Miris, Pengunjung Pasir Putih Tandarabun Samosir Turun Drastis

VIDEO

Miris, Pengunjung Pasir Putih Tandarabun Samosir Turun Drastis

Green 5
Minggu, 24 Maret 2019

Pantai Pasir Putih Tandarabun, Desa Dosroha, Kecamatan Simanindo, Samosir, sepi pengunjung bahkan diakhir pekan
SIMANINDO, GREENBERITA.com-
Keberadaan objek wisata Pantai Pasir Putih Tandarabun, di Desa Dosroha, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir yang diresmikan oleh Djarot Saiful Hidayat (Mantan Gubernur DKI Jakarta), pada 27 Desember 2017 lalu, kini lesu dari aktivitas kunjungan wisatawan, bahkan jumlah pengunjung anjlok.

Hal itu disampaikan Jhon Saidi Situngkir, Manajer Pengelola kepada GREENBERITA.com pada Sabtu  (22/3/2019) di Pantai Tandarabun.

Menurutnya, anjloknya jumlah pengunjung hingga mencapai 75%, juga terjadi sejak pasca peristiwa di Danau Toba 2018 lalu (Tragedi KM Sinar Bangun).

"Sejak dibuka dan diresmikan  27 Desember 2017 lalu, sangat ramai pengunjung kesini. Namun sejak tragedi KM Sinar Bangun, pengunjung anjlok. Penurunan mencapai 75%. Peningkatan jumlah pengunjung hingga tahun ini belum signifikan sejak hari itu," ucap Situngkir.

Ia membandingkan, pada libur natal 2017 sangat jauh berbeda dengan saat libur natal dan tahun baru 2018 dari sisi jumlah pengunjung.

"Dan di 2017, masih ada wisatawan mancanegara, namun di 2018, hanya orang lokal.
Jumlah pengunjung libur natal 2017 jauh beda dengan 2018. Di libur natal 2018 lalu, kalau pun ada pengunjung hanya orang Samosir yang pulang dari perantauan untuk merayakan pergantian tahun di Samosir," tambahnya.

Disampaikan lebih lanjut, saat libur Imlek 2018 sebelum kejadian di Danau Toba, bahkan masih ramai pengunjung. Namun saat libur Imlek dan Raya Nyepi 2019, sepi pengunjung. Dan akibat menurunnya jumlah pengunjung, dari 11 orang jumlah pengelola, kini tinggal 5 orang, diluar penjual souvernir.

"Ada sih geliat di 2019 setelah tragedi di Danau Toba 2018, tapi hanya sekitar 20%. Itu terjadi saat akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Kalau hari-hari biasa, kosong. Jujur, saat ini kita bertahan karena aktivitas rombongan atau komunitas yang sering menggunakan lokasi ini. Kalau dari luar sudah sepi," ungkap Jhon Saidi Situngkir.

Namun demikian, kata Jhon, kini pihaknya tetap berbenah dan sudah menyediakan sebanyak 8 unit homestay dengan fasilitas spring bed, ruang tamu, ruang masak dan toilet didalamnya.

"Kini kita sudah ada homestay siap pakai dengan kapasitas hingga 10 orang. Harga Rp 300.000 untuk 24 jam. Memang spring bed yang kita sediakan hanya 1 buah, namun ketika ada keluarga atau rombongan hingga berjumlah 10 orang, kita tetap sediakan kasur tanpa menambah harga," ujar Jhon.

Lebih jauh kata Jhon, upaya selanjutnya, rencana mau buat foto spot, dan warung kuliner nasional menambah sarana juga fasilitas yang ada saat ini, seperti boat, banana boat, ban, sepeda air, juga warung souvernir.

Dijelaskan, tarif retribusi masuk Pantai Pasir Putih Tandarabun, untuk dewasa ditarif Rp 5.000/orang, roda dua Rp 5.000, mobil pribadi Rp 10.000, dan bus rombongan Rp 20.000.

"Untuk anak seusia SMP tidak diikutip retribusi. Dan untuk toilet, kita hanya sediakan kotak kebersihan. Artinya sukarela," tutup Jhon Saidi Situngkir. (Rel-G5)
loading...