Notification

×

Iklan

Iklan

OTT KPK di Cilacap, Bupati Syamsul dan Puluhan Pejabat Termasuk Sekda Dibawa ke Jakarta

14 Mar 2026 | 11:22 WIB Last Updated 2026-03-14T04:22:00Z

Bupati Cilacap kena OTT KPK (13/3- photo ist/gb)

GREENBERITA.com– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2026). 


Dalam operasi tersebut, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman bersama puluhan orang lainnya diamankan dan diperiksa terkait dugaan suap proyek di lingkungan pemerintah daerah.


Sang Bupati terjaring operasi tangkap tangan (OTT) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman langsung dibawa ke markas Polresta Cilacap untuk dimintai keterangan. 


Dia tidak sendiri ada jajarannya yang juga dimintai keterangan.


Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan total ada 27 orang yang diperiksa dalam OTT KPK di Cilacap. Mereka terdiri dari penyelenggara negara dan swasta.


"Hari ini tim mengamankan sejumlah 27 orang, salah satunya adalah Bupati Cilacap," kata Budi kepada wartawan, Jumat (13/3/2026).


"Dari penyelenggara negara ASN dan mungkin ada beberapa juga dari pihak swasta dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan intensif di sana. Sejauh ini informasi yang kami terima (Wakil Bupati) tidak ada," imbuhnya.


Sejumlah pejabat yang dibawa KPK ke Mapolresta Cilacap diangkut menggunakan bus. Selain itu ada tiga mobil dengan plat B dan F yang digunakan KPK.


"Tadi rombongan sampai sini sekitar jam 16.15 WIB. Ada banyak orang di bus, termasuk PJU (pejabat utama)," kata anggota polisi Polresta Banyumas yang enggan disebutkan namanya kepada wartawan, Jumat (13/3).


KPK menyebutkan kasus yang menjerat Syamsul yaitu berkaitan dengan proyek di Cilacap. Ada dugaan suap dalam proyek di Cilacap.


"Diduga adanya penerimaan yang dilakukan oleh pihak Bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap," kata Jubir KPK Budi Prasetyo, dikutip dari detikNews.


Dalam penangkapan itu, KPK juga mengamankan sejumlah uang. Meski belum disebut totalnya, namun uang terdiri dari pecahan rupiah.


"Barang bukti yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini salah satunya adalah dalam bentuk uang tunai," kata Budi.


"Saat ini yang teridentifikasi rupiah. Untuk jumlahnya nanti kami akan update kembali. Jadi memang ini kan masih dalam proses ya, ini juga kawan-kawan masih di lapangan masih dilakukan pemeriksaan awal itu," imbuhnya.


Dari pantauan di Mapolresta Cilacap, beberapa pejabat sempat keluar ruangan untuk menjalankan ibadah salat Asar di Masjid Polresta Banyumas. Mereka hanya berjalan dengan mengenakan batik dikawal petugas kepolisian.


Pejabat tersebut antara lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap Sadmoko Danardono, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Buddy Haryanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Heru Kurniawan, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Oktrivianto Subekti, dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) dr Ichlas Riyanto.


"Ikut saja," kata Sekda Cilacap, Sadmoko Danardono saat ditanya wartawan soal pemeriksaan KPK.


Selain meminta keterangan sejumlah orang, KPK juga melakukan penyegelan di kantor Pemerintahan Kabupaten Cilacap.


Dari pantauan di lapangan, KPK menyegel dua ruangan di kantor Pemerintahan Kabupaten Cilacap. 


Dua ruangan yang disegel adalah ruangan Sekda dan Asisten Sekda Cilacap.


Dua ruangan tersebut berada di lingkungan kantor Pemerintahan Kantor Bupati Cilacap. 


Sementara untuk pintu depan rumah dinas bupati terpantau tidak tersegel. Suasana kantor pemerintahan Kabupaten Cilacap juga nampak lengang. 


Pada pukul 17.00 WIB pintu gerbang kompleks pemerintahan ditutup.


Sementara itu, Sekda Provinsi Jateng, Sumarno mengaku prihatin, namun dia menegaskan agar pelayanan masyarakat di Cilacap tetap harus berjalan normal.


"Yang jelas kami juga prihatin dengan situasi ini, kami berharap teman-teman di Cilacap, aktivitas untuk pelayanan masyarakat yang penting tetap berjalan baik," kata Sumarno di Semarang.


"Kita pastikan kita akan asistensi ke sana nanti untuk aktivitas ini. Kami tadinya nggak tahu kalau Pak Sekdanya juga kena. Itu tadi saya sudah sempat kontak nomor beliau tapi nggak diangkat. Jadi saya belum tahu situasinya sampai saat ini," lanjutnya.


Bupati Syamsul keluar dari gedung Sat Reskrim Polresta Banyumas pada pukul 21.12 WIB. Ia nampak mengenakan masker hijau, kemeja putih lengan panjang dan celana panjang hitam. 


KPK terlihat membawa sejumlah berkas dan koper. Koper yang dibawa berwarna merah diangkut di jok belakang mobil berwarna hitam menuju Stasiun Purwokerto.


Saat ditanya wartawan, Syamsul memilih bungkam. Ia berjalan ke dalam mobil Daihatsu Xenia warna hitam bernomor polisi F 1203 FBK yang sudah terparkir di halaman gedung tersebut.


Syamsul keluar bersama dengan sejumlah penyidik KPK ke Stasiun Purwokerto. Selain Syamsul, nampak juga Sekda Cilacap Sadmoko Danardono beserta sejumlah kepala OPD yang mengenakan masker.


Seusai tiba di Stasiun Purwokerto, rombongan langsung menuju ruang tunggu VIP. Dari informasi yang dihimpun, rombongan menaiki Kereta Api Purwojaya pada pukul 21.37 WIB.