Notification

×

Iklan

Iklan

Harga Karet dan Sawit Anjlok, PP GMKI Menemui Menteri Perdagangan

2 Feb 2019 | 13:55 WIB Last Updated 2019-11-10T13:40:45Z
JAKARTA, GREENBERITA.com – Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia bertemu dengan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, di Gedung Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Jumat, (1/2/2019).

Pada kesempatan itu, Pengurus Pusat GMKI menyampaikan beberapa permasalahan daerah, khususnya persoalan harga karet, lada dan sawit yang mengalami penurunan. Ketua Umum PP GMKI, Korneles Galanjinjinay mengungkapkan GMKI sebagai organiasi mahasiswa tidak hanya berfokus kepada satu isu sektoral, tetapi isu sektor lainnya seperti sektor Pertanian.

“Perlu dipahami GMKI tidak hanya fokus pada satu isu sektoral saja, pertanian lokal dan nasional juga pun menjadi kajian atau bahan diskusi kami,” ungkap Korneles.

Turut dengan hal itu, Koordinator Wilayah XIV Kalbar, Kaleb Elevensi, menyatakan hal serupa bahwa di Kalimantan Barat banyak petani Karet, Lada dan Sawit mengeluhkan harga yang anjlok.

“Di tempat saya, masyarakat di Kalimantan Barat banyak petani lokal mengeluhkan soal anjloknya harga karet, lada dan sawit, hal ini juga yang ingin saya sampaikan kepada bapak menteri agar dapat diperhatikan” ujar Kaleb pada pertemuan itu seperti dilansir dari dinamikajambi.com.

Merespons hal itu, Menteri Perdagangan, Enggartiasto pun kemudian menjelaskan bahwa komoditas karet dan juga sawit merupakan komoditas global yang harganya sesuai dengan mekanisme pasar internasional, yang saat ini harganya sedang turun.

“Turun semuanya. Tidak hanya Indonesia yang kena masalah ini. Semua negara penghasil sawit Indonesia kena semua. Karet juga sama belakangan harganya turun. Itu komoditas global internasional. Harga kita enggak mungkin bisa ikut campur,” ucap Menteri Perdagangan, Enggartiasto.

Namun segera dalam pertemuan itu, Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto memastikan bahwa instruksi tersebut sedang dalam koordinasi dengan kementerian Koordinator bidang Perekonomian.

“Saya sudah instruksikan agar beberapa perusahaan setempat beli produk lokal pertanian secara langsung dari koperasi atau petani lokal setempat,” tegas Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita.
(rel-marsht)