Notification

×

Iklan

Iklan

Vandiko Timotius Gultom, Memang Sulit Untuk Dilupakan

23 Jun 2021 | 20:47 WIB Last Updated 2021-06-23T14:02:04Z

Catatan Adv. BMS Situmorang, SH

SAMOSIR, GREENBERITA.com - Sejak September 2019 lalu, masyarakat dan perantau Kabupaten Samosir dikagetkan dengan munculnya seorang pemuda bernama Vandiko Timotius Gultom, ST sebagai Bakal Calon Bupati Samosir pada Pilkada 2020. 

Di lingkungan punguan dan gereja Bangso Batak Toba, seorang pemuda atau pemudi yang belum menikah disebut sebagai Naposobulung.


Saat itu, pria kelahiran Banjarmasin pada  16 Februari 1992 itu masih berumur 27 tahun dan alumnus Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan Institut Teknologi Surabaya (ITS) dengan masa kuliah 2010 - 2016, dan dengan Tugas Akhir atau Skripsi berjudul "Studi Kelayakan Perubahan Status Jalan Provinsi Menjadi Jalan Nasional Dengan Hirarki Arteri Primer di Tinjau Dari Segi Ekonomi Pada Ruas Jalan Tele – Pangururan Kabupaten Samosir."


Dalam tugas akhir atau skripsinya, anak kedua dari Ir. Ober Gultom, M.T (dikenal sebagai mantan Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR) ini berpendapat bahwa berdasarkan metode analisa Benefit Cost Rasio (BCR) tahun 2015, peningkatan jalan pada ruas jalan Tele – Pangururan Kabupaten Samosir, belum memenuhi kriteria kelayakan. 


Untuk mendapatkan benefit yang sebanding dengan biaya pengeluaran (Cost) maka sebaiknya pekerjaan ini ditunda terlebih dahulu dan dapat dilakukan ditahun ke-23 karena menurut studi yang dilakukan proyek ini baru akan mendapatkan benefit yang cukup bagus ditahun 2038.


Setelah lulus, Vandiko bekerja sebagai Pegawai Tidak Tetap atau Pegawai Non PNS di Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Jawa Timur, di Sidoarjo pada tahun 2017 - 2019.


Sejak 21 Januari 2020, kepada wartawan, Vandiko  mengatakan: 

"Siap Bertempur Hadapi Petahana. Infrastruktur harus sejahtera. Dengan cara apa, infrastruktur ini dikembangkan dengan kerjasama dengan pemerintah pusat, agar APBD pemerintah daerah tidak terbebani lagi untuk infrastruktur. Jadi bisa dialokasikan untuk kesejahteraan sosial. Setelah itu kita tingkatkan lagi untuk kesejahteraan ekonomi  masyarakat. Ekonomi harus kuat. Di visi misi, saya membawa soal pembangunan saluran irigasi dan air bersih. Samosir juga tidak terlepas kepada pertanian. Maka saya akan membuat program pupuk dan bibit gratis kepada masyarakat. Pariwisata juga menjadi sektor yang tak kalah penting. Apalagi pariwisata Samosir punya pengaruh besar sebagai Pemasukan Asli Daerah (PAD). Kita akan merevitalisasi sarana dan prasarana. Supaya siap untuk go internasional. Kita juga akan melakukan pembinaan kepada pelaku usaha supaya bisa menerima wisatawan.”


Mengenai visi misinya yang tidak akan menggunakan APBD untuk membangun infrastruktur (khususnya jalan dan irigasi) juga disampaikan kepada wartawan greenberitaTV, saat wawancara di Desa Parbaba Dolok, 24 Ferbruari 2020, dimana Vandiko mengatakan:


"Bilamana saya diizinkan untuk memimpin Samosir, sesuai dengan visi misi saya yang akan saya bawakan yaitu membuka akses  jalan sebanyak-banyaknya ke seluruh Desa, karena (anggaran untuk) ini semua ada di Kementerian PUPR. Ini sebabnya saya buat sinergitas antara pusat dan daerah harus ditingkatkan supaya akses jalan di seluruh desa bisa dibuka, bilamana saya diizinkan. Kementerian PUPR tidak punya daerah, jadi mereka sifatnya pasif atau menunggu. Menunggu Daerah untuk aktif meminta ke Pusat. Jadi, di Kementerian PUPR ada dana untuk pembangunan Jalan sampai ke Desa. Ada di Cipta Karya, dan di Bina Marga juga ada. Jadi ini kita bisa maksimalkan untuk pembangunan sampai ke Desa-desa. Sehingga APBD Samosir tidak terbebani lagi untuk pembangunan Infrastruktur, sehingga akan dialokasikan untuk kesejahteraan rakyat. Prosedur pengajuannya tidak sulit, tergantung pemerintah daerahnya, apakah mau bersinergi secara aktif meminta pembanguan Jalan sampai ke Desa."


