Notification

×

Iklan

Iklan

Ketua KPU ini Mundur Jelang Pilkada

25 Nov 2019 | 07:25 WIB Last Updated 2021-02-07T09:25:59Z

Plt Ketua KPU Sul-Sel, Fatmawati saat ditemu di kantor KPU SUl-Sel di Makassar. 
MAKASSAR, GREENBERITA.com || Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan, Misnah M Attas secara mengejutkan mengundurkan diri dari jabatan sebagai Ketua Komisioener KPU Sulsel jelang pelaksanaan Pilkada serenta tahun 2020. Hal ini langsung dilakukan rapat pleno yang dihadiri seluruh komisoner untuk membahas pengunduran diri Misnah Attas.

Dalam rapat pleno yang dihadiri tujuh pimpinan komisioner KPU Sul-Sel, selain membahas pengunduran diri Ketua KPU, juga menunjuk pelaksana tugas dalam menggantikan posisi yang ditinggalkan Misnah Attas dalam melaksanakan tugas harian dan menjelang pemilihan serentak dibeberapa kabupaten kota di wilayah Sul-Sel.

Terkait pengunduran itu, memang benar, pada tanggal 22 november lalu seluruh komisioner diundang rapat pleno oleh ibu Misnah.

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KPU Sul-Sel, Fatmawati membenarkan perihal kemunduran Misnah Attas sebagai Ketua KPU Sul-Sel saat memberikan keterangan persnya di kantor KPU Sul-Sel Jalan Andi Pangeran Pettarani, Kota Makassar, Minggu 24 November 2019, sore.

Ia mengatakan, jika dalam kepemimpinan kolektif kolegial KPU baik pengangkatan ketua dan pengunduran diri itu sudah ditetapkan oleh KPU RI yang diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) nomor 8 tahun 2019 tentang tata kerja komisi pemilihan umum.

“Terkait pengunduran itu, memang benar, pada tanggal 22 november lalu seluruh komisioner diundang rapat pleno oleh ibu Misnah. Di dalam rapat pleno itu dia mengundurkan diri dan hal itu dia lakukan dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan,” kata koordinator divisi sumber daya manusia (SDM) KPU Sul-Sel, Fatmawati yang dilansir dari Tagar.id .

Kemudian dilanjutkan kembali rapat pleno dan memilih Faisal Amir sebagai Ketua KPU Sul-Sel yang nantinya akan melanjutkan kerja-kerja yang telah berjalan. Dari hasil proses ini telah dikomunikasikan dan konsultasikan ke KPU RI dan menunggu KPU RI menetapkan jabatan Ketua KPU Sul-Sel yang baru.

Jadi KPU Sul-Sel lembaga tetap berintrigitas dan bebas dari intervensi dari pihak mana pun.

Namun, Fatmawati tidak dapat menjelaskan lebih rinci alasan pengunduran diri Misnah Attas sebagai Ketua KPU, padahal sebelum Misnah mengundurkan diri, pihak KPU tengah menangani polemik ada dua calon legislatif terpilih yang telah ditetapkan sebagai anggota dewan Provinsi Sul-Sel.

Tetapi tiba-tiba kedua legislatif tersebut dipecat dari partainya masing-masing sehingga batal dilantik dan sampai hari ini belum ada kejelasan statusnya.

“Jadi KPU Sul-Sel lembaga tetap berintrigitas dan bebas dari intervensi dari pihak mana pun. Kalau dari surat pengunduran diri beliau menyatakan mengundurkan diri tanpa ada paksaan dan tekanan dari pihak mana pun,” kilahnya.

Fatmawati menerangkan, dua anggota dewan terpilih yang batal dilantik pada tanggal 24 September lalu masing-masing dari PDI dan Partai Gerindra ini masih dalam proses penyelesaian di KPU Sul-Sel.

“Sementara ini masih berproses,” ujarnya.

Meski Misnah Attas tak lagi menjabat sebagai Ketua KPU Sul-Sel, kini Misnah menjabat sebagai Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan dan Pengembangan SDM. Sementara jabatan Ketua KPU Sul-Sel kini dijabat oleh Faisal Amir yang sebelumnya menjabat sebagai Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan dan Pengembangan SDM.
(ars)