Notification

×

Iklan

Iklan

Bobby Nasution Luncurkan 33 Bus Gratis untuk Pelajar, Sekitar 1.008 Siswa di Lima Kabupaten Terlayani

16 Okt 2026 | 12:34 WIB Last Updated 2026-10-16T05:34:08Z

Sebanyak 1.008 pelajar di lima kabupaten di Sumatera Utara kini mendapat akses transportasi sekolah gratis melalui pengoperasian 33 unit bus perintis yang diluncurkan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution (15/10- fando)
GREENBERITA.com- Diperkirakan sebanyak 1.008 pelajar di lima kabupaten di Sumatera Utara kini mendapat akses transportasi sekolah gratis melalui pengoperasian 33 unit bus perintis. Program yang diluncurkan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution ini diharapkan menekan ketergantungan pelajar terhadap sepeda motor sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan menuju sekolah.


Peluncuran dilakukan secara daring melalui Zoom yang dipusatkan di SMA Negeri 1 Pulau Rakyat, Jalan Dusun II, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, Kamis (15/10/2026).


Sebanyak 33 unit Toyota Hiace dialokasikan untuk Kabupaten Asahan, Batubara, Padanglawas Utara (Paluta), Samosir, dan Nias Utara. Layanan tersebut diprioritaskan bagi pelajar di wilayah pedesaan, kepulauan, serta daerah yang memiliki keterbatasan transportasi umum.


Bobby Nasution mengatakan, program bus perintis gratis merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam memperluas akses transportasi bagi pelajar, terutama di wilayah yang membutuhkan layanan angkutan umum.


“Kita harapkan program ini dapat membantu pelajar, khususnya yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan transportasi umum, agar lebih mudah menjangkau sekolah tanpa terbebani biaya perjalanan,” ujarnya.


Menurut Bobby, pendidikan merupakan salah satu prioritas pembangunan yang harus didukung kemudahan akses dan infrastruktur memadai, termasuk sarana transportasi yang aman bagi pelajar.


Ia juga mengingatkan para pelajar agar menjaga perilaku, bersikap sopan, dan mematuhi aturan keselamatan selama menggunakan bus.


"Bus yang dioperasikan telah dilengkapi kamera pengawas atau CCTV. Anak-anak kita terpantau dari keberangkatan hingga kembali kerumah. Kami minta pelajar turut menjaga fasilitas dan bersikap sopan selama menggunakan layanan," harapnya.


Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengapresiasi peluncuran bus perintis gratis tersebut. Ia berharap layanan ini membantu meningkatkan mutu pendidikan sekaligus meringankan beban transportasi siswa yang tinggal jauh dari sekolah.


Enam unit bus yang dialokasikan untuk Asahan akan membantu pelajar dari sejumlah desa yang selama ini harus menempuh perjalanan sekitar 25 hingga 29 kilometer menuju sekolah. Sebagian siswa bahkan masih mengandalkan sepeda motor untuk perjalanan tersebut.


“Kami bersyukur Asahan mendapatkan enam unit angkutan untuk pelajar. Ini sangat membantu anak-anak sekolah, terutama yang tinggal jauh dari sekolah. Mudah-mudahan program ini membawa kebaikan dan meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya.


Taufik juga mengapresiasi dukungan pembangunan infrastruktur jalan di Asahan. Ia berharap peningkatan akses jalan yang dibarengi penyediaan angkutan pelajar dapat memperlancar mobilitas masyarakat, termasuk untuk kegiatan pendidikan dan pengangkutan hasil pertanian.


Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan menjelaskan, program tersebut dirancang untuk membuka akses pendidikan di wilayah pedesaan, kepulauan, dan kawasan dengan konektivitas transportasi terbatas.


Secara keseluruhan, layanan bus perintis gratis menjangkau lima kabupaten, 12 kecamatan, dan 15 rute strategis yang terhubung langsung dengan 49 sekolah. Sebanyak 1.008 pelajar tercatat sebagai penerima manfaat subsidi angkutan.


Rinciannya, Asahan mendapat enam unit bus untuk dua kecamatan dan 16 sekolah, dengan 180 siswa penerima manfaat. Batubara memperoleh enam unit bus untuk dua kecamatan dan 12 sekolah, juga dengan 180 siswa penerima manfaat.


Padanglawas Utara mendapat enam unit bus untuk satu kecamatan dan tiga sekolah, dengan 240 siswa penerima manfaat. Sementara itu, Samosir memperoleh enam unit bus untuk dua kecamatan dan 10 sekolah, dengan 192 siswa penerima manfaat.


Adapun Nias Utara mendapatkan alokasi terbanyak, yakni sembilan unit bus yang melayani lima kecamatan dan sembilan sekolah, dengan 216 siswa penerima manfaat.


Yuda menyebutkan, seluruh armada menempuh perjalanan hingga 2.128 kilometer setiap hari. Untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, Dinas Perhubungan Sumut akan mengevaluasi rute dan memvalidasi data secara berkala agar jadwal keberangkatan serta kapasitas angkutan sesuai kebutuhan pelajar.


Operasional layanan juga dapat dipantau melalui aplikasi Perintis Sumut. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berencana memperluas program ini secara bertahap hingga menjangkau 18 kabupaten pada 2029.


Peluncuran tersebut turut dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah Pemprov Sumut dan Pemkab Asahan, Forkopimda Asahan, kepala sekolah, guru, siswa, serta orang tua siswa.**(Gb-fando01)