Danau Toba, (25/2/2022)

Dan saat ini Pemerintah Kabupaten Samosir tampaknya sedang berupaya melakukan peluang peningkatan spot wisata dengan perencanaan pembangunan pantai yang connecting antar spot wisata yaitu Long Beach Samosir sepanjang 22 Km yaitu dari Tano Ponggol Kecamatan Pangururan sampai kepada Batu Hoda Kecamatan Simanindo. 


Bahkan saat ini, Pemerintah Kecamatan Pangururan terus melaksanakan pertemuan dengan  masyarakat pemilik lahan di berbagai perbatasan desa seperti Desa Situngkir dan Sialanguan yang terdampak rencana pembangunan Long Beach Samosir. 


"Spot wisata baru Long Beach Samosir ini kita yakini akan membuat perekonomian masyarakat sepanjang pantai akan bertambah baik," ujar Plt Kadis Kominfo Samosir, Ricky Rumapea. 


Saya jadi teringat ketika saya mengunjungi Kota Malaka di negara tetangga Malaysia. 


Pemerintah Kota Malaka melakukan penembokan terhadap sungai sepanjang kota sampai ke perbatasan laut yang tadinya kumuh, menjadi tempat wisata baru baik kapal wisata yang hilir mudik membawa wisatawan sampai kepada rumah kumuh yang disulap menjadi restauran disepanjang aliran sungai dan selalu ramai dikunjungi wisatawan dari mulai sore hari sampai tengah malam. 


Akhirnya, penduduk yang tadinya rumahnya membelakangi sungai berlomba membuka usaha makanan dan minuman sembari mempercantik lingkungan dengan lampu yang terang ketika malam hari. 


Rakyat di sana pun tersenyum karena perekonomian mereka bertambah dari belanja para wisatawan yang hadir ke gerai mereka. 


Memang pembangunan ini diyakini juga membutuhkan pembiayaan yang besar namun dengan pelibatan investor, pasti dapat terbangun dengan baik. 


Pemerintah Kabupaten Samosir cukup hanya membuka area sepanjang pantai dengan menggunakan alat berat dan sirtunisasi melalui swakelola Dinas PUPR setempat. 


Setelah jalan terbuka, pembangunan selanjutnya dapat dilakukan dengan pola pelibatan swasta yaitu Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha atau KPBU, sehingga tidak membebani APBD terlalu dan dapat digunakan untuk bidang yang lain guna mensejahterakan rakyat. 


Namun dampak lanjutan Long Beach Samosir ini akan luar biasa meningkatkan perekonomian masyarakat sepanjang tepi pantai terutama para pelaku UMKM maupun pihak swasta bidang lainnya yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapat asli daerah (PAD) Kabupaten Samosir. 


Semoga ide brilian Pemkab Samosir ini dapat terlaksana dengan baik untuk kebaikan sebesar-besarnya bagi rakyat Kabupaten Samosir khususnya Samosir sebagai Destinasi Wisata dunia. 


(Gb-Akse22)