Tunaikan Sholat Jum'at di Mesjid Sarat Sejarah Islam Samosir -->

VIDEO

Tunaikan Sholat Jum'at di Mesjid Sarat Sejarah Islam Samosir

Radio samoir Green
Sabtu, 27 Februari 2021

Greenberita.com meliput  pelaksanaan Sholat Jum'at di mesjid Al Hassanah Samosir 

GREENBERITA.com
Mesjid yang berawal dari sebuah langgar kecil di samping Rumah dinas Bupati Samosir ini sedang mengalami pengembangan menjadi bangunan dua lantai demi melayani jamaah maupun wisatawan yang datang ke Danau Toba sesuai dengan program pemerintah yang menjadikan Danau Toba sebagai proyek super prioritas wisata Indonesia.


Team BKM (Badan Kesejahteraan Mesjid ) Al Hasannah di ketuai oleh Sultan Hermanto Hutagalung salah seorang Tokoh agama yang berpengaruh di Samosir, masih berkerja keras dengan team BKM Al Hasanah menggalang dana swadaya dari para donatur ,semoga Allah limpahkan keberkahan kepada mereka yang menyisihkan sebagian harta mereka demi merampungkan proses pembangunan Mesjid ini. 

Sultan Hermanto Hutagalung Ketua BKM Mesjid Al Hasannah Samosir


Saat ini mesjid Al Hasannah Samosir masih memerlukan dana cukup besar supaya mesjid ini bisa rampung di bulan Ramadhan nanti, sehingga dapat di gunakan oleh muslim Samosir untuk melaksankan sholat tarawih dan ibadah lima waktu sengan kondisi mesjid yang sudah rampung pembangunannya ,  insha Allah.
Proses pembangunan Mesjid Al Hasannah


Sholat Jum'at adalah sholat yang wajib di lakukan oleh laki-laki yang sudah bhaliq hukumnya adalah fardhu 'ain, dalam hadis dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhum, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ، أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ، ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنَ الْغَافِلِينَ

“Hendaknya orang yang suka meninggalkan jumatan itu menghentikan kebiasaan buruknya, atau Allah akan mengunci mati hatinya, kemudian dia menjadi orang ghafilin (orang lalai).” (HR. Muslim 865).


Dari Abul Ja’d Adh Dhamri radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ تَرَكَ ثَلَاثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ

“Barangsiapa yang meninggalkan shalat jum’at tiga kali karena meremehkannya, maka Allah akan kunci hatinya” (HR. Abu Daud no.1052, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abu Daud).


Al-Munawi rahimahullah menjelaskan makna hadits ini: 

أي : ختم عليه وغشاه ومنعه ألطافه ، وجعل فيه الجهل والجفاء والقسوة ، أو صير قلبه قلب منافق

“Maksudnya: Allah akan mengunci hatinya, menutupnya dan menghalanginya dari kasih sayang Allah. Dan Allah akan jadikan kejahilan, kekasaran dan kekerasan hati padanya. Atau Allah akan jadikan hatinya seperti hati orang munafik.” (Faidhul Qadir, 6/133).

Ini menunjukkan bahwa orang yang meninggalkan shalat Jum’at tanpa udzur, ia telah melakukan dosa besar.


Ustad Hendra Himawan Manik 

Khutbah Jum'at di Mesjid Al Hasannah Samosir 26 Februari 2021 ini di bawakan oleh Ustad Hendra Himawan Manik , Mesjid yang masih dalam proses pembangunan tersebut di penuhi oleh Jamaah sampai ke lantai 2 masjid ini.  Mesjid ini merupakan mesjid pertama di bangun di Samosir dan punya sejarah luar biasa dalam dakwah Islam Samosir.


"Pemahaman tentang syurga dapat di ketahui melalui Alqur'an, banyak ayat dalam Alqur'an yang menjelaskan tentang syurga, dari ayat-ayat tersebut banyak sudah manusia yang menemukan hidayah Allah karena kehidupan mereka alami bersinggungan dengan ayat Alqur'an." , inilah awalan Khutbah Jum'at Ustad Hendra Himawan Manik saat menyampaikan Khutbah Jum'atnya di Mesjid Al Hasannah Jalan Danau Toba, Pangururan Kabupaten Samosir.


