Pesan tersebut disampaikan Rico Waas saat mengambil sumpah dan melantik Erisda Hutasoit sebagai Sekretaris DPRD Medan di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Jumat (30/10/2026).
"Kesalahan dalam menerjemahkan komunikasi kedua lembaga dapat merusak hubungan kelembagaan hingga menghambat program pembangunan yang berdampak langsung kepada masyarakat," ucap Rico Waas dalam arahannya.
Menurut Rico, Sekwan memiliki tanggung jawab khusus karena berada di antara dua lembaga dengan struktur organisasi berbeda. Karena itu, jabatan tersebut tidak sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi juga menjadi penghubung antara pemerintah kota dan DPRD.
“Apabila sekali saja salah menerjemahkan antara Pemerintah Kota Medan kepada legislatif dan sebaliknya, tidak saja mencederai hubungan eksekutif dan legislatif, tetapi juga dapat membuat program-program kepada masyarakat tertunda, bahkan gagal,” tegasnya.
Rico berharap Erisda mampu membangun hubungan kerja yang solid. Meski berkantor di lingkungan DPRD, ia menegaskan loyalitas utama Sekwan tetap kepada bangsa, negara, dan masyarakat.
Dalam pelantikan yang turut dihadiri Pj. Sekretaris Daerah Kota Medan Erfin Fachrurrazi dan sejumlah pimpinan perangkat daerah tersebut, Rico juga mengingatkan Erisda agar menjaga integritas, tidak menyalahgunakan wewenang, serta tidak menjadikan jabatan sebagai sarana memperkaya diri.
"Utamakan kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara," tegasnya.
Selain itu, Rico menekankan pentingnya memberikan pelayanan kepada anggota DPRD sebagai wakil rakyat yang membawa aspirasi masyarakat. Aspirasi tersebut harus didengar dan dijembatani agar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan maupun program Pemerintah Kota Medan.
“Dengarlah aspirasi-aspirasi mereka, berikanlah yang terbaik bagi rekan-rekan anggota dewan," pungkasnya.**(Gb-fando01)













