Notification

×

Iklan

Iklan

Ini Jumlah P3K Yang Bakal Direkrut Pemerintah

23 Jan 2019 | 19:00 WIB Last Updated 2019-02-01T01:40:09Z
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin  
JAKARTA, GREENBERITA.com - Pemerintah telah mengeluarkan peraturan tentang Manajemen PPPK dan Rencana Pengadaan PPPK Tahap I 2019.

Pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) kemudian melakukan sosialisasi terkait PP No.49 tahun 2018 tersebut.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin menyebutkan jika tahun ini pemerintah akan merekrut 150 ribu orang tenaga Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K).

"Pemerintah merekrut 150 ribu orang P3K dan 100 ribu CPNS yang dilakukan bertahap, mempertimbangkan waktu konstalasi politik," ucap Menteri PAN-RB ketika melakukan Sosialisasi PP No.49 tahun 2018 di Batam, Kepulauan Riau, Rabu.

Diterangkan, rekrutmen P3K dilakukan dalam dua tahap, setiap tahap terdiri dari 75 ribu orang pegawai.

Dilansir dari antara, Mantan Wakapolri itu menjelaskan, tahap pertama akan dimulai Februari 2019, khusus untuk guru honorer, penyuluh pertanian dan tenaga kesehatan seperti dokter, bidan dan perawat.

"Fokus untuk guru honorer, karena tidak dibatasi waktu, mau umur berapa saja," ucap Syafruddin.

Sementara untuk tahap kedua akan dimulai Mei 2019, yang dibuka untuk umum.

Jika tahap pertama, pemerintah fokus untuk guru, maka pada tahap kedua, formasi yang dibuka untuk jabatan teknis dan spesialis profesional.

Ditambahkannya, setiap pemerintah daerah dan instansi wajib melakukan menghitung setiap jabatan yang dibutuhkan berdasarkan analisis dan beban kerja.

Pada proses rekrutmen, katanya harus mengikuti enam pedoman, yakni kompetitif, adil dan tidak dipungut biaya.

Kesempatan itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Batam, Syahir menyampaikan hingga saat ini pihaknya masih menghitung jumlah kebutuhan P3K.

Syahir mencatat saat ini terdapat sekitar 5.000 tenaga honorer di Pemkot Batam. Namun, tidak seluruhnya akan menjadi P3K.

Di antara 5.000 tenaga honorer, banyak di antaranya adalah guru dan tenaga kesehatan, sesuai dengan pembukaan rekrutmen tahap 1.

"Di Batam ada juga tenaga penyuluh pertanian. Dan meski kita bukan daerah pertanian, tetap butuh," pungkas dia. (Rel)