Notification

×

Iklan

Iklan

Diusulkan Pendirian Universitas Negeri Sang Naualuh Siantar

29 Nov 2018 | 18:21 WIB Last Updated 2019-11-10T13:31:02Z
Fawer Full Fander Sihite
SIANTAR, GREENBERITA.com-Di tengah riuhnya pro kontra pendirian tugu Raja Siantar, Sang Naualuh Damanik di lapangan Haji Adam Malik, secara mendadak menyeruak sebuah usulan untuk pendirian Universitas Negeri Sang Naualuh Siantar.

Ide pendirian perguruan tinggi negeri itu dilontarkan mantan Ketua GMKI Siantar-Simalungun, Fawer Full Fander Sihte. Fawer yang baru saja wisuda S2 di Yogyakarta, menyebut, Kota Siantar sudah berdiri sejak tahun 1871, merupakan bagian sejarah yang panjang hingga saat ini.

Kota dengan luas wilayah 79,97 kilometer dan berpenduduk sebanyak 247.411 jiwa (2015), tak terlepas dari perjuangan Sang Naualuh Damanik sebagai Raja Siantar pada saat itu. Namun tak sedikit generasi muda saat ini tak paham akan perjuangan-perjuangan yang pernah ia lakukan untuk Siantar hingga bisa dinikmati seperti sekarang.

“Perjuangan yang gigih melawan penindasan yang dilakukan oleh Belanda pada saat itu menjadi bagian sejarah istimewa yang tak terlupakan dari Sang Naualuh. Dan untuk mengenang dan menghidupi nilai-nilai yang baik semasa hidupnya, sudah selayaknyalah di Siantar berdiri Universitas Negeri Sang Naualuh,” ujar Fawer, Kamis (29/11/2018).

Fawer menegaskan, pendirian Universitas Negeri Sang Naualuh, juga berbanding lurus dengan kerinduan warga kota ini untuk hadirnya sebuah perguruan tinggi negeri sejak lama.

“Jika dipertanyakan, dimana lokasinya? Sudah jelas lokasi tersedia, yaitu kawasan Tanjung Pinggir merupakan tempat yang paling tepat,” ujarnya.

Fawer menyebut dampak positif dari pembangunan Universitas Negeri Sang Naualuh yang akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Siantar, baik secara pendidikan maupun aspek ekonominya.

“Sehingga yang secara de-facto kita seluruh masyarakat Siantar adalah cucu dari Raja Sang Naualuh akan turut merasakan dampak positif dari hadirnya Universitas Negeri Sang Naualuh,” katanya.

Dia berkeyakinan perguruan tinggi negeri ini bisa berkembang, salah satunya dengan memperhatikan jumlah potensi peminat calon mahasiswa sudah terukur dengan banyaknya jumlah SMA/SLTA di Siantar, serta peluang anak-anak luar daerah kuliah di Universitas Negeri Sang Naualuh.

“Nilai-nilai Sang Naualuh akan hidup di Siantar jika kerinduan ini dapat segera dilaksanakan. Karena akan ada universitas yang menghidupi pemikiran-pemikiran Raja Siantar itu. Sesungguhnya memerangi kemiskinan tanpa pendidikan adalah sebuah tindakan yang sia-sia,” pungkasnya. (red)