Lebih lanjut, di Huta Silombu, Desa Pananggangan 2, Kecamatan Nainggolan sekira bulan Juni 2020, Vandiko juga mengatakan kepada wartawan bahwa


"Jalan-jalan ke Desa masih rusak, saluran irigasi yang kurang, banyak hasil pertanian masyarakat tidak maksimal, dan jarak Puskesmas masih sangat jauh. Untuk mengatasi hal tersebut, mengingat kecilnya APBD maka kita harus membangun sinergitas dengan pusat agar dana pusat masuk ke daerah lebih besar. Sehingga APBD kita khusus kesejahteraan masyarakat di Samosir. Saya sangat yakin 100% dapat mewujudkan hal ini."


Materi visi misi yang sama juga disampaikan Vandiko kepada masyarakat pada hari, Sabtu, 04 Juli 2020, di Desa Dosroha, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, dengan mengatakan:


"Untuk masyarakat sejahtera itu, salah satunya harus sejahtera dari segi infrastruktur. Infrastruktur harus sejahtera. Bagaimana caranya? Maka saya akan tingkatkan, bilamana saya diizinkan menjadi Parhobas, saya akan tingkatkan kerjasama antara Pemerintah Daerah dan Pusat. 


Maksudnya bagaimana? Dengan peningkatan sinergitas kerjasama antara Pusat dan Daerah, jadi kita minta pembangunan jalan sampai dengan ke Desa harus dari Pusat. Jangan lagi dari APBD. Kalau kita gunakan APBD untuk pembangunan infrastruktur maka masyarakat tidak akan sejahtera. Karena kita Samosir, APBD kita masih di bawah satu triliun. Itu sangat jauh untuk sejahtera. Karena kita membangun jalan saja maupun infrastruktur sudah habis semua. Maka jangan gunakan APBD untuk pembangunan jalan, jadi, harus minta dari Pusat. 


Dan, kebetulan Amang dan Inang, saya bekerja di Kementerian PUPR. Walaupun saya saat ini sudah resmi keluar dari Kementerian PUPR dikarenakan memang peraturan. Saya harus mengorbankan salah satu, dan saya korbankan untuk saya perjuangkan pekerjaan saya untuk membuat Amang dan Inang bisa lebih sejahtera. 

Nah, jadi begitulah tadi saya bilang. Sebenarnya dana di Pusat itu banyak. Di Kementerian PUPR, kita bisa minta dana sampai jalan-jalan ke Desa ada di Kementerian PUPR. Jadi, kita mintalah dari Pusat supaya dana turun. Dengan latar saya sebagai mantan pekerja di PUPR, dan kebetulan orangtua saya masih di Kementerian PUPR, maka kami akan berkolaborasi, bekerja sama, supaya dana Pusat turun untuk Samosir."


Penyampaian visi misi Vandiko yang tidak akan menggunakan APBD untuk membangun Infrastruktur, di tempat dan waktu yang sama juga dipertegas oleh Ketua Tim Pemenangannya, Pahalatua Simbolon, dengan mengatakan:  


"Ternyata, diboto hamu do? Di partambuan ni si Jokowi, di APBN, marlipat-lipat hepeng. Martriliun-triliun hepeng. Tu dia do on? Tu seluruh tanah air Indonesia. Persoalanna, ise do namampu mambuat partambuan on? Ise do namampu bersinergis dohot Pusat i? Vandiko orangnya. Karejo ni imana ma i, mangalului tu san. Padengganonna ma. Ndang APBD be paturehon dalan tu san. Ndang APBD be paturehon dalan tu Parhorasan. Sian APBN. Ido antong.


