Target imunisasi rebela belum tercapai

VIDEO

Target imunisasi rebela belum tercapai

Kamis, 18 Oktober 2018


Pertemuan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kampanye imunisasi MR di Kota Tanjungbalai (AntaraNews Sumut/ist)

"Khusus Kota Tanjungbalai yang masih sangat jauh dari target diharapkan kedepannya dapat terelisasi dengan baik, karena berdasarkan data, anak-anak Tanjungbalai sangat rentan terkena rubella"


Tanjungbalai, Sumut, 18/10 (Antara) - Dinas Kesehatan Kota Tanjungbalai belum capai target pelaksanaan imunisasi vaksin campak dan rubella atau Measles Rubella (MR), sesuai data diperoleh realisasi pelaksanaan imunisasi hanya 11 persen. 

Berdasarkan pres realiase dari Bagian Humas Setdakot Tanjungbalai, Kamis, 
Dinas Kesehatan menargetkan sebanyak 54.621 anak usia 9 bulan hingga kurang 15 tahun di enam Kecamatan se Kota Tanjungbalai menjadi sasaran imunisasi MR.

Akan tetapi, sesuai data disampaikan Kadis Kesehatan Burhanuddin Harahap ketika pertemuan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kampanye imunisasi MR Selasa (16/10), sejak dikampanyekan  per 1 Agustus 2018, capaian target hanya terealisasi 11 persen.

Penyebab rendahnya capaian target itu karena warga menunggu fatwa MUI terkait halal atau tidaknya vaksin yang disuntikkan kepada anak yang akan diimunisasi. 

Dalam realise pers tersebut, Menurut Burhanuddin banyak sekolah menolak murid dan siswanya divaksin karena dikalangan masyarakat beredar informasi vaksin MR mengandung insulin babi.

Selain itu, berita hoaks (bohong) dimasyarakat bahwasanya penggunaan Vaksin MR dapat menyebakan kelumpuhan, muncul bintik bintik disekujur tubuh dan wajah membuat warga tidak menginjinkan anaknya diimunisasi.

Sementara, Konsultan United Nations International Children's Emergency Fund  (UNICEF) Regional Sumatera Sartini menyatakan, pencegahan rubella merupakan tugas kita bersama dan bukan hanya Dinas Kesehatan, untuk itu perlu kerjasama dan koordinasi dengan berbagai pihak sehingga anak-anak bisa terhindar dari Rubella.
Kalau anak kita telah terinfeksi rubella, kata Sartini, anak tersebut tidak dapat lagi dikembalikan sediakala.

Hal inilah yang mendorong Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan melakukan imunisasi secara nasional untuk mencegah anak Indonesia terhindar dari Rubella.

"Khusus Kota Tanjungbalai yang masih sangat jauh dari target diharapkan kedepannya dapat terelisasi dengan baik, karena berdasarkan data, anak-anak Tanjungbalai sangat rentan terkena rubella," ujar Sartini.***4*** (ANT)
loading...