
Dari Pengawalan hingga Komitmen Iman, Kapolres dan Pastor Walden Satu Suara Tanam Pohon di Tele (28/3- Ferndt/gb)
GREENBERITA.com–Upaya komitmen pelestarian lingkungan di kawasan Danau Toba kembali diwujudkan melalui aksi penanaman ratusan pohon di perbukitan Desa Partukko Naginjang Tele, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Sabtu (28/3/2026), yang melibatkan lintas elemen mulai dari aparat, tokoh agama hingga masyarakat.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WIB ini diprakarsai oleh Yayasan Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan Ordo Kapusin Provinsi Medan (KPKC OKPM) dalam rangka perayaan Tahun Yubileum Santo Fransiskus Assisi 2026.
Penanaman pohon tersebut melibatkan berbagai unsur penting, di antaranya Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, Anggota Komisi XIII DPR RI Rapidin Simbolon, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir Edison Pasaribu, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Samosir Joannes Krisdianto Marpaung.
Terlihat Kapolres Samosir melakukan penanaman pohon ersama sejumlah tokoh agama, aktivis lingkungan, dan masyarakat, seperti Pastor Walden Sitanggang, OFMCap selaku Ketua Satgas KPKC, Bruder Sumitro Sihombing selaku Direktur JPIC, Pastor Guido Situmorang, serta Pastor Jupen Saragih bersama Dewan Paroki dan sekitar 70 warga setempat.
Dalam sambutannya, Pastor Guido Situmorang mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam merawat lingkungan. Ia menegaskan bahwa kerusakan hutan berdampak langsung pada ketersediaan air dan keseimbangan ekosistem, sehingga kegiatan penghijauan menjadi langkah nyata menjaga ciptaan Tuhan.
Senada, Anggota DPR RI Rapidin Simbolon menekankan pentingnya menjaga kawasan Danau Toba sebagai aset nasional yang strategis.
"Bahwa keterlibatan kami dalam kegiatan penanaman pohon ini merupakan bentuk kepedulian pribadi terhadap lingkungan dan bukan kepentingan politik, karena jauh hari ketika memimpin Kabupaten Samosir ini kami selalu melakukan perlindungan atas kerusakan hutan Tele," jelas Rapidin Simbolon.
Dikatakannya bahwa hutan memiliki fungsi vital sebagai penyangga kehidupan, sehingga diperlukan langkah preventif untuk mencegah kerusakan yang berdampak pada generasi mendatang.
Ketua Satgas KPKC, Pastor Walden Sitanggang, OFMCap, menyampaikan bahwa program penanaman pohon ini merupakan bagian dari upaya pemulihan lahan kritis.
"Aksi ini adalah komitmen berkelanjutan dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam," ujar Pastor Walden Sitanggang sembari meminta semua pihak untuk melakukan penanaman pohon.
Kadis Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir, Edison Pasaribu, juga menegaskan pentingnya rehabilitasi lahan kritis secara berkelanjutan, khususnya di wilayah tangkapan air seperti Partukko Naginjang.
"Kami mengajak seluruh elemen untuk berkolaborasi dalam menjaga keseimbangan ekosistem," ujar Edison Pasaribu.
Menutup rangkaian sambutan, Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan menegaskan dukungan penuh Polri terhadap program pelestarian lingkungan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban serta memastikan keberlanjutan dari pohon-pohon yang telah ditanam.
“Kami siap mendukung dan mengawal program penghijauan ini sebagai bagian dari upaya mencegah potensi bencana alam serta menjaga keberlangsungan hidup masyarakat,” ujarnya.
Sebagai simbol dimulainya aksi penghijauan, dilakukan penyerahan dan penanaman pohon secara bersama-sama oleh para tamu undangan.
Sebanyak 620 batang pohon ditanam dalam kegiatan ini, terdiri dari 300 pohon kemenyan, 20 pohon beringin, 100 pohon mahoni, 150 pohon jengkol, dan 50 pohon durian.
Penanaman pohon ini adalah wujud nyata sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Danau Toba.**(Gb-ferndt01)