APBN ma sude mambaen marlissin dalan on torus. Na di ginjang an. Songon dalanta on. Diboto hamu do sian dia anggaran ni on? Nion dalan namulus on? Ima APBN. Ndang APBD. Molo mangharaphon partambuan ni APBD Samosir do hita, nunga ma, horas ma. Ndang tuntas. Berarti, ingkon sian partambuan ni si Jokowi an ma. Ingkon ido naboi manselesaihon infrastruktur air, jalan, listrik. Ima infrastruktur dasar ni manusia."


Visi misi yang sama dan bahkan lebih luas juga disampaikan Vandiko Timotius pada hari, Minggu 26-07-2020, di Kelurahan Pintu Sona Kecamatan Pangururan dengan mengatakan: 


"Untuk membuat agar orang tidak terus keluar dari Samosir maka harus disiapkan semua sarana dan prasarananya. Agar orang mau pulang ke Samosir, caranya tentu harus sejahtera dulu infrastrukturnya. Dan, saya berjanji, Amang dan Inang: Saya akan tingkatkan sinergitas antara Pusat dan Daerah. Supaya apa? Supaya pembangunan Infrastruktur Jalan sampai ke Desa-desa, Saluran Irigasi dan Saluran Air Bersih, yang menjadi kebutuhan utama Samosir, agar Pemerintah menurunkan modalnya ke Samosir. Saya di Kementerian PUPR kemarin, maka saya tahu persis. Maka saya akan menggunakan jaringan yang saya miliki di Pusat agar dana dari Pusat bisa turun ke Samosir.


Kemudian apa yang diberikan Pemda Samosir? Maka, Amang dan Inang, bila saya diizinkan untuk jadi Parhobas, ekonomi Samosir harus juga kuat. Caranya bagaimana? Tadi pembangunan Infrastrukturnya dari Pusat. Maka Pemerintah Daerah harus hadir memberikan  pupuk dan bibit gratis kepada Amang dan Inang. Agar orang bisa bekerja. Karena 80% pertanian. Maka harus dijamin pupuk dan bibit gratis. 


Kemudian yang ketiga, apa lagi?

Selain itu maka sumber daya manusianya juga harus ditingkatkan. Bagaimana Amang dan Inang? Bilamana saya diizinkan jadi Parhobas, saya tidak akan membiarkan putra putri asli Samosir keluar begitu saja dari Samosir. Maka bagaimana? Saya akan memberikan beasiswa gratis S2 bahkan sampai dengan S3. Tapi dengan catatan. Dengan catatan: IPK minimal 3. Supaya apa? Supaya tidak ada dusta diantara kita. Jadi tidak ada lagi malas-malasan. Kalau semua dikasih beasiswa sembarangan, main-main semua. Kan gitu. Nah, kenapa harus diberikan beasiswa? Yang saya inginkan adalah, kenapa banyak putra-putri Samosir tidak mau pulang ke Samosir? Karena ketika lulus SMA banyak yang putus sekolah. Adapun yang bisa sekolah keluar, itu usaha kerja keras orangtuanya setengah mati. Sehingga apa? Sehingga tidak ada rasa memiliki mereka. Jadi, ketika mereka lulus, nggak ada yang mau pulang, kan gitu? Maka caranya bagaimana? Harus berikan mereka beasiswa. 


Jadi bilamana saya diizinkan jadi Parhobas, Amang dan Inang, Saudara-saudaraku, yang masih-masih muda, saya mengerti apa yang Kalian butuhkan. Jadi yang kalian pikirkan nanti, tidak ada lagi. Yang kalian pikirkan hanya berlomba-lombalah mencari prestasi. 


Bilamana saya diizinkan Amang dan Inang jadi Parhobas, saya akan memberikan BPJS gratis untuk Amang dan Inang. 


Nah, kemudian yang kelima, apa? Ini yang terakhir, yang kelima. Tadi saya bercita-cita apa? Agar masyarakat di Samosir bisa berwisata di Samosir tanpa harus keluar dari Samosir. Kita tahu saat ini Danau Toba merupakan Daerah Super Prioritas. Artinya apa  Amang dan Inang? Banyak dana Pusat sebenarnya turun ke Danau Toba khususnya Samosir. 


