Notification

×

Iklan

Iklan

Sadis, 2 Remaja Pejalan Kaki Tiba-tiba Dibacok 3 OTK Naik Sepeda Motor

22 Nov 2021 | 10:03 WIB Last Updated 2021-11-22T03:03:07Z

Korban pembacokan oleh OTK di Tannung Mulia tengah menjalani perawatan di RS Mitra Medika, Minggu (21/11/2021).

MEDAN, GREENBERITA.com || 
Hafis (15) warga Jalan Alumunium Keluraham Alumunium Kecamatan Medan Deli terbaring sekarat di Rumah Sakit Mitra Medika Tanjung Mulia Medan, Minggu (21/11/2021). 


Abdi, keluarga Hafis mengatakan, Hafis tiba tiba diserang dan dibacok oleh 3 orang pelaku pada Sabtu Malam 20 November sekitar Pukul 23.00 WIB di Jalan Alumunium.


"Kejadiannya tadi Malam tepat di Jalan Alumunium 4 Kurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli," ujar Abdi yang merupakan adik dari ayah korban.


Atas kejadian tersebut, kata Abdi keluarga Hafis masih disibukkan dengan perawatan Hafis yang biayanya tidak ditanggung BPJS karena alasan bukan sakit. 


Pengaduan terhadap polisi baru direncanakan siang ini dengan membuat LP ke Polsek Medan Labuhan atau Polres Pelabuhan Belawan.


Sedangkan kelurga Rizki (15), menurut Abdi sudah melapor ke Polrestabes Medan. "Belum tau pasti apakah sudah dilaporkan atau belum, tapi yang pasti nenurut adiknya sudaglh dilaporkan," terang Abdi.


Pasca pembacokan, Hafis tidak sendiri menjadi korban, Rizki juga merupakan korban pembacokan. Bedanya, luka yang dialami Hafis jauh lebih parah sehingga Rizki sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.


"Rizki temannya sudah bisa pulang, karena luka bacokan hanya di lengan," kata Abdi.


Meski begitu, Rizki mendapat jahitan luar dalam pada luka luar dalam lengan sebelah kirinya sebanyak 11 jahitan. Sedangkan Hafis mengalalami luka bacok yang begitu dalam sehingga harus diambil tindakan operasi.


Hafis dan Rizki, dibacok saat hendak pulang ke rumah masing-masing. Sebelumnya keduanya ditemui oleh tiga pria yang berboncengan dalam satu kendaraan sepeda motor Vario berwarna putih.


Pelaku, berpura-pura menanya seseorang yang tidak dikenal kedua korban. Kemudian, ketiga pelaku pergi meninggalkan korban.


Lalu, saat kedua korban pulang, pelaku kebali mencegat kedua korban dan pura-pura menanayakan lagi orang yang dimaksud. Kemudian, pelaku pergi dan kembali menunggu korban.


"Kemudian mereka pergi, namun jarak 300 meter mereka sudah menunggu lagi yang nanya tadi,"ujar Abdi.


Setelah bertemu di titik terakhir menunggu, kedua korban yang berjalan kakilangsung dibacok. Korban kara Abdi tidak tau pelaku, namun telah mengenali ciri-ciri pelaku lantaran sudah tiga kali bertemu dalam kejadian tersebut.


Diduga, para pelaku merupakan komplotan jambret. Soalnya, beberapa menit kemudian tak jauh dari lokasi ada korbam yang juga mengalami perampokan oleh ciri-ciri yang sama, yakni mengendarai sepeda motor Vario Putih.


"Ada korban lain, masih juga tetangga sekitar yang dirampas hapenya oleh ciri-ciri pelaku yang sama yaitu mengendarai sepeda motor Vario warna putih. Dan masih tetangga juga  kejadiannya selang bebrapa menit, bisa jadi ada kaitanya,"kata Abdi.


Memang, kata Abdi dari Rizki dan Hafis tidak sempat ada barang milik mereka yang diambil lantaran mereka beusaha memberi perlawanan. Sedangkan korban lain yang dirampas handphonenya juga saat berjalan kaki.


(Gb-Ka21)