Notification

×

Iklan

Iklan

245 Kelompok Tani Terima 1,25 Juta Bibit Kopi, Begini Target Bupati Samosir untuk Petani?

31 Okt 2026 | 15:56 WIB Last Updated 2026-10-31T08:56:20Z

Penyaluran bantuan ditandai dengan pembagian 1.250.000 bibit kepada 245 kelompok tani untuk menggarap lahan seluas 1.250 hektar dan pelepasan truk pengangkut oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk di halaman Kantor Dinas Pertanian Samosir, Kamis (29/10- fando)
GREENBERITA.com- Pemerintah Kabupaten Samosir mempercepat pengembangan perkebunan kopi dengan menyalurkan 1.250.000 bibit kepada 245 kelompok tani untuk menggarap lahan seluas 1.250 hektare yang tersebar di sembilan kecamatan. Program hasil sinergi dengan Kementerian Pertanian RI tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi kopi sekaligus mendongkrak perekonomian petani.


Penyaluran bantuan ditandai dengan pembagian bibit dan pelepasan truk pengangkut oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk dan Forkopimda dari halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, Kamis (29/10/2026).


Bantuan tersebut bersumber dari DIPA Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2026. Selain bibit, petani juga memperoleh dukungan biaya pembuatan lubang tanam sebesar Rp1.170.000 per hektare dengan total lebih dari Rp1,4 miliar, serta pupuk organik cair dan granul.


Bupati Vandiko T. Gultom mengapresiasi dukungan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian, yang dinilainya menjadi bentuk sinergi dalam mengembangkan komoditas kopi sekaligus mendukung program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.


“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat Samosir. Kita patut bersyukur karena mendapat dukungan yang cukup besar, mulai dari bibit, pupuk hingga bantuan pembuatan lubang tanam. Ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan perkebunan kopi dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Vandiko.


Menurutnya, pengembangan kopi sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat untuk memperluas dan memperkuat komoditas perkebunan.


“Program bantuan bibit kopi ini sejalan dengan program prioritas Bapak Presiden untuk pengembangan dan perluasan pertanian kopi. Karena itu, kita harus berupaya maksimal untuk menyukseskannya,” katanya.


Vandiko meminta seluruh kelompok tani penerima bantuan memiliki komitmen menanam, merawat hingga mengembangkan bibit sampai menghasilkan panen. Pemkab Samosir juga menyiapkan pendampingan melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL).


“Apa yang sudah kita terima, mari kita tanam dan rawat dengan baik. Kalau ada kendala dalam prosesnya, jangan ragu berkoordinasi dengan PPL. Pemerintah akan terus mendampingi agar bantuan ini benar-benar berhasil dan memberikan manfaat bagi petani,” tegasnya.


Ia juga mengingatkan agar bantuan tidak diperjualbelikan atau digunakan di luar peruntukannya. Pengawasan akan dilakukan pemerintah bersama aparat penegak hukum.


“Jangan sampai bantuan ini dijual atau digunakan tidak sesuai peruntukan. Kita ingin bantuan ini benar-benar tumbuh menjadi kebun kopi yang produktif. Pengawasan akan dilakukan, dan kita berharap seluruh kelompok tani menjaga kepercayaan yang sudah diberikan pemerintah,” ujarnya.


Vandiko menegaskan keberhasilan program tidak sekadar diukur dari jumlah bibit yang disalurkan, melainkan dari tanaman yang tumbuh dan menghasilkan.


“Jangan sampai bantuan sebesar ini gagal karena tidak ada komitmen. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk memperkuat perkebunan kopi Samosir. Kalau berhasil, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk peningkatan produksi dan pendapatan petani,” katanya.


Ia memastikan Pemkab Samosir akan terus mendukung pengembangan perkebunan kopi, termasuk pembangunan infrastruktur pendukung secara bertahap sesuai kemampuan daerah.


Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir Tumiur Gultom menjelaskan, bantuan 1,25 juta bibit tersebut diperuntukkan bagi 1.250 hektare lahan, terdiri dari 680 hektare untuk penanaman baru dan 570 hektare untuk peremajaan tanaman kopi, termasuk mengganti tanaman rusak atau meranggas.


Bibit yang disalurkan merupakan jenis kopi Arabika Gayo 3 yang dinilai adaptif terhadap kondisi Samosir dan memiliki potensi produksi baik.


“Prinsipnya adalah tanam, rawat dan panen. Pemerintah berusaha membantu, tetapi hasilnya untuk petani. Karena itu harus dijaga dan dirawat dengan baik,” ujar Tumiur.


Ia menyebutkan pengembangan perkebunan kopi di Samosir telah dilakukan sejak 2022 melalui perluasan kebun dan peremajaan tanaman. Berdasarkan pendataan bersama Kementerian Pertanian, luas perkebunan kopi Samosir saat ini telah mendekati 8.000 hektare.


Penyaluran bibit dimulai sejak 26 Oktober di Kecamatan Pangururan, Harian dan Simanindo. Distribusi selanjutnya dilakukan bertahap ke wilayah penerima lainnya dan diperkirakan rampung dalam waktu sekitar 10 hari.


Pemkab Samosir juga memastikan seluruh lubang tanam telah tersedia sebelum bibit disalurkan agar petani dapat segera melakukan penanaman. Bantuan pupuk cair dan granul turut diberikan sesuai kebutuhan.


Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Forkopimda. Danramil Pangururan menyatakan dukungan agar bantuan pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.


Kasat Binmas Polres Samosir Priston Simbolon mengapresiasi pengembangan komoditas kopi yang dinilainya sejalan dengan semangat Polri mendukung ketahanan pangan.


“Kami mendukung penuh program Pemkab Samosir. Manfaatkan bantuan ini dengan baik. Mari bekerja dan bekerja. Komitmen kelompok tani harus nyata, harus bisa panen,” ujarnya.


Senada, Kasi Intel Kejari Samosir Juna Karokaro menyampaikan bahwa program tersebut mendapat pengawalan dan pendampingan untuk memastikan bantuan diterima serta digunakan sesuai ketentuan.


“Kami diperintahkan melakukan pengawalan dan pendampingan sehingga apa yang diterima masyarakat dapat berjalan dengan baik dan benar. Kalau ada kendala, ancaman, gangguan atau hambatan, dapat disampaikan kepada kami,” katanya.


Dari kalangan petani, Ketua Kelompok Tani Suka Tani Desa Sihusapi, Aratua Ambarita, menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI, Kementerian Pertanian dan Pemkab Samosir atas bantuan tersebut. Kelompoknya menerima sekitar 40.000 batang bibit dari total 1,25 juta batang yang disalurkan.


“Kami percaya ini juga atas usulan Bupati Samosir. Kepedulian Bapak Bupati kepada petani sangat kami rasakan. Kami tidak salah memilih Bapak Bupati,” ujarnya.


Apresiasi serupa disampaikan Ketua Kelompok Tani Wanita Nania Desa Tanjung Bunga, Tilesna Debata Raja. Ia menyebut kelompoknya telah menerima bantuan pemerintah sejak 2022, termasuk bantuan kopi, bawang dan pupuk.


Melalui program ini, Pemkab Samosir berharap perluasan kawasan perkebunan kopi dapat berjalan berkelanjutan sekaligus meningkatkan produktivitas, pendapatan dan kesejahteraan petani.**(Gb-fando01)