Surga 'Adn ini banyak dijelaskan dalam Al-Qur'an, di antaranya firman Allah di Surat Thaha Ayat 76: "

(Yakni) Surga 'Adn yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, di dalamnya mereka kekal. Dan itulah (merupakan) balasan bagi orang yang (dalam keadaan) bersih (saat di dunianya dari berbagai dosa)".


 "Ayat ini menjadi sebab hidayah pada seorang ilmuan di eropa yang pernah membaca Al Qur;an danmenemukan makna ayat ini saat harinya begitu melelahkan dan dia sangat menginginkan istirahat untuk melepas penatnya ." lanjut Ustad Manik meneruskan khutbahnya 


"Dalam fikiran si Ilmuwan dia akan beristirahat berhari -hari atas lelah yang di alaminya tersebut , saat dia menemukan sebuah kursi dan duduk di kursi tersebut di saat yang sama dia mendengar air sungai yang mengalir di depan rumah tersebut seketika dia merasakan ketenangan dan tanpa dia sadari lelah yang begitu hebat dia rasa hilang dalam hitungan menit " , Ucap Ustad Manik melanjutkan khutbahnya 


"Dan saat rasa penat yang luar biasa tadi hilang maka orang ini teringat akan Alqur'an yang di bacanya dan seketika dia merasakan kedamaian dan ketenangan yang di gambarkan Alqur'an tersebut dan dia memahami bagaimana syurga yang di gambarkan Allah dalam Al qur'an  ,  demikianlah Alqur'an menyentuh hidup manusia dalam ke seharian kita tanpa kita di sadari tidak ada kejadian dalam hidup kita yang tidak tertulis dalam Alqur'an " lanjut Ustad Manik dalam khutbah Jum'atnya .


Di antara manusia ada orang-orang yang Allah inginkan kebaikan padanya. Kita berharap mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang diinginkan oleh Allah untuk mendapatkan kebaikan tersebut. Tentunya kita tidak ingin kita termasuk orang yang Allah kehendaki keburukan ada pada diri kita. Lalu siapakah orang-orang yang Allah inginkan kebaikan bagi mereka?

 Berikut ciri-cirinya:


Dijadikan ia senantiasa beramal sholih sebelum kematian menjelang

Disebutkan dalam hadits yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dan lainnya[1], bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


إذا أراد الله بعبد خيرا استعمله قيل : ما يستعمله ؟ قال : يفتح له عملا صالحا بين يدي موته حتى يرضي عليه من حوله


“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah jadikan ia beramal.” Lalu para sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud dijadikan dia beramal?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dibukakan untuknya amalan shalih sebelum meninggalnya sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya ridha kepadanya.”


Dipercepat sanksinya di dunia

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


إذا أراد الله بعبده الخير عجل له العقوبة في الدنيا و إذا أراد بعبده الشر أمسك عنه بذنبه حتى يوافي به يوم القيامة


“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada hamba-Nya, Allah akan segerakan sanksi untuknya di dunia. Dan apabila Allah menginginkan keburukan kepada hamba-Nya, Allah akan menahan adzab baginya akibat dosanya (di dunia), sampai Allah membalasnya (dengan sempurna) pada hari Kiamat.” (HR. At-Tirmidzi dan Al Hakim dari Anas bin Malik)[2]

Namun kita tidak diperkenankan untuk meminta kepada Allah agar dipercepat sanksi kita di dunia, karena kita belum tentu mampu menghadapinya.


Diberikan cobaan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


من يرد الله به خيرا يصب منه


“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan, Allah akan memberinya musibah.” (HR. Al-Bukhari).

Cobaan pasti akan menerpa kehidupan mukmin, karena itu merupakan janji Allah. Allah berfirman,


وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ


“Sungguh, Kami akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira bagi orang-orang yang bersabar” (QS. Al Baqarah: 155).

Bersabarlah ketika kita mendapatkan cobaan, karena cobaan itu untuk menggugurkan dosa atau mengangkat derajat.


Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا يَزَالُ الْبَلَاءُ بِالْمُؤْمِنِ أَوْ الْمُؤْمِنَةِ فِي جَسَدِهِ وَفِي مَالِهِ وَفِي وَلَدِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّهَ وَمَا عَلَيْهِ مِنْ خَطِيئَةٍ

“Senantiasa ujian itu menerpa mukmin atau mukminah pada jasadnya, harta dan anaknya sampai ia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai dosa.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albani).


Dijadikan faham terhadap agama Islam

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan padanya, Allah akan faqihkan ia dalam masalah agama (ini).” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).


Kefaqihan adalah pemahaman yang Allah berikan kepada seorang hamba. Pemahaman yang lurus tentang Al-Qur’an dan hadits didasari dengan kebeningan hati dan aqidah yang shahih. Karena hati yang dipenuhi oleh hawa nafsu tidak akan dapat memahami Al-Qur’an dan hadits dengan benar.


Diberikan kesabaran

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

و ما أعطي أحد عطاء خيرا و أوسع من الصبر

“Tidaklah seseorang diberikan sesuatu yang lebih baik dan lebih luas dari kesabaran.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).


Kesabaran dalam keimanan bagaikan kepala untuk badan. Badan tak akan hidup tanpa kepala, demikian pula iman tak akan hidup tanpa kesabaran. Untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya amat dibutuhkan kesabaran. Karena iblis dan balatentaranya tak pernah diam dari menyesatkan manusia dari jalan Allah. Allah berfirman,

وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

“Tidaklah diberikan (sifat-sifat yang terpuji ini) kecuali orang-orang yang sabar, dan tidaklah diberikannya kecuali orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (QS. Fushshilat: 35).


Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang Engkau inginkan kebaikan, beri kami kesabaran untuk menjalankan perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu, beri kami kesabaran dalam menghadapi musibah yang menerpa, beri kami kefaqihan dalam agama dan bukakan untuk kami pintu amal shalih sebelum wafat kami.


Setelah mendoakan semua umat muslimin dan muslimat disambut dengan khidmad oleh jamaah yang hadir dengan meng Aaminkan doa tersebut, Ustad Manik menutup Khutbahnya, dan para jamaahpun di seru dengan Iqamah yang di kumandangkan dengan indahnya oleh muazin mesjid Al Hassanah.


Para Jamaah berdiri dan tersusun rapi tidak ada pangkat atau jabatan di sini semua sama umat Rasulullah.saw yang mengharapkan belas kasihan Rab-Nya, berdiri dengan khidmat lalu bersama - sama di pimpin ustad Manik sebagai imam sholat Jum'at menyembah kepada Allah berharap belas kasihan Allah kepada seluruh umat manusia, semoga semua bencana yang melanda bumi ini dapat di angkat Allah dan kita bisa kembali melaksankan kehidupan seperti sedia kala.


Alam Danau Toba di Pulau Samosir yang Indah berpadu dengan lantunan ayat suci dan lafaz Allah yang di suarakan Imam Sholat saat pelaksanaan Sholat Jum'at, setelah dua Rakaat Sholat di tutup dengan doa para Muslimin Samosir melangkah nmeninggalkan mesjid sambil membawa makanan yang di msedikan para donatur buat jamaah yang melaksankan Sholat dan terlihat pemandangan yang luar biasa sejuh dan ramah dari senyum dan tawa ceria muslim-muslim kecil penerus muslim Samosir di masa depan saat bercengkrama di pingiran Danau Toba sambil menikmati makanan yang mereka dapat dari mesjid tadi.

Pemandangan Danau Toba di depan Mesjid Al Hasanah Samosir 
Subhanallah inilah indahnya Jum'at, inilah baraqahnya Jum'at dan inilah kepingan syurga di bumi Indonesia di sudut Sumatra betapa indahnya suasana saat itu melukiskan ramah dan damainya bumi nusantara dengan keberagaman suku budaya yang di satukan oleh NKRI. 

(gb-rizal/rel)


Loading...