Maka bilamana saya diizinkan Amang dan Inang jadi Parhobas di Samosir, saya akan revitalisasi semua sarana dan prasarana pariwisata di Samosir agar kita siap go internasional. Karena dana pusat banyak. Kita harus lobi Pusat agar dana Pusat turun ke Samosir. 


Jadi itu Amang dan Inang, yang bisa saya tawarkan kepada Amang dan Inang. Saya anak muda, Amang dan Inang. Anak muda itu visioner. Mampu melihat ke depan. Maka saya bercita-cita, kita di Samosir, bisa berpendidikan, bisa berwisata, bisa bekerja,  karena alam kita sungguh menyiapkan itu semua. Tidak seharusnya kita, melulu keluar dari Samosir. Maka semuanya harus dipersiapkan.


Bak gayung bersambut, jaminan personal (personal guarantee) atas visi misi Vandiko yang tidak akan menggunakan APBD untuk membangun Infrastruktur, di hadapan Vandiko dan ratusan masyarakat dan beberapa Anggota DPRD dan wartawan, dengan sangat berapi-api disampaikan oleh Ketua Tim Pemenangan, Pahalatua Simbolon, dengan mengatakan:


"Saya mau katakan, begitu dia terpilih, Vandiko - Martua duet, satu tahun pertama periode pertama saya pastikan Jalan-jalan di Samosir akan mulus. Kalian dengar. Saya pastikan. Saya tau betul siapa Vandiko ini. Saya tau betul siapa yang melahirkan dia. Sebelum saya mau sebagai Ketu Tim Pemenangan Vandiko, saya sudah tanya dulu. Bisa bagus nggak Kau bikin Samosir? Dia pastikan, bisa. Boasa didok imana bahwa APBD tidak dipakai untuk pembangunan Jalan di Samosir? Memang, molo APBD do dipangke laho mambangun Jalan di Samosir on sude, sampe mintop tano on ndang laho sae annon dibangun dalan on. Nggak bisa. Sampe mintop tano on, ndang mampu APBD ni Samosir mambangun sude Jalan. Memang ndang sanggup,  molo holan mengharaphon APBD. Aha didok si Vandiko? Dia akan berusaha mengambil dana dari Pusat untuk membangun semua Jalan di Samosir. Bisa? Bisa. Saya pastikan, tahun pertama pembangunan di Samosir akan mantap. Nggak ada yang ditabrak Undang-Undang kalau Vandiko bisa mengambil dana dari Pusat ke Samosir. Kenapa? Karena Kawasan Danau Toba adalah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Ada kata Nasionalnya. Sehingga dana-dana Nasional bisa masuk langsung. Tergantung niat baik pemerintahnya. Vandiko ini,  orang baik."


Saat berpidato pada momen pendaftaran ke KPU Kabupaten Samosir, 05-09-2020, kepada ribuan rakyat, bertempat di Pangururan, Vandiko dengan semangat berapi-api mengatakan:


"Karenanya amang dan inang semua, berikan kami kesempatan, dan niscaya, kami akan memperbaiki seluruh Infrastruktur di Kabupaten Samosir tanpa membebani APBD Samosir." 


Pada kesempatan yang sama, Ir. Mangindar Simbolon (Bupati Samosir 2005 - 2015), salah seorang Tim Pemenangan Vandiko,  sebagaimana pendapat dan keyakinan Pahalatua Simbolon, juga mengatakan: "Godang do dana di pusat alai mampu do bupati i parohon dana sian pusat? Ido sungkun-sungkun. Molo APBD-ta on do, haraphononta holan i, bah ndang tolapta i, ndang tolapta i. Gompang ma, santabi, hita sude, ndang laho adong kemajuan. Alai ala adong do angka donganta di pusat, adong amanta Benny Pasaribu, adong angka anggota DPR. Sian sude Partai do on, bereng hamu ma kan, Vandiko i, Vantas i didukung sude partai, kecuali sada. Kan ido, kan? Hehe. Lapatanna, anggota DPR RI sian partai-partai on, dohot di provinsi, wajib mendukung bupatinta nanaeng ro. Kan, ido? Ido. Jadi ndang boi holan hata,  ingkon adong do sibaenon. Kan ido? Alai denggan rohanta, denggan hatanta, adong sibaeonon, ingkon adong dos ni roha. Marsiargaan."


