Notification

×

Iklan

Iklan

Tak Hanya Benih Jagung P-32, Rapidin Simbolon Janjikan Traktor Besar untuk Petani Urat

2 Okt 2026 | 20:43 WIB Last Updated 2026-10-02T13:43:14Z

170 Petani Urat-Suhutnihuta Terima Benih Jagung P-32 dari Rapidin Bawa Simbolon sembari janjikan Traktor Besar (2/10- fando/gb)
GREENBERITA.com- Bantuan benih jagung disalurkan kepada 170 kepala keluarga petani di Desa Suhutnihuta Pardomuan dan Desa Parsaoran Urat, Samosir, Jumat (2/10/2026). Bantuan tersebut dibawa Anggota DPR RI Komisi XIII yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs. Rapidin Simbolon MM.


Penyaluran bantuan berlangsung di halaman rumah Batak di Lumban Manik, Desa Suhutnihuta Pardomuan. Sejumlah petani tampak antusias menyambut kedatangan Rapidin yang datang bersama Ketua Komisi B DPRD Sumatera Utara, Sorta Ertati Siahaan.


Sebanyak 80 kepala keluarga dari Desa Suhutnihuta Pardomuan dan 90 kepala keluarga dari Desa Parsaoran Urat menerima bantuan benih jagung jenis Pioneer 32 (P-32).


Rapidin menyebut benih tersebut memiliki kualitas yang baik dan berpotensi menghasilkan hingga tiga tongkol dalam satu tanaman. Bagi petani, bantuan benih menjadi tambahan modal untuk memulai maupun melanjutkan musim tanam, terutama untuk memenuhi kebutuhan produksi sejak pengolahan lahan hingga panen.


“Kami sangat berterimakasih kepada Pak Rapidin yang selalu memperhatikan kami petani kecil di desa-desa,”ujar seorang petani bermarga Situmorang.


Tak hanya benih, Rapidin juga menyampaikan rencana menghadirkan alat dan mesin pertanian berupa traktor berukuran besar ke kawasan Urat. Traktor tersebut nantinya akan dimanfaatkan secara bersama oleh kelompok-kelompok tani untuk membantu pengolahan lahan.


"Setelah ini kita akan upayakan membawa traktor besar ke sini. Nanti digunakan bersama oleh kelompok tani," kata Rapidin.


Bantuan alat dan mesin pertanian serupa sebelumnya telah disalurkan Rapidin kepada sejumlah kelompok tani di berbagai daerah di Sumatera Utara. Kini, petani di Urat berharap bantuan tersebut segera terealisasi.


Bagi petani, kebutuhan pertanian tidak hanya berhenti pada ketersediaan benih. Setelah ditanam, lahan harus tetap diolah dan dirawat hingga memasuki masa panen. Karena itu, keberadaan alat pertanian diharapkan dapat meringankan pekerjaan sekaligus mendukung produktivitas petani.


Rapidin menegaskan dirinya akan terus mendengar kebutuhan masyarakat, khususnya para petani. Menurutnya, bantuan yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan yang benar-benar dirasakan warga di lapangan.**(Gb-fando01)