Notification

×

Iklan

Iklan

Diwisuda Doktor, Ini Cerita Eks Bupati Samosir Wilmar Simanjorang

30 Jul 2020 | 00:06 WIB Last Updated 2021-02-07T09:33:24Z
Doktor Wilmar Eliaser Simanjorang, M.Si

SAMOSIR,GREENBERITA.com- Pegiat lingkungan Danau Toba asal Sumatera Utara yang pernah mengembalikan Kalpataru dari Presiden RI, Wilmar Eliaser Simanjorang akhirnya berhasil meraih gelar Doktor strata-3 dibidang Teologia dan diwisuda pada Sabtu, 25 Juli 2020.


Dikenal sebagai sosok yang kontroversial, Doktor Wilmar Eliaser Simanjorang yang juga seorang mantan pejabat Bupati Samosir 2004-2005 lalu ini, mendapatkan gelar doktornya pada usianya yang cukup berumur yaitu 73 tahun.

"Didalam panggilan hidup saya diberi kesempatan berbuat untuk tanah kelahiran yang disebut Bonanipinasa. Teringat waktu menjabat Bupati Samosir dan Kepala Badan Perancanaan Pembangunan dan Penanaman Modal Kabupaten Toba Samosir thn 2001 sampai 2003 banyak perguruan tinggi menawarkan saya untuk diwusuda menjadi Doktor, tapi hati nuraniku tidak bisa menerima tawaran itu, karena saya merasa belum pantas menjadi seorang Doktor," ujar Wilmar Simanjorang.

Wilmar mengaku bahwa ketika harus menjalani hidup dalam waktu purna tugas memilih pulang kanpung dan berbuat untuk merawat Kawasan Danau Toba melalui konservasi dengan masyarakat.

"Dan dalam perjalanan penggiat lingkungan saya bertemu dgn sekolompok orang yg berjuang melawan perusak lingkungan yakni perusak Hutan Tele yang disebut illegal logging. Bersama Forum Pesona yang dipimpin oleh orang-orang muda yang militan untuk mempertahankan kelestarian hutan Kawasan Danau Toba khususnya Pusaka Hutan Tele. Puji Tuhan atas pertolonganNya kami bisa menang melawan Ilegal loging dengan perjuangan penegakan hukum lingkungan sampai ke tingkat kasasi MA," cerita Wilmar.

Setelah selesai perjuangan penegakan hukum, Wilmar Simanjorang mengaku dipercaya Bupati Samosir Rapidin Simbolon untuk ikut mengelola Geosite Kaldera Toba diwilayah Kabupaten Samosir.

"Sambil bejerja dalam upaya untuk memiliki kejernihan berpikir perlu tetap dilanjutkan olah pikir dalam  berkarya yang bermakna dalam perjalanan hidup ini," ujarnya menanggapi penugasan yang dipercayakan Bupati Rapidin Simbolon.

Dalam rangka peningkatan pengetahuan, maka pada tahun 2016 dirinya memutuskan dan memilih melanjutkan pendidikan ketingkat doktoral dan memilih Program Studi Teologia.

"Karena menurut saya ilmu yang saya miliki selama ini sepertinya kurang memuaskan untuk mengerti arti kehidupan yang sejati, maka saya cari kampus yang dekat dengan tempat mengabdi yang punya status kelembagaan yang diakui oleh negara yaitu Institut Agama Kristen Negeri Tarutung," ujar Wilmar Simanjorang.

Bekerja sambil berkuliah mulai tahun 2016, Wilmar mengaku tidak pernah absen menghadiri pembelajaran sehingga bisa tamat tepat waktu pada awal tahun 2020 dan diwisuda secara daring dengan predikat Cumlaude

"Soli Deo Gloria, dengan meraih gelar yang baru ini menjadi suatu beban berat untuk mempertanggungjawabkannya ditengah-tengah pengabdian dalam masyarakat, sehingga semakin bergiat dan tetap belajar untuk mengerti apa kehendak Tuhan yang harus dilakukan disisa umur ini," terang Wilmar.

Menurutnya, keberhasilan dalam studi ini adalah atas dukungan keluarga dan dukungan doa dari teman-teman yang menjadi sumber motivasi baginya dan dianggapnya merupakan berkat Tuhan.

(gb-As01-rel)