Selain menyampaikan visi misi atau janji pembangunan dan kesejahteraan yang menggiurkan sebagaimana diuraikan di atas, Tim Kampanye Vandiko juga membagi-bagikan parcel, beras 5 kg, dan uang yang disebut sebagai Togu-Togu Ro (TTR).


Bila mengacu terhadap penjelasan Pahala Tua Simbolon di Kelurahan Pintu Sona, Minggu, 26 Juli 2020, maka nilai parcel dan beras setidaknya adalah sebesar Rp7,2 millyar, dengan perincian: 60.000 × parcel @Rp60.000,- = Rp3,6 millyar dan 60.000 × beras 5kg @Rp60.000,- = Rp3,6 millyar. Belum termasuk  masker 120 pcs, asing dope biaya sosialisasi, asing dope angka holong ni roha. Hupingkir-pingkir amanta on, ingkon habis Rp40 millyar asa boi gabe bupati," kata Pahalatua Simbolon.


Dan akhirnya pada tanggal 09 Desember 2020,  sebayak 41.806 pemilih dari total 78.638 pemilih yang sah, memilih Vandiko Timotius Gultom dan Martua Sitanggang (Vantas). 


Sementara Rapidin Simbolon bersama Juang Sinaga (Rapberjuang) dipilih sebanyak 30.238 pemilih.


Sedangkan Laksamana Pertama TNI (Purn) Marhuale Simbolon,S.Pi dan Ir. Guntur Sinaga (Marguna) lebih parah lagi karena hanya dipilih sebanyak 6.594 pemilih. Dan, kertas suara tidak sah ada sebanyak 475. Sehingga terdapat sebanyak 79.113 Pemilih Samosir yang mengunakan Hak Pilih dari total daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan sebanyak 93.169 pemilih yang ditetapkan KPU Samosir pada Kamis,15 Oktober 2020.


Dengan umur yang masih muda, belum punya istri, dengan pengalaman kerja yang minim, dengan visi misi atau janji yang luar biasa percaya diri, berani dan sangat memukau, didukung semua Partai minus PDI Perjuangan, serta kemampuannya dalam menyediakan logistik yang sangat besar, dan dengan perolehan sebayak 41.806 suara, maka sangat wajar dan harap dimaklumi bilamana mayoritas masyarakat dan perantau Kabupaten Samosir  sangat sulit untuk melupakan Vandiko walau pilkada 2020 sudah lama usai. 


Masyarakat dan perantau setiap hari akan memperhatikan perkataan dan perbuatan Vandiko, seraya terus menagih realisasi janjinya yang akan membangun Infrastruktur tanpa membebani APBD Samosir, dan lain-lain. Memang, bila benar Vandiko bisa membangun Infrastruktur (Jalan, Irigasi dan Instalasi Air Minum) tanpa membebani  APBD, tetapi bisa dilobby untuk dibangun langsung oleh Pemerintah Pusat, maka seakan-akan APBD yang bersumber dari Dana Transfer Umum yang mencakup Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH), yang berdasarkan Peraturan per-UU-an, sebesar 25% harus dialokasikan untuk belanja infrastruktur daerah (mandatory spending), menjadi seolah-olah bisa dialokasikan untuk melaksanakan BPJS gratis, bibit gratis, pupuk gratis dan beasiswa gratis.  


Untuk mewujudkan BPJS gratis bagi 27.418 penduduk Kabupaten Samosir yang belum menjadi peserta JKN-KIS, membutuhkan  anggaran sebesar 27.418 × Rp25.500,- = Rp699.159.000,-/ bulan. 


Sebab, menurut Kepala BPJS Pematang Siantar, dr. Kiki Cristmar Marbun, jumlah penduduk Samosir yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sampai April 2021 sebanyak 117.087 (81% ) dari jumlah penduduk 144.505 jiwa. 


Untuk kesejahteraan masyarakat serta kemajuan Kabupaten Samosir, serta untuk menjaga kesahihan atau akurasi perkataan seorang pemuda dan millenial Vandiko beserta para Natua-tua yang menjadi Tim Pemenangannya, diharapkan Vandiko Timotius Gultom, ST mampu mewujudkan visi misi atau janji-janji politiknya. Amin. Horas. 



( Penulis adalah Sekjen DPP Komunitas Masyarakat dan Perantau Samosir-KoMPaS)