Notification

×

Iklan

Iklan

Tenggelam di Danau Toba Samosir, Korban Candra Simbolon Ditemukan

28 Apr 2020 | 10:40 WIB Last Updated 2020-08-26T06:03:47Z
Korban Candra Simbolon berhasil ditemukan Basarnas dalam keaadaan meninggal dunia
SAMOSIR, GREENBERITA.com || Mayat korban Candra Simbolon (19) yang hilang tenggelam di Danau Toba pada Senin kemarin dan tepatnya di kawasan wisata Pantai Pasir Putih Parbaba, Pangururan, Kabupaten Samosir berhasil ditemukan pada Selasa pagi, 28 April 2020 dalam keadaan meninggal dunia.

Hal itu dibenarkan salah seorang penyelam Basarnas Parapat, Holmes Hutapea ketika dikonfirmasi greenberita pada Selasa,28 April 2020.

"Setelah kita melakukan pencarian dengan menyelam, mayat korban ditemukan sekitar jam 10 pagi ini dan ditemukan dari bibir pantai sekitar 100 meter," jelasnya.

Kondisi mayat ditemukan dikedalaman 8 meter dari permukaan Danau Toba dan kondisi korban sudah sempat tertutupi oleh lumpur.

"Titik tersebut dicurigai sebagai tempat tenggelamnya korban dari CCTV pemilik lokasi wisata dimana korban sempat berusaha berenang," jelas Holmes Hutapea.

Tim penyelam Basarnas Parapat, Holmes Hutapea
Pihak Basarnas Parapat menurunkan 5 orang crew dan 2 penyelam dan telah mulai bekerja mencari korban dari mulai Senin, 27 April 2020 dengan mengerahkan peralatan khusus untuk pencarian orang yang tenggelam.

Penemuan mayat korban Candra Simbolon juga dibenarkan oleh Kapolsek Pangururan, AKP. Radiaman Simarmata ketika dikonfirmasi wartawan.

"Benar, korban tenggelam sudah ditemukan dan saat ini sedang di ruang mayat rumah sakit Hadrianus Sinaga bersama keluarga korban yang telah datang dari Medan," ujar Radiaman Simarmata.

Menurutnya, pihak keluarga sebelumnya sudah sepakat untuk mengebumikan mayat korban di Samosir. "Karena asal usul korban dari Samosir dan keluarga katanya sudah sepakat mengebumikan korban di Panahatan Simbolon Samosir ini," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, korban Candra Simbolon telah 2 minggu tinggal dan mengunjungi salah satu pengelola objek wisata di Pantai Pasir Putih Parbaba yang sedang ditutup karena pandemi Corona.

Pagi itu, korban yang merupakan warga Medan bersama dua rekannya, Yose Naibaho dan Pahuala Situmeang bermaksud hendak mandi di Pasir Putih Pangururan.

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa ini terjadi saat korban bersama dua rekannya yang baru datang dari Medan sedang asyik berenang menggunakan ban, sekitar jam 11.00 Wib.

Korban diduga korban tidak bisa berenang dan ketika bermain di dalam air menggunakan alat bantu ban, teman-teman korban sudah mengingatkan agar tidak melewati tanda bendera yang merupakan zona aman berenang.

"Dia sudah diingatkan kawan-kawannya supaya jangan melewati bendera merah, tapi tidak di dengarkan korban. Saat keasyikan bermain di dalam air, ternyata ban nya terlepas dari tubuhnya dan teman korban melihat korban sudah tidak berada di atas ban lagi," ujar Mangoloi Sihaloho, pengelola objek wisata Pasir Putih tersebut.

Saat teman korban mencari, mereka hanya menemukan ban yang mengapung, sedangkan korban sudah tidak ada dan teman-teman korban pun melaporkan kejadian ini kepada masyarakat setempat.

"Korban hendak bekerja kepada kami tapi kami tidak terima karena saat ini usaha wisata kami ini sedang tutup, tapi keluarganya tetap menitipkan mereka ditempat kami," tambah Mangoloi.

Pihak Kepolisian Resor Samosir membenarkan tenggelamnya korban bernama Candra Simbolon.

"Benar, telah tenggelam seorang pria bernama Candra Simbolon usia 19 tahun," ujar Kasat Reskrim Polres Samosir Josner Banjarnahor ketika dihubungi pada Senin, 27 April 2020.

(gb-AS02)