Kebakaran di Tobasa, Dua Rumah Guru dan , Ratusan Kaleng Padi Hangus Jadi Debu

VIDEO

Kebakaran di Tobasa, Dua Rumah Guru dan , Ratusan Kaleng Padi Hangus Jadi Debu

Rabu, 07 Agustus 2019

Hubungan arus pendek listrik hingga mengakibatkan percikan api berujung pada kebakaran di Desa Pintu Batu
TOBASA, GREENBERITA.com-Akibat hubungan arus pendek listrik mengakibatkan percikan api berujung pada kebakaran di Desa Pintu Batu, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir pada Selasa, (6/8/2019). 

Saksi kejadian, Rugun Simbolon mengatakan, awalnya mereka sedang melakukan senam Lansia di halaman sekolah, dan tiba-tiba melihat api menyambar.

"Kami melihat setelah apinya mulai besar. Saya langsung menjerit minta tolong dan membawa anak saya lari dari rumah, soalnya rumah saya bersebelahan dengan rumah yang terbakar ini," ujar Rugun di lokasi.

Katanya, usai senam mereka dengan tiba-tiba melihat api sudah menjalar dan melahap bagian depan rumah. Peristiwa tersebut, dijelaskannya terjadi pada pukul 19:30 WIB.

Dua unit rumah di Desa Pintu Batu, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir ludes dilahap api pada Selasa, 6 Agustus 2019 malam, sekira pukul 19:30 WIB. Ke dua rumah ini merupakan perumahan SD Negeri 173568 Pintu Batu. Dari keterangan Kepala Sekolah SD Negeri 173568 Pintu Batu, J. Marhulang Panjaitan di lokasi kejadian, api diduga bermula dari hubungan arus pendek listrik hingga mengakibatkan percikan api. Satu dari dua unit rumah diketahui terbuat dari kayu, hingga api cepat menjalar. 

Warga lain, Marhulang Panjaitan menyampaikan melihat kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan ala kadarnya. 4 unit mobil pemadam milik Pemkab Tobasa pun tiba di lokasi. 

"Api akhirnya berhasil dipadamkan 1 jam kemudian. Ini perumahan guru,"jawabnya.

Disebutnya lagi, dua rumah ludes dilahap api. Satu dari dua unit rumah diketahui terbuat dari kayu, hingga api cepat menjalar.

Informasi dihimpun di lokasi, tidak ada korban jiwa akibat kebakaran ini, namun kerugian diyakini mencapai hingga ratusan juta rupiah karena ratusan kaleng padi milik korban tidak sempat diselamatkan. Kedua korban yang menghuni rumah adalah 
Nurcahaya Sinaga yang juga guru disekolah tersebut, dan juga keluarga Kristina Panjaitan.

(gb-ferndt/At)

Loading...